Menebak Perasaan Publik Saat Membaca Mendag Lutfi Heran dan Bingung Soal Migor

Saat minyak goreng langka dan mahal, masyarakat Indonesia menemukan sebuah berita dari Kompas.com berjudul “Heran Minyak Goreng Mendadak Melimpah, Mendag: Saya Juga Bingung”. Jika membaca berita ini kira-kira apa perasaan pembaca ya?

Berita yang terbit pada 21 Maret 2022 ini berdasarkan penelusuran Evello adalah salah satu berita paling viral selama krisis hilangnya minyak goreng dari pasaran. Berita ini telah dibagikan di jaringan facebook Indonesia sebanyak 2.387 kali. Sebaran ini juga mengundang 29 ribu kali percakapan dan reaksi melalui emoji sebanyak 38 ribu.

Lalu mengapa berita ini viral? Ingat beberapa hari sebelumnya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjanjikan akan memenjarakan mafia minyak goreng. Berita-berita yang memuat janji tersebut terdeteksi oleh Evello cukup ramai dibagikan warganet ke media sosial.

Alasan kedua mengapa berita ini viral adalah keingintahuan publik mengapa Mendag bingung dan heran soal Migor. Rasa ingin tahu ini terbaca oleh evello melalui skor Analytical sebesar 60%.

Setelah mengetahui alasan dibalik mengapa Mendag heran dan bingung, emosi Sadness terbaca sebesar 55%. Berita ini juga terdeteksi oleh evello bersentimen negatif dengan skor 45,63%.

Mewakili perasaan publik, evello menyimpulkan jika masyarakat cukup mengingat kondisi heran dan bingung Menteri Perdagangan soal kelangkaan minyak goreng. Tak hanya itu, ada kondisi kecewa saat mengetahui alasan dibalik rasa heran dan bingung Mendag. Reaksi Mendag yang dianggap memiliki otoritas untuk menyelesaikan soal kelangkaan minyak goreng melalui berita ini bersentimen negatif.

Pawang Hujan Sirkuit Mandalika Ditonton 107 Juta Kali Di Tiktok

Melalui fasilitas Daily Trending, Evello sebagai platform Big Data dapat memastikan nama Raden Roro Istiati Wulandari atau biasa disapa Rara tidak banyak dikenal publik. Pasalnya, di Google Indonesia, masyarakat lebih ramai mencari dengan kata kunci Pawang Hujan Mandalika. Kata kunci ini telah digunakan oleh pengguna internet Indonesia untuk Googling sebanyak lebih dari 50 ribu kali.

Masuk dalam jajaran trending twitter Indonesia dengan jumlah 87.469 kicauan, Raden Roro Istiati Wulandari atau biasa disapa Rara sebagai pawang hujan di MotoGP Mandalika 2022 lebih ramai dikicaukan dibandingkan Final All England.

Tertarik dengan fakta-fakta tersebut, Evello melakukan penelusuran lebih lanjut seberapa populer pawang hujan MotoGP Mandalika 2022 di Tiktok. Hasilnya, video berisikan aksi Rara mengusir awan hujan telah dibagikan sebanyak 185.472 kali.

Tak hanya itu, terdapat 6.151.512 tanda cinta alias diggs diberikan oleh warga Tiktok terhadap video-video aksi sang pawang hujan. Pengguna Tiktok juga ramai memberikan komentar sebanyak 167.182 percakapan.

Jumlah percakapan ini, sekaligus mengalahkan keramaian percakapan tentang Minyak Goreng, Pendeta Saifuddin Ibrahim dan Penundaan Pemilu di Tiktok pada periode 20 Maret 2022.

Aksi Rara juga ternyata menjadi hiburan bagi media sosial berpengikut 92 juta di Indonesia ini. Pasalnya, video-video aksi sang pawang hujan telah diputar sebanyak 107.717.854 kali dalam waktu hanya beberapa jam saja.

Luar Biasa!!! Selengkapnya? #TanyaEvello

Membaca Pernyataan 110 Juta Pengguna Media Sosial Membicarakan Pemilu 2024

“Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pemilih Partai Demokrat, Gerindra dan PDIP mendukung usulan Pemilu 2024 ditunda dan perpanjangan masa jabatan presiden. Luhut bicara demikian didasari big data berupa percakapan dari 110 juta orang di media sosial”

Tertarik dengan pernyataan tersebut, #evello sebagai platform big data analytics melakukan analisa menggunakan Deep Learning. Poin-poin yang menjadi analisa adalah sentimen, menilai skor emosi pembaca, melihat kecenderungan pembaca melalui Strength Analytics dan menentukan taksonomi pemberitaan.

Hasilnya? Pernyataan dukungan 110 juta pengguna media sosial yang sepakat penundaan Pemilu 2024 bersentimen negatif. Skornya cukup tinggi 51,34%. Sementara terdapat 3 emosi yang dominan terhadap pernyataan tersebut. Yaitu emosi Joy dan Sadness dengan skor 28% dan 27%.

Dalam terminologi evello, jika analisa menghasilkan sentimen negatif dengan dominasi emosi Joy dan Sadness berdekatan, maka tema yang dipantau cenderung menjadi polemik publik. Menariknya, emosi Anger alias marah berada pada posisi ketiga. Penundaan pemilu karena adanya 110 juta orang membicarakan penundaan pemilu cenderung menimbulkan potensi kemarahan publik.

Selain itu, melalui strength analytics terlihat jika kecenderungan pembaca focus pada data-data yang disampaikan sebesar 66%, terdapat kencenderungan tidak yakin dan sedih dengan skor masing-masing 6%.

Dari analisa taksonomi terlihat jika pemberitaan 110 juta pengguna media sosial mendukung penundaan pemilu 2024 cenderung didominasi oleh partai politik, pemerintah dan proses pemilihan umum.

Dari analisa terhadap sentimen, emosi dan strength analytics terlihat jika public belum dapat diyakinkan sepenuhnya jika benar ada 110 juta pengguna media sosial membicarakan penundaan pemilu 2024, apalagi sampai mendukungnya.

Selengkapnya? #TanyaEvello

Ada Pencarian “Harga Emas” Di Antara Konflik Rusia vs Ukraina

Netizen Indonesia atau dikenal dengan netizen +62 memang “ajaib”. Bagaimana tidak, di tengah konflik Rusia dan Ukraina, Evello menangkap pencarian bertema “Harga Emas”. Hal ini terdeteksi Evello melalui fasilitas Evello Daily Trending seputar tren pencarian di Google Indonesia.

Mengawali invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis 24 Februari 2022, pencarian dengan kata kunci “Ukraina” mencapai lebih dari 1 juta search. Tak hanya pencarian dengan kata kunci “Ukraina”, Evello menemukan 82 kata kunci lainnya digunakan netizen Indonesia untuk mencari informasi seputar invasi Rusia tersebut.

“Kenapa Rusia Menyerang Ukraina”, Masalah Rusia Ukraina”, “Apa Itu NATO”, “Biden”, dan “Donal Trump” menjadi kata kunci terkait konflik Rusia dan Ukraina. Menariknya Evello menemukan pencarian dengan kata kunci “Harga Emas” oleh netizen Indonesia di tengah konflik Rusia dan Ukraina.

Mengapa pencarian ini menjadi terkait dengan konflik Rusia dan Ukraina? Selidik punya selidik, banyak berita di media Indonesia mengabarkan fluktuasi harga emas seiring dengan konflik tersebut. Di media-media pemberitaan Indonesia, Evello menangkap sebanyak 404 berita terkait Harga Emas pada periode 23-25 Februari 2022.

Emosi Marah Dominasi Temuan Minyak Goreng Ditimbun.

Kalau bicara minyak goreng, kita sedang membicarakan sesuatu yang sedang tidak baik-baik. Bukan sesuatu yang baik-baik saja. Buktinya, ada 70 ribu percakapan bertema minyak goreng hingga adanya temuan timbunan minyak goreng di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Percakapan itu terjadi di Tiktok. Tempat anak muda asyik joget-joget plus ibu-ibu berdaster mencurahkan isi hatinya soal minyak goreng langka. Di Instagram dan Youtube juga tak kalah ramai. Ada 30 ribu percakapan di Instagram dan 15 ribu lebih komentar di Youtube. Semuanya bertema minyak goreng.

Jumlah tayang soal minyak goreng langka juga tak kalah ramai. Di Tiktok soal minyak goreng telah ditonton sebanyak 21 juta kali. Jutaan kali tayang juga terjadi di Instagram dan Youtube. Masing-masing 2,6 juta kali ditonton dan 1,6 juta kali ditonton. Begitupun jumlah reaksi dalam bentuk likes/loves. Dari puluhan, ratusan ribu hingga jutaan reaksi.

Temuan timbunan minyak goreng hingga 1 juta liter memiliki skor sentiment negative hingga 70%. Sangat besar. Lebih besar dibandingkan temuan sentiment soal Desa Wadas, Polemik Wayang Haram, Penjualan Tiket Formula E dan Ramalan Faisal Basri soal ambruknya pemerintahan Jokowi (Silahkan telusuri data-data ini di IG @Evello_corp). Ini artinya, minyak goreng ditimbun hingga langka bukan soal baik-baik saja.

Lebih jauh, Evello melakukan analisa emosi yang menyertai temuan ini. Hasilnya? Pasti marah. Mesin #Evello memberikan skor Anger hingga 65% untuk kasus ini. Diikuti oleh emosi Sad 11% dan Disgust hingga 9%. Ketiganya adalah emosi dominan dan sekaligus menunjukkan soal timbunan minyak goreng adalah soal yang sedang tidak baik-baik saja.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari data-data ini. Diantaranya adalah memaknai Disgust 9%. Emosi disgust adalah emosi bawaan manusia yang mengharapkan agar sesuatu tidak terulang kembali. Siapa yang bisa menjamin bahwa minyak goreng langka tidak terulang kembali harusnya tampil paling depan dalam persoalan ini. Siapa ya?

Benarkah Perhatian Publik Terhadap Covid19 Cenderung Turun?

Terhadap pertanyaan tersebut, #Evello melakukan analisa terhadap pengguna Instagram Indonesia terhadap informasi persebaran Covid19. Evello memilih pada periode 1 Januari – 5 Februari 2022 dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2021.

Mengapa? Karena saat ini terjadi lonjakan kasus positif Covid19 hingga menyentuh angka 32.211 positif pada Jumat 4 Februari 2022. Sementara sehari sebelumnya jumlah kasus positif mencapai angka 27.197 kasus positif.

Ditengah tingginya lonjakan kasus positif Covid19, #Evello menemukan jika jumlah unggahan di jejaring Instagram justru turun pada periode 1 Januari – 5 Februari 2022 dibandingkan periode yang sama pada 2021. Jumlah unggahan Covid19 di jejaring Instagram pada periode 2022 mencapai 13.275 posts. Sementara pada periode yang sama pada 2021 mencapai 14.026 Posts.

Tak hanya itu, jumlah perhatian publik yang diwakili pengguna Instagram Indonesia pada periode 2022 cenderung turun dibandingkan 2021. Pada 2022, perhatian pengguna Instagram melalui jumlah likes mencapai 28.977.558 Likes. Sementara pada periode yang sama pada 2021 mencapai jumlah 42.052.069 Likes.

Begitu juga pada jumlah tayang video di jejaring Instagram. Pada 2022, jumlah tayang Covid19 mencapai 40.094.150 Views. Sementara pada periode yang sama pada 2021 mencapai jumlah 63.217.040 kali tayang.

Dari perbandingan jumlah posts, likes dan views pada periode 2021 dan 2022 evello menyimpulkan terjadi penurunan perhatian public terhadap informasi Covid19. Sementara, pada Desember 2021 jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 92.53 juta akun.