Milenial Indonesia Suka Janda?

Jumlah Video Hashtag Janda vs JandaMuda

Meskipun plaform Tiktok didominasi oleh generasi remaja Indonesia, penelitian Big Data Evello menemukan jika tingkat kedewasaan generasi ini terlampau cepat. Temuan ini didasarkan oleh penelitian Evello terhadap dua hashtag yang cukup ramai di Tiktok, yaitu hashtag #Janda dan #JandaMuda.

Kontribusi video pada kedua hashtag tersebut terbilang cukup besar. Hashtag #Janda mendulang 33.432 video dan hashtag #JandaMuda 44.856 video.

Kedua hashtag tersebut memiliki kontribusi video jauh lebih besar jika dibandingkan dengan video-video yang diproduksi oleh akun-akun media melalui hashtag #Berita dan #TiktokBerita. Jika dibandingkan dengan hashtag #Janda dan #JandaMuda, hashtag #Berita memiliki jumlah share index sebesar 13,39% atau setara dengan 16.382 video dan hashtag #TiktokBerita dengan share index sebesar 22,61% atau setara dengan 27.662 video.

Perbandingan Jumlah Video Hashtag #Janda, #JandaMuda, #TiktokBerita dan #Berita
Perbandingan Jumlah Video Hashtag #Janda, #JandaMuda, #TiktokBerita dan #Berita

Tingginya jumlah play count (baca: ditonton) oleh pengguna Tiktok pada hashtag #Janda dan #JandaMuda menunjukkan bahwa kedua tema ini populer dikalangan pengguna Tiktok.

Dibandingkan hashtag #Janda, pengguna Tiktok lebih ramai memutar video-video pada hashtag #JandaMuda. Jumlah play count pada #JandaMuda mencapai jumlah 476 juta kali ditonton. Sementara hashtag #Janda ditonton sebanyak 247 juta kali.

Perbandingan Jumlah Play Count Hashtag #Janda dan #JandaMuda
Perbandingan Jumlah Play Count Hashtag #Janda dan #JandaMuda

Dari hasil perbandingan jumlah video dan jumlah play count terlihat bahwa hashtag #JandaMuda lebih dominan dibandingkan hashtag #Janda. Meskipun demikian, tingginya jumlah video dan play count menunjukkan jika tema tentang status janda sangat disukai oleh pengguna Tiktok.

Hasil analisa ini sekaligus menegaskan jika Milenial tak lagi hanya tertarik pada tema-tema sesuai dengan rentang umurnya. Mereka mulai mengeksplorasi hal-hal baru seperti status janda dengan cara yang santai dan menghibur. Tren ini juga menunjukkan adanya pembauran generasi lebih tua dengan generasi milineal.

Banyaknya jumlah video yang diunggah pada hashtag #Janda dan #JandaMuda memperlihatkan jika status janda saat ini bukan lagi tabu untuk dibuka dan diketahui publik. Bahkan tak jarang banyak pengguna Tiktok mengunggah video berisikan kelegaannya setelah bercerai dan menyandang status sebagai janda.

Akun akun Yang Meramaikan Hashtag #Janda dan #JandaMuda
Akun akun Yang Meramaikan Hashtag #Janda dan #JandaMuda

Natal, Tiktok dan Platform Masa Depan – Perspektif Big Data

Jumlah Video dan View Natal di Tiktok

Perayaan Natal 2020 kali ini terasa berbeda. Mendahului perayaan-perayaan keagamaan besar lainnya, situasi pandemi Covid 19 membuat perayaan keagamaan tahun 2020 dilaksanakan dalam situasi normal baru. Hikmat, tetapi dengan protokol Kesehatan ketat. Isu keamanan tak lagi menyeruak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, melainkan kesederhanaan penuh hikmat.

Natal kali ini juga terasa berbeda. Karena dua hari sebelum perayaan natal, umat beragama di Indonesia mendapat hadiah dari Presiden Joko Widodo. Menteri Agama Baru. Namanya memang tak asing. Kerap dipanggil dengan sebutan Gus Yaqut, Ia bernama lengkap Yaqut Cholil Qoumas.

Mengapa hadiah? Konon Yaqut disukai oleh Presiden Jokowi karena keberaniannya sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) membela kelompok minoritas. Ia dan organisasi GP Ansor  selalu berani ‘pasang badan’ untuk membela kaum minoritas.

Seandainya Presiden Jokowi membaca analisa ini, harapannya terhadap Gus Yaqut bukanlah pepesan kosong. Tak berselang lama dari pelantikan, Menag tertangkap oleh platform Big Data Evello sebagai News Maker membela kelompok minoritas. Bagaimana tidak? Pernyataannya akan lindungi Syiah dan Ahmadiyah seperti dimuat oleh media CNN Indonesia viral dibagikan pengguna Facebook Indonesia.

Berita berjudul “Menag Yaqut Akan Lindungi Ahmadiyah dan Syiah” melalui tautan https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201225033208-20-586146/menag-yaqut-akan-lindungi-ahmadiyah-dan-syiah menjadi berita ketiga terbanyak dibagikan facebooker Indonesia sepanjang 25 Desember 2020.

Dibagikan sebanyak 1.704 kali, berita ini sukses mendulang 11.607 komentar pengguna facebook dan reaksi sebanyak 15.924. Angka ini sekaligus mengukuhkan Gus Yaqut menjadi Menteri terbanyak meraih perhatian netizen dibandingkan lima Menteri lainnya. Tingginya sebaran berita ini sekaligus sebagai bukti kecil soal agama dan keyakinan masih menjadi problem di negara ini.

Soal agama dan keyakinan beragama memang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Dalam setiap perayaan keagamaan, media sosial masyarakat Indonesia selalu mengalami lonjakan percakapan.

Di Twitter, ucapan perayaan Natal 2020 berdasarkan catatan Big Data Evello mencapai jumlah 484.316 kicauan pada periode 22-28 Desember 2020. Evello mencatat cuitan lebih dari 484 ribu kicauan ini berasal dari 46.451 akun twitter. Jumlah sebesar ini menunjukkan soal keagamaan adalah soal penting di Indonesia.

Itu tak seberapa. Di jejaring platform anak-anak muda Indonesia, video dengan tagar #Natal mencapai jumlah sangat fantastis. 407.024 video beredar melalui jejaring Tiktok dengan jumlah views alias ditonton sebanyak 976.715.689 kali ditonton.

Anak-anak muda ini konon adalah anak-anak yang tidak lagi nonton TV dan tidak baca koran. Dalam pandangan Evello, Tiktok adalah platform literasi generasi mendatang. Disinilah mereka mendapatkan banyak informasi. Jumlah views sebanyak 976 ribu tentang Natal akan disimpan sebagai ingatan jangka panjang.

Apa yang diingat? Evello membaginya dalam lima jenis ingatan. Ingatan yang menyenangkan (Joy), Menyedihkan (Sad), Menakutkan (Fear), Menjijikkan (Disgust) dan Kemarahan (Anger).

Tak percaya? Mari lakukan survey kecil-kecilan di sekitar pembaca. Tanyakan pada anak-anak SMU dan yang sederajat apakah mereka tahu tentang Omnibus Law dan DPR? Dari 10 anak SMU yang penulis tanyakan, 5 menjawab mendengar tentang Omnibus Law dan DPR. Darimana mereka tahu? Tiktok kata mereka.

Penulis sendiri tak heran. Berdasarkan penelusuran Evello, video dengan tagar #OmnibusLaw beredar sebanyak 36.378 video di jejaring Tiktok. Video sebanyak itu telah ditonton sebanyak 1.227.144.286 kali.

Sementara, video dengan tagar DPR telah tersebar dengan jumlah mencapai 62.252 video. Jumlah views video-video tersebut mencapai angka ditonton sangat fantastis, yaitu 1.515.864.611 kali. Lalu darimana lonjakan itu terjadi? Silahkan tonton sendiri video-video bertema Omnibus Law di Tiktok.

Duh, video-video itu dianggap tidak berpihak kepada DPR kata seorang teman. Nah, itulah ingatan jangka panjang anak-anak kita sekarang tentang DPR. Di platform inilah mereka membangun dunia literasi mereka. Apalagi kala pandemi mendera berkepanjangan. Tak ada lagi lagu bangun tidur kuterus mandi.

Di Tiktok, Konten Bertema Sriwijaya Air Capai 30 Ribu Video

Jumlah Video dan Ditonton #SriwijayaAir di Jejaring Tiktok

Warga dunia maya berduka atas tragedi musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak (Sabtu, 9/1/2021). Di seluruh jejaring media sosial, terpantau doa dan harapan akan keselamatan penumpang dan awak pesawat bertebaran. Tak hanya itu, kesedihan mendalam juga ramai disuarakan warganet.

Di jejaring twitter, sebaran musibah kecelakaan Sriwijaya Air hingga tulisan ini dibuat mencapai 576.183 tweet. Puncak percakapan warga twitter terjadi pada Sabtu 9 Januari 2021 dengan 355.421 percakapan. Netizen Indonesia adalah pengguna twitter terbesar berkicau tentang Sriwijaya Air dengan jumlah cuitan mencapai 282.386 kicauan.

Sementara, netizen asal Amerika Serikat berpada pada posisi kedua terbanyak berkicau tentang Sriwijaya Air. Jumlah kicauan asal negeri paman Sam ini mencapai 136.739 kicauan.

Bagaimana dengan jejaring Youtube? Evello mencatat jumlah sebaran video mengabarkan hilang atau jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 mencapai jumlah 176.351 video.

Musibah yang menimpa maskapai Sriwijaya Air tak luput dari perhatian pengguna tiktok. Hasil penelusuran Evello menemukan sebanyak 6.185 video diunggah dengan tagar #Sriwijaya. Tak tanggung-tanggung, video dengan tagar #Sriwijaya telah ditonton sebanyak 167.997.282 kali.

Selain tagar #Sriwijaya, pengguna Tiktok juga ramai menggunakan tagar #SriwijayaAir untuk mengunggah konten video musibah Sriwijaya Air. Jumlah konten dengan tagar ini mencapai 30.327 video.

Penelusuran terakhir pada Minggu 10 Januari 2021 seluruh video pada tagar #SriwijayaAir telah ditonton sebanyak 914.283.502 views.

 

Big Data: DPR RI Ditonton 1.515.864.611 Kali Melalui Jejaring Tiktok

Perbandingan Video Omnibuslaw vs DPR di Tiktok

Siapa tak kenal media sosial bernama Tiktok? Berdasarkan penelusuran Evello, aplikasi milik ByteDance ini telah diunduh sebanyak 2 milyar kali hingga kuartal pertama 2020. Menariknya, pengguna aktif Tiktok hingga Juli 2020 mencapai 689 juta pengguna di seluruh dunia.

Di Indonesia, Tiktok terbilang populer dengan jumlah pengguna mencapai 30,7 juta pengguna. Dengan jumlah pengguna sebesar itu, Indonesia adalah negara ke-4 terbesar pengguna Tiktok di dunia setelah Brazil, Amerika Serikat dan India.

Tema serius seperti politik ternyata tak luput dari perhatian pengguna Tiktok Indonesia. Hal tersebut didasarkan pada temuan Evello di jejaring Tiktok. Protes pengguna Tiktok dalam paripurna DPR RI tentang Omnibus Law menjadi salah satu video terbanyak ditonton Tiktoker.

Sebanyak 36.378 video tersebar di jejaring Tiktok dengan hashtag #OmnibusLaw. Sementara DPR sebagai lembaga yang menghasilkan produk OmnibusLaw melalui paripurna DPR RI memiliki sebaran video lebih besar. Jumlahnya mencapai 62.252 video.

Hasil penelusuran Evello menemukan jika video dengan tagar #OmnibusLaw telah ditonton sebanyak 1.227.144.286 kali. Sementara, tagar #DPR ditonton jauh lebih besar. Video #DPR telah diputar sebanyak 1.515.864.611 kali di jejaring Tiktok.

Perbandingan Jumlah View Video #OmnibusLaw dan #DPR di Jejaring Tiktok
Perbandingan Jumlah View Video #OmnibusLaw dan #DPR di Jejaring Tiktok

Paripurna DPR RI dengan agenda pengesahan undang-undang OmnibusLaw pada Senin (5/10) berdasarkan data sebaran di Tiktok menunjukkan melambungnya tingkat pengenalan DPR RI. Sayangnya, penelusuran terhadap video-video bertema DPR RI tersebut dominan bersentimen negatif.

Dengan impresi negatif dan sebaran yang sangat besar, sulit bagi DPR RI untuk tampil positif di publik. Jumlah tontonan sebanyak 62.252 video adalah jejak digital yang akan dijadikan literasi utama generasi milenial tiktok untuk mengenal DPR RI.

5.045.276 Kicauan Netizen Dunia Hantarkan Diego Maradona

Evello 3D SNA

Kepergian legenda sepakbola dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona mengundang perhatian netizen dunia. Hingga Kamis pagi pukul 09:46 WIB, Evello menemukan sebanyak 5.045.276 kicauan netizen dunia mengungkapkan rasa duka cita atas kepergian Maradona.

Puncak keramaian percakapan netizen terjadi pada Rabu (35/11/2020) kemarin pada pukul 17:00 WIB dengan kicauan sebanyak 1.322.244 kicauan. Sementara itu berbagai hashtag digunakan netizen untuk mengungkapkan rasa dukacita atas kepergian si Tangan Tuhan.

Salah satu hashtag terbanyak digunakan netizen adalah #RIPMaradona dengan penggunaan sebanyak 116.840 kicauan. Berdasarkan penelusuran Evello, netizen asal Amerika Serikat adalah pengguna terbanyak hashtag #RIPMaradona. Jumlah percakapan netizen Amerika Serikat menggunakan hashtag ini tercatat mencapai 29.458 kicauan.

India berada pada posisi kedua terbanyak berkicau menggunakan tagar #RIPMaradona dengan kicauan sebesar 15.950 tweet. Posisi ketiga adalah Brazil dengan jumlah kicauan sebanyak 10.318 tweet.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Netizen asal +62 berada pada posisi keempat dengan penggunaan hashtag sebanyak 10.201 tweet.

Tidak hanya tagar #RIPMaradona, frasa RIP Legend juga ramai menjadi bagian dari trending topic dunia. Hasil penelusuran evello menemukan frasa ini telah digunakan sebanyak 161.971 kicauan.

Penggunaan frasa RIP Legend terbanyak disumbangkan oleh 3 negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris dan India. Netizen asal Amerika menyumbang sebanyak 59.317 kicauan. Inggris berada pada posisi kedua dengan kicauan sebanyak 14.247 tweet. Sementara netizen asal India menyumbang 11.269 tweet.

Sementara itu, kata kunci Maradona muncul terbanyak digunakan oleh netizen asal Spanyol. Evello mendeteksi 971.457 kicauan berasal dari negara asal Barcelola dan Real Madrid tersebut.

Kicauan terbanyak kedua menggunakan kata kunci Maradona berasal dari negara asal Maradona, Argentina. Tercatat sebanyak 871.029 kicauan meluncur dari Argentina.

Posisi ketiga terbanyak berkicau tentang Maradona berasal dari Amerika Serikat. Sebanyak 543.141 kicauan berasal dari negeri asal Joe Biden.

Lalu bagaimana dengan netizen asal Indonesia?. Netizen asal +62 terdeteksi berada pada posisi ke-15 terbanyak berkicau tentang Maradona. Evello menemukan kicauan tentang Maradona dicuitkan sebanyak 52.198 tweet.

 

 

Duh Pak Faisal Basri, Tulisan Anda Tidak Viral!

Tiga hari lalu sebuah artikel lewat di notifikasi Whatsapp. Seorang teman mengirimkan tulisan analisa ekonomi dari ekonom terkemuka Indonesia, Faisal Basri. Judulnya menarik. Ditulis dalam dua serial, Faisal Basri mengangkat ekonomi Indonesia dengan judul “Antiklimaks Keberhasilan Ekonomi Presiden Jokowi”.

Soal ekonomi, penulis tidak paham-paham amat. Berhubung penulisnya adalah Faisal Basri, penulis mencoba untuk tekun membacanya. Setelaha habis membaca dua seri tersebut, rasa penasaran muncul. Seberapa banyak tulisan ini telah dibaca?

Tentu yang tahu adalah admin situs faisalbasri.com. Namun setidaknya melalui evello, url yang berkaitan dengan tulisan tersebut dapat ditelusuri sebarannya. Setidaknya penulis ingin menguji tiga url milik Faisal Basri, yaitu faisalbasri.com, url https://faisalbasri.com/2020/07/25/antiklimaks-keberhasilan-ekonomi-presiden-jokowi-i/ dan url https://faisalbasri.com/2020/07/26/antiklimaks-keberhasilan-ekonomi-presiden-jokowi-ii/.

Sebelumnya, penulis pernah menganalisa popularitas berita Faisal Basri saat berkicau mengomentari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. Kala itu, kicauan Faisal Basri bahwa Luhut lebih bahaya dibandingkan Covid19 ramai mendapat reaksi publik. Bahkan beritanya ramai tersebar di facebook berdasarkan penelusuran evello. Anda yang penasaran bisa membacanya melalui artikel: Seberapa Viral Ucapan Faisal Basri: Luhut Lebih Bahaya Dari Covid19?.

Berbeda dengan kasus terdahulu, evello menemukan jika tulisan Faisal Basri yang diunggah melalui situs faisalbasri.com kurang menggema. Penyebabnya? situs ini tidak terlalu dikenal oleh publik. Hal ini evello ketahui dengan menguji seberapa banyak url faisalbasri.com dibagikan oleh pengguna media sosial facebook.

Evello menemukan jika situs faisalbasri.com memiliki sebaran yang rendah di jejaring facebook. Situs milik ekonom Faisal Basri dibagikan sebanyak 76 kali, dengan reaksi sebanyak 150 emoji dan komentar 30 percakapan.

Sebagai perbandingan, evello mencoba untuk melihat bagaimana jejak digital url disway.id, blog pribadi milik mantan Menteri BUMN era SBY, Dahlan Iskan. Hasilnya, url situs tersebut telah dibagikan di jejaring facebook sebanyak 1.443 sebaran dan menuai reaksi sebanyak 4.049 emoji. Jauh bukan? Selengkapnya bisa dilihat pada Gambar 1 berikut.

Sebaran, Komentar, Reaksi dan Skor Penuh Jejak Digital Blog Dahlan Iskan, DIsway.id di Jejaring Facebook
Sebaran, Komentar, Reaksi dan Skor Penuh Jejak Digital Blog Dahlan Iskan, DIsway.id di Jejaring Facebook

Lalu bagaimana dengan sebaran artikel https://faisalbasri.com/2020/07/25/antiklimaks-keberhasilan-ekonomi-presiden-jokowi-i/ dan artikel kedua https://faisalbasri.com/2020/07/26/antiklimaks-keberhasilan-ekonomi-presiden-jokowi-ii/. Artikel pertama milik Faisal Basri memiliki profil popularitas (berdasarkan total penuh engagement) sebanyak 74 terbagi atas 17 kali sebaran, 10 komentar dan 47 emoji.

Jejak Digital Popularitas Artikel Faisal Basri Berjudul "Antiklimaks Keberhasilan Ekonomi Presiden Jokowi (I)" di Jejaring Facebook
Jejak Digital Popularitas Artikel Faisal Basri Berjudul “Antiklimaks Keberhasilan Ekonomi Presiden Jokowi (I)” di Jejaring Facebook

Sementara artikel kedua milik Faisal Basri memiliki profil popularitas lebih kecil dibandingkan artikel pertama. Nilai skor penuh engagement hanya mencapai angka 70 terbagi 7 sebaran, 23 komentar dan 40 reaksi.

Sangat disayangkan jika kedua tulisan yang sangat berharga ini dan tentu dibutuhkan usaha luar biasa penulisnya hanya tersebar sebanyak 24 kali sebaran di jejaring media sosial dengan pengguna 130 juta orang.

Kesimpulan

  1. Banyak ide dan pemikiran Faisal Basri yang perlu diketahui dan menjadi konsumsi sehat publik. Karenanya perlu bagi akun FaisalBasri.Com agar meningkatkan profil popularitasnya agar menjadi bagian dari referensi publik lebih luas.
  2. Sebagai perbandingan, situs seword.com memiliki nilai popularitas dengan skor penuh sebanyak 32.094 engagement (situs FaisalBasri.com memiliki skor penuh 256 engagement). Jika suatu saat opini milik Faisal Basri berseberangan dengan opini yang disebar melalui seword.com, maka potensi opini miliki Faisal Basri kurang dari 1% untuk dikonsumsi publik dibandingkan seword.com