Membaca Partisipasi Publik Saat Penerapan PPKM di Tiktok

Evello Tiktok Fact Check

Presiden Joko Widodo baru saja memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 terhitung sejak 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021 mendatang. Keputusan tersebut diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (2/8/2021) malam.

Meskipun telah berjalan satu bulan lamanya, partisipasi publik mengunggah video bertema PPKM terbilang lebih rendah. Pasalnya dibandingkan konten bertema PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), jumlah konten bertema PPKM hingga 3 Agustus 2021 mencapai 7.989 video.  Sementara, jumlah konten bertema PSBB mencapai 15.287 video.

Baca: PPKM vs PSBB di Tiktok. Mana Istilah Paling Populer?

Dibandingkan penelusuran pada 4 Juli 2021, penambahan video bertema PPKM pada 3 Agustus 2021 bertambah 2.248 video. Uniknya, video bertema PSBB pada periode 3 Agustus 2021 bertambah sebanyak 43 video menjadi 15.287 video.

Jumlah prosentase perbandingan PPKM pada periode 3 Agustus dibandingkan video bertema PSBB naik menjadi 34% dibandingkan pada 4 Juli 2021 sebesar 27%.

Perbandingan Video PPKM vs PSBB di Tiktok
Perbandingan Video PPKM vs PSBB di Tiktok

Meskipun jumlah partisipasi dalam video PPKM lebih rendah dibandingkan perhatian pada PSBB, perhatian masyarakat meningkat drastis. Jumlah view PPKM pada 3 Agustus 2021 mencapai 1.395.009.582 kali tayang. Sementara jumlah tayang pada periode 4 Juli 2021 untuk video PPKM mencapai 54.508.032 kali tayang.

Perbandingan Jumlah View PPKM vs PSBB
Perbandingan Jumlah View PPKM vs PSBB

Dengan jumlah sebesar 1,3 milyar kali tayang, tema PPKM menarik animo setara besarnya perhatian warga tiktok terhadap tema-tema receh lainnya. Sebagai contoh, pada 3 Agustus 2021, tema pelakor telah ditonton sebanyak 1.473.903.765 kali tayang. Video-video bertema pelakor di tiktok mencapai 39.961.

Kesimpulan

  1. Jumlah video PPKM masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan jumlah video bertema PSBB. Akan tertapi partisipasi publik (user engagement) dalam video-video bertema PPKM meningkat jauh di atas video bertema PPKM
  2. Video bertema PPKM ditonton hampir setara dengan tema receh seperti pelakor di seluruh jejaring Tiktok. Hal ini menunjukkan jika perhatian publik terhadap kebijakan PPKM saat ini sangat tinggi.
  3. Pemerintah selaku pemangku kepentingan pengambil kebijakan PPKM menjadi bagian dari sorotan utama publik terhadap 1,3 Milyar kali tayang video PPKM. Persepsi keberhasilan atau kegagalan terhadap pelaksanaan PPKM harus diperhatikan oleh pemerintah.

Gibran vs Bobby di Youtube. Siapa Terpopuler?

Gibran vs Bobby di Youtube

Keduanya bisa terbilang baru dalam dunia politik. Meski baru, kiprah keduanya ramai berseliweran di jejaring media berbagi video Youtube. Keduanya punya hubungan dekat Presiden Jokowi. Salah seorang berstatus putra Presiden, sementara satunya lagi adalah mantu Presiden.

Publik tentu tak asing dengan putra tertua Jokowi, Gibran Rakabuming dan mantunya Bobby Nasution. Saat ini keduanya memiliki kesamaan situasi. Yaitu sama-sama menjabat sebagai Wali Kota. Gibran di Solo dan Bobby di Medan.

Di Youtube, kedua Wali Kota muda ini mengoleksi jumlah video yang cukup lumayan. Pada periode 1-21 Juli 2021, keduanya memiliki 248 video. Dibandingkan Gibran, koleksi video Bobby pada periode pantau kali ini unggul. 143 video untuk Bobby dan 105 video untuk Gibran.

Perbandingan Video Gibran vs Bobby
Perbandingan Video Gibran vs Bobby

Walau unggul dalam koleksi video, Bobby memiliki interaksi yang lebih rendah dibandingkan Gibran. Hal ini terlihat dari total Views, Comment, Likes dan Dislikes pada periode 1-21 Juli 2021.

Mengukur Interaksi

Dalam jumlah views, Gibran mengoleksi tayang video 63% lebih banyak jika dibandingkan dengan Bobby. Video-video Gibran telah ditonton sebanyak 502.495 views. Sementara 143 video-video Bobby telah ditonton sebanyak 287.297.

Gibran juga unggul dalam jumlah komentar dibandingkan video-video Bobby. Terdapat 4.429 komentar untuk video-video Gibran. Sementara video-video Bobby mengundang komentar sebanyak 1.303 percakapan.

Pada periode pantau kali ini, kedua Wali Kota memiliki perbedaan dalam jenis video terbanyak ditonton publik. Gibran lebih banyak ditonton publik karena positif terpapar Covid-19.

Video Gibran Terbanyak Ditonton
Video Gibran Terbanyak Ditonton

Sementara video-video Bobby lebih banyak ditonton karena aksinya sebagai Wali Kota Medan. Aksi Bobby yang dianggap tegas memicu ramainya jumlah tontonan terhadap vide-video yang ada seperti penutupan Mall dan pemecatan terhadap Camat Medan Maimun.

Video Bobby Terbanyak Ditonton
Video Bobby Terbanyak Ditonton

Tren Kanal Pendorong

Jika dilakukan analisa terhadap kanal-kanal pendorong Gibran dan Bobby di Youtube, terlihat konsistensi Bobby jauh lebih baik. Kanal pendorong Bobby lebih konsisten memberitakan dibandingkan Gibran. Kanal Tribun MedanTV dan DM Channel adalah kanal youtube paling konsisten mengangkat video Bobby pada periode pantau Juli 2021.

Kanal Influencer Bobby di Youtube
Kanal Influencer Bobby di Youtube

Sementara pada kanal pendorong Gibran tidak terlihat konsistensi akun-akun yang ada. Bahkan pada periode sebelum Gibran menyatakan diri terpapar Covid19 tidak terlihat konsistensi akun-akun yang ada dalam mengangkat kabar Gibran.

Kanal Influencer Gibran di Youtube
Kanal Influencer Gibran di Youtube

Walaupun terdapat perbedaan dalam konsistensi kanal pendorong, ditemukan kesamaan pada keduanya. Yaitu sama-sama menjadi Wali Kota dengan aksi lokal tetapi gaung nasional.

Berita Surakarta, Solo Times dan Tribun Solo Official menunjukkan bahwa akun-akun pendorong lokal bagi Gibran cukup ramai, tetapi disaat yang bersamaan menjadi konsumsi akun-akun media nasional seperti KompasTV, Tribunnews.Com dan MerdekaDotCom.

Hal yang sama terjadi pada Bobby. Akun-akun pendorong lokal terlihat mengangkat Bobby seperti Tribun Medan TV, Tribun Medan Official dan Kompas TV Medan. Disaat yang sama Bobby juga menjadi obyek berita media nasional seperti KompasTV.

PPKM vs PSBB di Tiktok. Mana Istilah Paling Populer?

Evello Tiktok Fact Check

Presiden Joko Widodo akhirnya mengeluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM Darurat) Jawa-Bali mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Kebijakan itu ditempuh setelah lonjakan kasus positif covid-19 harian akibat sebaran virus Delta, varian baru covid-19 yang 6x lebih menular.

Masyarakat Indonesia melalui media sosial menanggapi kebijakan tersebut dengan cara yang beragam. Salah satu yang menjadi fokus perhatian masyarakat saat rencana PPKM Darurat hendak diluncurkan adalah penggunaan istilah-istilah yang dianggap terlalu membingungkan.

Meskipun demikian, desakan agar pemerintah memperketat pengendalian Covid19 terus disuarakan masyarakat. Opsi lockdown adalah salah satu usulan yang kerap terdengar di jejaring media sosial.

“Keluarga kena Covid-19. Kondisi drop. Tempat isolasi, Rumah Sakit semua penuh. Pandemi telah darurat, penularan begitu cepat tapi pemerintah tetap tidak berani ambil keputusan segera lockdown. Bahkan dalam kondisi paling mengkhawatirkan, pemerintah bahkan tak dapat diharapkan.” – @andripst 30 Juni 2021. 

Sentimen dan Emosi PPKM Darurat

Berdasarkan analisa Evello, rencana PPKM Darurat pada dasarnya telah ditunggu publik. Pasalnya, nilai sentimen terhadap rencana ini mencapai skor 26 persen positif. Walaupun tidak bersentimen besar, tetapi emosi yang menyertai didominasi Joy dan disusul emosi Sadness.

Terhadap PPKM Darurat, emosi yang menyertai juga didominasi oleh Fear sebesar 15% setelah emosi Joy. 

Dari analisa ini terlihat bahwa emosi yang dominan terhadap rencana pelaksanaan PPKM Darurat adalah Joy, Sadness dan Fear. Ketiga jenis emosi inilah yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah dalam berkomunikasi ke publik.

Membedah Isi Surat Wasiat Pelaku Teror Lewat Deep Learning

Analisa Evello Big 5 Personality

AKSI terorisme yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan dan Mabes Polri, Jakarta dalam waktu hampir berdekatan, menambah panjang aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.
Lembaga riset Big Data, Evello mengungkapkan temuan menarik seputar surat wasiat yang ditinggalkan oleh pelaku teror bom Makassar dan penyerang Mabes Polri.

Melalui analisa menggunakan teknologi deep learning yang dimiliki, Evello mengungkapkan bahwa emosi Joy mendominasi kedua pelaku saat menuliskan surat wasiat tersebut. Namun, di sisi lain, emosi sad (sedih) juga terekam cukup tinggi melalui analisa deep learning. CEO Evello Dudy Rudianto mengungkapkan, emosi joy Muh Lukman Alfahiz (pelaku teror makassar) mencapai skor 62,63% dan Zakiah Aini (penyerang mabes Polri) memiliki skor lebih tinggi untuk emosi Joy, yaitu 65,09%. Untuk emosi sad, Muh Lukman Alfahiz mencapai 43,31% dan Zakiah Aini mencapai 47,57%.

“Emosi joy menunjukkan ketika menulis surat wasiat tanpa tekanan. Sedangkan emosi sadness wajar mengingat mereka memilih untuk meninggalkan keluarga mereka selama-selamanya. Lagi pula berdasarkan analisa Semantic, kata Sayang, Ibadah dan Ibu mendominasi penekanan isi surat wasiat,” papar Dudy dalam keterangannya.

Lebih jauh, melalui analisa menggunakan Big 5 Personality, ditemukan bahwa kedua pelaku memiliki skor Extraversion sangat rendah. Yaitu 29% untuk Zakiah Aini dan 10% untuk Muh Lukman Alfahiz.

“Skor ini menunjukkan jika Muh Lukman Alfahiz adalah pribadi yang lebih pendiam, tertutup dan lebih independen terhadap kehidupan sosial dibandingkan Zakiah Aini” papar Dudy.  Tak hanya itu, Emotional Range kedua pelaku terbilang rendah, yaitu 13% untuk Muh Lukman Alfahiz dan 17% untuk Zakiah Aini.

Semakin rendah skor emotional range menunjukkan jika kedua pelaku tidak mudah takut dan gugup serta tenang.  Analisa karakter pribadi kedua pelaku cenderung sama berdasarkan Big 5 Personality. Hanya saja ada perbedaan dimana Muh Lukman Alfahiz cenderung tradisional dibandingkan Zakiah Aini.

“Hal ini terlihat dari skor Openness Zakiah Aini yang lebih besar jika dibandingkan dengan Muh Lukman Alfahiz” Ujar Dudy.

Indonesia Gawat Darurat Hoaks?

Analisa Konten Hoaks Melalui Trending Video Evello

Sebulan lalu, 26 Mei 2021 tim analis evello tengah terkekeh saat membaca data. Melalui analisa lewat fasilitas Trending Video, kami terkekeh saat menemukan dua buah video yang mengandung konten hoaks. Kebetulan dua video tersebut bercerita tentang tokoh reformasi Amien Rais.

Video pertama terbit pada 24 Mei 2021. Video yang diunggah melalui channel youtube Pojok Dunia mengabarkan bahwa Amien Rais meninggal. Judulnya secara gamblang mengabarkan wafatnya Amien Rais: Berita Terkini ~ Innalillahi! Amien Rais Tak Tertolong ~ Tangis Keluarga Tak Terbendung.

Thumbnail Hoaks Amien Rais Meninggal
Thumbnail Hoaks Amien Rais Meninggal

Video kedua ditemukan sehari setelahnya pada 25 Mei 2021. Video hoaks ini tak kalah bombastis karena mengulas penyebab kematian Amien Rais. “Berita Terkini ~ Meng3jutk4n! Penyebab K3m4ti4n Amien Rais ~ Tak Di Duga Ternyata Karna Ini”. Pada thumbnail juga terlihat Presiden Joko Widodo seolah-olah hadir dalam investigasi penyebab kematian Amien Rais. Video ini juga diproduksi oleh channel youtube Pojok Dunia.

Kedua video memiliki pengaruh yang sangat kuat. Terbukti jumlah penayangan keduanya tembus mencapai angka jutaan tayang. Video pertama telah ditonton lebih dari 2 juta kali tayang dan video kedua lebih dari 1 juta kali tayang.

Dengan jumlah tayang sebesar itu, wajar seminggu kemudian ketika orang tua penulis secara sadar menyebutkan “almarhum Amien Rais” ketika sedang ngobrol via telepon. Saat ditanya, darimana beliau tahu kabar meninggalnya Amien Rais, dengan pasti dijawab dari youtube.

Thumbnail Hoaks Penyebab Amien Rais Meninggal
Thumbnail Hoaks Penyebab Amien Rais Meninggal

Kami di evello mengamati produksi hoaks melalui jejaring berbagi video youtube sangat aktif dilakukan. Bahkan video-video ini mulai menyebar sejak pagi dengan jumlah ditonton (view) yang tinggi. Kami menyimpulkan bahwa penyebar konten hoaks tersebut sangat siap. Baik dari kesiapan SDM dan juga perangkat kerja.

Konten hoaks yang disebar juga bersifat provokasi massa. Sebagai contoh dalam sepekan pemantauan (18-23 Juni 2021), evello menemukan beberapa konteks hoaks dengan seruan turunkan Jokowi, adanya jutaan massa Rizieq Shihab yang turun ke jalan dan SBY siap pasang badan jika terjadi poeple power terhadap Jokowi.

Selain bersifat provokasi massa, konten hoaks yang disebarkan kerap membalikkan fakta. Sebagai contoh, evello menemukan adanya video dengan thumbnail Anies Baswedan dan SBY ditangkap oleh pihak kepolisian. Tidak hanya itu, evello juga menemukan video M Qodari duduk di kursi roda karena kakinya dilumpuhkan kepolisian.

Tidak hanya itu, konten yang disebarkan juga banyak bersifat membenturkan opini dan fisik dari kekuatan sosial politik yang ada. KPK, TNI, Polisi dan Umat Islam adalah kelompok yang kerap dibenturkan dengan pihak lain.

Kesimpulan

  1. Produksi konten hoaks yang disebarkan melalui jejaring berbagi video youtube sebagian besar didominasi oleh konten yang bersifat pembalikan fakta dan provokasi massa.
  2. Sebagian besar konten hoaks diproduksi secara profesional oleh tim dengan kesiapan yang matang mengingat konten-konten tersebut telah diunggah sejak pagi hari.
  3. Dapat dipastikan tidak ada satu hari pun tanpa konten hoaks disebarkan berdasarkan pantauan mesin evello.
  4. Video-video tersebut ditonton dalam jumlah sangat besar sehingga dapat dipastikan jumlah orang yang terpapar konten hoaks tidak sedikit.

Dua Politikus Ini Tuai Ratusan Ribu Hingga Jutaan Komentar di Youtube. Siapa Mereka?

Evello 3D SNA

Platform berbagi video YouTube dinobatkan sebagai media sosial terpopuler untuk masyarakat Indonesia. YouTube memiliki 170 juta pengguna atau 93,8 persen dari total keseluruhan populasi 181,9 juta pengguna internet berusia 16-64 tahun.

Berdasarkan riset yang dilakukan Hootsuite dan We Are Social per Januari 2021, Senin (15/2/2021), pengguna internet berusia 16-24 tahun paling banyak menghabiskan waktunya menonton video online di perangkat mereka.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Selain itu, Evello juga menemukan jika kanal youtube juga menjadi wahana persebaran informasi politik yang tinggi. Salah satunya adalah saat Pilpres 2019 yang lalu. Pada periode 1-28 Juni 2019, video dengan tema sidang MK telah ditonton sebanyak 184.952.758 kali tayang melalui persebaran 4.928 video.

Tak hanya aktif menonton, pengguna youtube ramai melibatkan diri lebih jauh terhadap apa yang mereka tonton melalui kolom komentar. Budaya berkomentar menyebabkan platform berbagi video ini semakin kaya akan pendapat publik.

Sebagai contoh, dalam sepekan pemantauan (20-27 Mei 2021), video dengan tema kesehatan telah dikomentari sebanyak 28,654 komentar. Pada periode yang sama, video-video bertemakan hukum menuai 32,875 komentar. Agaknya tema kesehatan dan hukum paling banyak menarik pengguna youtube untuk berkomentar.

Komentar Pengguna Youtube Periode 20-27 Mei 2021
Komentar Pengguna Youtube Periode 20-27 Mei 2021

Video-video kiprah politisi pun tak luput dari perhatian youtuber melalui kolom komentar. Berdasarkan penelusuran Evello, terdapat dua tokoh dengan komentar terbanyak di jejaring youtube pada periode 1 April – 27 Mei 2021. Keduanya adalah Joko Widodo dan Anies Baswedan.

Pada periode tersebut, Joko Widodo mengoleksi jumlah video sebanyak 5.352 video. Tanggal 3 April, 9 April dan 29 April 2021 adalah hari-hari dimana sebaran video Joko Widodo mencapai puncaknya dengan lebih dari 150 video per hari.

Walhasil, dengan video sebanyak itu, Joko Widodo menjadi politikus dengan keramaian komentar terbanyak di youtube. Jumlah komentar dilesakkan oleh youtuber mencapai 1,052,645 percakapan.

Jumlah Komentar Joko Widodo di Youtube Periode 1 April - 27 Mei 2021
Jumlah Komentar Joko Widodo di Youtube Periode 1 April – 27 Mei 2021

Selain Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah tokoh politik kedua terbanyak mengoleksi sebaran video di jejaring youtube. Anies pada periode 1 April – 27 Mei 2021 menuai koleksi sebaran sebanyak 2.271 video. Periode 3 Mei dan 7 Mei 2021 adalah periode tertinggi persebaran video Anies Baswedan di jejaring youtube.

Melalui video sebanyak lebih dari 2 ribu unggahan, Anies Baswedan dikomentari pengguna youtube sebanyak 302,607 atau setara dengan 1/3 jumlah komentar Joko Widodo.

Jumlah Komentar Anies Baswedan di Youtube Periode 1 April - 27 Mei 2021
Jumlah Komentar Anies Baswedan di Youtube Periode 1 April – 27 Mei 2021

Rasio Likes vs Dislikes antara kedua tokoh cukup besar. Joko Widodo memiliki rasio perbandingan 92% Likes dan 8% Dislikes. Sementara Anies Baswedan memiliki rasio 94% Likes dan 6% Dislikes.

Kesimpulan

  1. Di jejaring youtube, Joko Widodo dan Anies Baswedan adalah tokoh politik terbanyak menuai komentar pengguna youtube. Keduanya memiliki jumlah komentar jauh di atas politisi lainnya. Sebagai contoh, pada periode yang sama, Ganjar Pranowo dikomentari pengguna youtube sebanyak 82,448 percakapan. Sementara Ridwan Kamil menuai 16,071 komentar.
  2. Tingginya percakapan kedua tokoh sekaligus mencerminkan polarisasi yang tercipta akibat Pilpres 2014 dan 2019 lalu mengingat engagement terhadap video-video milik Prabowo Subianto cenderung turun.
  3. Tidak semua video yang beredar berasal dari sumber terpercaya, banyak video tersebar dengan skor engagement tinggi justru merupakan video hoaks.