Rivalitas Bendera Tauhid dan Bendera Bintang Kejora dalam Bingkai Big Data

Group-73.png

Hari Selasa ini, 3 September 2019, media ramai dengan tertangkapnya kader Partai Perindo dengan membawa bendera bintang kejora. Seperti berita yang diturunkan CNN Indonesia, personel Polres Manokwari, Papua Barat menangkap seorang perempuan di Bandara Rendani Manokwari atas kepemilikan bendera Bintang Kejora. Sekitar 1.500 lembar bendera kecil Bintang Kejora dibawa dalam koper berwarna pink. Berita ini tidak cukup besar menyumbang ‘suara’ untuk kepopuleran bendera Bintang Kejora. Seperti pada grafik Result Evello di bawah ini.

Gambar 1. Rekaman percakapan di ranah digital antara target bendera Tauhid dan bendera Bintang Kejora, pada periode 27 Agustus s.d. 3 September 2019

Gambar 1. Memperlihatkan topik bendera Bintang Kejora memuncaki percakapan di sosial media dan media online pada rentang 27 Agustus-1 September 2019. Sedangkan bendera Tauhid ramai menjadi bahasan netizen di 2 September 2019. Pada periode pemantauan ini ada dua puncak dari dua target berbeda; 29 Agustus menjadi puncak perbincangan bendera Bintang Kejora dan 2 September klimaks perbincangan bendera Tauhid.

Tanggal 29 September, media dan pengguna sosial media gaduh sebagai respon terhadap pengibaran bendera Bintang Kejora sewaktu demo mahasiswa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2019). Seperti berita yang di muat kompas.com, aksi demo didahului dengan longmarch dari Gedung Kemendagri. Sesampainya di Istana Negara, masa pendemo langsung membuat lingkaran yang dibatasi oleh tali rafia. Setelah itu, musik pun didendangkan dan mereka menari tarian wisisi atau tarian adat khas Papua. Mereka tampak menari sambil mengibarkan bendera bintang kejora. Petikan artikel dan tanggapan masyarakat dapat dilihat pada Gambar 2. Di bawah ini.

Gambar 2. Petikan artikel dan tanggapan masyarakat terhadap pengibaran bendera Bintang Kejora saat demo mahasiswa di depan Instana Negara tanggal 28/9 2019

Walaupun media memuat informasi akan ditindaknya pengibar bendera Bintang Kejora, namun netizen justru mempertanyakan mengapa aparat belum bertindak. Seperti Warta Ekonomi menurunkan artikel tentang Menkopolhukam Wiranto, yang akan menindak tegas orang yang mengibarkan bendera Bintang Kejora. Demikian juga di Tribunnews.com, bahwa Kapolri, Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Metro Jaya untuk menindak pengibar bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara.

Kini kita beralih pada tanggal 2 September 2019, dimana pembicaraan bendera Tauhid sedang mendominasi. Rupanya masyarakat merespon tindakan aparat yang menertibkan langsung bendera Tauhid saat perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram, yang jatuh bertepatan di tanggal 1 September 2019. Cuplikan respon pengguna Twitter dapat di simak pada Gambar 3 berikut ini.

Gambar 3. Respon masyarakat terhadap pelarangan bendera tauhid saat perayaan Tahun Baru Islam.

Mereka beranggapan tindakan aparat berbeda dalam menangani bendera Bintang Kejora yang terkesan di biarkan, sedangkan bendera Tauhid langsung diamankan.

Virality Online Media

Artikel yang paling banyak dibagikan untuk target bendera Tauhid berasal dari rakyatku.com, berjudul Ribuan Umat Islam di Jeneponto Pawai Akbar. Artikel ini telah dibagikan sebanyak 723 kali. Detailnya, seperti pada Gambar 4 di bawah. Artikel kedua yang viral tentang Felix Siauw ikut aksi bentangkan 1,5m kain, yang diturunkan detik.com

Gambar 4. Berita tentang bendera Tauhid yang paling banyak dibagikan di sosial media

Sedangkan berita yang menarik perhatian publik untuk bendera Bintang Kejora berasal dari Kompas.com. Dengan judul Ketua MPR: Baru Kali Ini Pengibaran Bendera Bintang Kejora Tak Ditindak Serius. Disebar di ranah sosial media  sebanyak 6.207 kali. Berita yang terbanyak di sebar lainnya juga berasal dari artikel yang sama.

Gambar 5. Publikasi seputar bendera Bintang Kejora yang paling banyak dibagikan di sosial media

Influencer Dari Pihak Yang Sama ?

Yang menarik, biasanya Influencer suatu topik atau target berasal dari pihak pendukung target tersebut. Namun untuk Target bendera Tauhid versus bendera Bintang Kejora ini, Influencer untuk percakapan bendera Bintang Kejora dan bendera Tauhid seperti berasal dari kalangan yang sama. Terlihat pada isi postingan di sosial media yang bernada serupa. Gambar 6 di bawah ini.

Gambar 6. Influencer bendera Tauhid dari Twitter

Sedangkan Influencer untuk bendera Bintang Kejora dari Twitter seperti pada Gambar 7.

Gambar 7. Influencer bagi bendera Bintang Kejora

Dengan membandingkan konten pada Gambar 6 dan Gambar 7, terlihat bahwa informasi yang diposting untuk target bendera Tauhid dan bendera Bintang Kejora berasal dari kubu yang sama. Mereka merasakan adanya tebang pilih aparat pada bendera Tauhid.

Menanggapi hal ini Polri punya alasan tersendiri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya mempertimbangkan potensi gangguan keamanan yang mungkin ditimbulkan, jika langsung menindaklanjuti pengibaran bendera Bintang Kejora saat aksi demonstrasi. Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, “Itu teknis, kalau misalnya ditindaklanjuti ternyata gaduh, ternyata jatuh korban, malah lebih parah lagi, biar damai dulu tapi penegakan hukum tetap dilakukan,” tutur Dedi saat ditemui kompas.com di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Meskipun penindakan terhadap pengibar bendera Bintang Kejora sebenarnya telah dilakukan aparat kepolisian. Namun pesan ini tidak sampai pada pihak dibalik bendera Tauhid. Sehingga mereka beranggapan aparat pilih kasih. Terbukti dari analisis data Evello, sepanjang tujuh hari terakhir ini. Isi postingan di sosial media masih berkisar ketidakpuasan pada cara penanganan pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora.

Tranding Now

SOSIAL MEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *