Apakah Publik Setuju Pendapat Komnas HAM Agar TNI Menahan Diri?

Data evello menunjukkan bahwa publik sangat tidak setuju dengan pendapat Komnas HAM agar TNI menahan diri dalam menghadapi konflik di Papua. Hal ini terlihat dari sentimen negatif yang mencapai 97% dan emosi takut yang mencapai 99%.

Publik menginginkan tindakan nyata dari TNI untuk menyelesaikan konflik di Papua. Hal ini terlihat dari gaya komunikasi yang action-seeking (mencari tindakan) sebesar 96% dan fact-oriented (berorientasi fakta) sebesar 95%. Publik juga cenderung tidak beropini tentang Komnas HAM yang dianggapnya tidak paham akan situasi di Papua dengan self-revealing (menyatakan diri) hanya sebesar 56%.

Audiens memiliki sifat rasional yang tinggi dalam menilai konflik di Papua. Hal ini terlihat dari personality traits (ciri-ciri kepribadian) yang rasional sebesar 99%. Publik cenderung menggunakan logika dan data daripada emosi atau intuisi dalam membentuk pendapatnya.

Masyarakat memiliki citra negatif terhadap Komnas HAM sebagai lembaga yang bertugas melindungi hak asasi manusia. Hal ini terlihat dari brand image (citra merek) yang detract (merusak) sebesar 100%. Publik merasa bahwa Komnas HAM tidak berpihak kepada korban konflik di Papua dan tidak memberikan solusi yang efektif.

Publik sudah termasuk dalam segmen psikografis yang at-risk (berisiko). Hal ini terlihat dari psychographics segment (segmen psikografis) yang at-risk sebesar 100%. Publik merasa terancam oleh konflik di Papua dan khawatir akan dampaknya bagi keamanan dan kedaulatan nasional sehingga dipastikan menolak dan tidak sepaham dengan pandangan Komnas HAM.

Around The Data

SHARE