Berita Covid-19 Tembus 1.370.188 Artikel Sepanjang Januari – September 2021

Pemberitaan Covi19 Sepanjang 2021

Bulan Juli 2021 adalah puncak tertinggi keramaian pemberitaan Covid19 di Indonesia berdasarkan pantauan platform analytics Evello. Data evello menunjukkan jumlah artikel mencapai 246.945 pemberitaan.

Hingga artikel penelitian ini ditulis, September 2021 (hingga 22 September) adalah bulan paling rendah memberitakan Covid19 dengan 98.463 artikel. Menyusul April 2021 dengan 119.553 artikel berita.

Meskipun pada Juli 2021 Indonesia sedang dilanda gelombang serangan varian delta, pemberitaan Covid19 dibandingkan Juli 2020 tidak terpaut jauh. Terdapat perbedaan lebih dari 40 ribu lebih berita Covid19, yaitu 200.886 artikel berita pada Juli 2020 dan 246.945 pada Juli 2021.

Puncak keramaian pemberitaan justru terjadi pada April dan Mei 2020 disaat awal pandemi menyerang Indonesia. Pada April 2020, pemberitaan Covid19 mencapai 362.584 artikel berita. Disusul pada Mei 2020 dengan jumlah pemberitaan mencapai 294.801 artikel.

Tingginya percakapan pada April 2020 sekaligus mengukuhkan puncak pemberitaan Covid19 sepanjang periode 2020-2021.

Jumlah pemberitaan Covid19 pada Januari – September 2021 berdasarkan penelusuran evello mencapai 1.370.188 artikel. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2020. Hasil temuan evello menunjukkan pemberitaan Covid19 pada Januari – September 2020 mencapai 1.752.256 artikel.

Pemberitaan Covid19 pada 2020 tidak saja lebih besar dibandingkan pada 2021, tetapi juga sebaran di media sosial facebook. Data evello menunjukkan pemberitaan Covid19 pada 2021 telah dibagikan sebanyak 1.656.382 kali sebaran. Sementara, sebaran berita Covid19 pada periode tahun 2029 mencapai 2.268.791.

Beberapa tema yang viral dan menjadi topik sebaran tertinggi di masyarakat sepanjang 2021 adalah wafatnya Syekh Ali Jaber, masuknya TKA asal China, penggunaan antigen bekas di Medan, kasus kekerasan yang melibatkan oknum Satpol PP Gowa, kontroversi hoaks dokter Lois dan sumbangan fiktif keluarga Akidi Tio.

SHARE

HEADLINES