Membedah Akun Robot Disekeliling Wakil Presiden Maruf Amin

Deteksi Akun Robot Pendukung Maruf Amin
Group-73.png

Jelang tutup tahun 2019 perangkat analitik big data Evello menemukan keanehan dalam percakapan Wakil Presiden Maruf Amin. 10 akun terbanyak memperbincangkan Maruf Amin terlihat menghasilkan pola interaksi seragam. Melalui ciri dan pola tersebut, evello menyimpulkan akun-akun tersebut adalah robot yang bekerja mendengungkan Maruf Amin.

Berdasarkan gambar 1 dibawah, cara kerja akun-akun tersebut bisa dikatakan seragam. Jumlah tweet perhari selama periode 1-28 Desember 2019 tidak lebih dari 6 tweet. Tak hanya itu, waktu bekerja akun-akun tersebut terlihat seragam. Polanya memperlihatkan adanya penjadwalan kerja.

Wired.com dalam artikel berjudul What Is a Bot? menyebutkan adanya ciri yang disebut sebagai “bot-like activity”. Wired menyebutkan setidaknya tiga ciri untuk menentukan adanya akun robot atau bot. Ciri pertama adalah adanya puluhan bahkan ratusan aktivitas retweet dalam sehari. Ciri kedua membanjiri linimasa dengan puluhan bahkan ratusan pesan, konten dan tautan yang sama. Sementara ciri ketiga adalah penggunaan banyak akun untuk melakukan kedua aktivitas di atas.

Gambar 1. Deteksi penggunaan akun-akun robot yang digunakan untuk mendengungkan Wakil Presiden Maruf Amin periode 1-28 Desember 2019.

Jika ditelisik lebih jauh, 10 akun-akun tersebut memang memiliki tingkat keaktifan sangat tinggi. Jumlah status (tweet, retweet, mention) masing-masing akun mencapai jumlah yang sama dengan pengikut terbilang kecil.

Gambar 2. Tabel biodata 10 akun terbanyak berkicau tentang Maruf Amin. Jumlah status tinggi dengan pengikut kecil.

Untuk memastikan bahwa akun-akun tersebut adalah akun robot, penulis melakukan pengecekan terhadap konten dua akun, yaitu @FujiHans dan @RahayuShintta.

Gambar 3. Konten akun FujiHans keseluruhan hanya bercerita tentang Maruf Amin. Tidak ada interaksi diluar topik Maruf Amin.

Kicauan @RahayuShintta juga memperlihatkan konten serupa dengan akun @FujiHans. Tema percakapan keduanya tidak bergeser dari upaya mendengungkan Maruf Amin.

Gambar 4. Konten kicauan akun @RahayuShintta identik dengan kicauan konten akun @FujiHans

Menariknya, konten yang digunakan oleh akun-akun tersebut terindikasi berkaitan dengan pelaksanaan pemilu Presiden dan Wakil Presiden lalu. Dengan kata lain, akun-akun bot tersebut telah bekerja sejak Pilpres 2019 lalu.

Membandingkan Presiden dan Wakil Presiden

Wakil Presiden Maruf Amin memang tidak setenar di jagad maya dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo. Pada periode pantau 1-28 Desember 2019, di ranah twitter, Maruf Amin berbagi Share Index dengan Jokowi sebanyak 4,7%. Di media pemberitaan, Maruf diberitakan hanya 9,8% dibandingkan Jokowi. Kedua ukuran berbanding Jokowi hanya mencapai kurang dari 10%.

Berita-berita tentang Maruf Amin menimbulkan kemelekatan dengan pengguna facebook sebesar 17.601. Sementara di saat yang sama, Jokowi memiliki nilai lekatan dengan netizen sebanyak 137.972.

Di Youtube, hanya 85.744 jempol disematkan kepada Maruf Amin. Sementara pada saat bersamaan, jempol dilayangkan untuk Jokowi mencapai 1.342.854 likes.

Kesimpulan

Posisi Wakil Presiden adalah modalitas luar biasa bagi seorang Maruf Amin untuk membangun persepsi publik organik di jagad maya. Aktivitas harian Maruf Amin adalah sumber konten unik untuk diekspos lebih jauh kepada publik. Penggunaan akun robot untuk mendengungkan Maruf Amin kepada publik sebaiknya dihentikan. Ganti dengan metode kreatif, menarik dan tentu saja berbobot untuk dikonsumsi rakyat Indonesia.

Tranding Now

SOSIAL MEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *