Ada Persepsi Frustrasi Dalam Pertemuan Gibran & Anies di Solo

Pertemuan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Capres 2024 Anies Baswedan di Solo sesaat sebelum keduanya mengikuti haul Habib Ali berbuntut panjang. Banyak tudingan dilontarkan kepada Anies Baswedan, mulai dari memecah belah PDIP, mencari muka, bahkan menghalalkan segala cara seperti tudingan akun @ariefrasyad.
Akun yang diduga pendukung Ganjar Pranowo ini menyebutkan Anies Baswedan dengan sebutan “urat malunya sudah putus”. Kicauan yang ramai mendapat tanggapan netizen ini terbaca oleh Evello bersentimen negatif dengan skor mencapai 98%.
Melalui analisa karakter personal, Evello mendapati kicauan ini menunjukkan situasi emosional dengan skor mencapai 92%.
Sementara emosi sedih terlihat dominan dalam kicauan tersebut dengan skor mencapai 85%. Tak hanya sedih, emosi cemas mencapai skor 12% dan marah 8%. Persepsi publik atas kicauan tersebut senada dengan emosi kicauan, yaitu menyedihkan dengan skor 63%.
Dari kicauan tersebut juga terlihat jika pengunggah kicauan memiliki persepsi Frustrasi dengan skor 24% atas pertemuan Anies – Gibran. Selain itu, persepsi lainnya menunjukkan jika pertemuan ini tidak dikehendaki terjadi. Hal ini terlihat dari rendahnya skor Symphatetic 4%, Satisied 2% dan excited 1%.

Selengkapnya? #TanyaEvello

Analitik Berita Tempo Tentang Anies Baswedan & Formula E, Adakah Dampaknya?

@tempodotco pada Kamis (8 Desember 2022) melalui laman facebooknya mengangat berita berjudul “Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka Kasus’. Pada narasi tambahan disebutkan “Formula E Menjerat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan”.

Berdasarkan analitik Evello, berita tersebut dapat dikatakan viral.
Penelusuran evello menunjukkan jika jumlah percakapan terhadap pemberitaan ini mencapai 2.425 komentar dengan reaksi mencapai 3.493 pada jejaring facebook.

Selain berkategori viral, alias ramai menjadi perhatian, berita ini memiliki sentimen dengan bobot negatif hingga mencapai skor 94,74%. Frasa “Menjerat Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan” adalah penyumbang utama tingginya sentimen negatif.

Emosi yang terbentuk dari pemberitaan ini berkategori “menakutkan” dengan skor 33,94%. Emosi ini sangat kuat membentuk pendapat seseorang bahwa ada bahaya mengancam.

Lalu adakah dampaknya berita ini terhadap pencalonan Anies Baswedan pada Pilpres 2024?. Tentu ada dan sangat berpengaruh. Gabungan antara berita yang viral, sentimen negatif yang tinggi dan dominasi emosi menakutkan tentu merusak citra @aniesbaswedan.

Bersitegang Dengan Kemenkeu Soal DBH Minyak, Bupati Meranti Ramai Dicari Warga Tiktok

Protes keras Bupati Kepulauan Meranti M Adil tentang pembagian dana bagi hasil (DBH) minyak pada Rapat Koordinasi Nasional terkait Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru (10/11/22) ramai menarik perhatian warga Medsos. Termasuk di jejaring Tiktok.

Mengancam angkat senjata dan bergabung ke negara tetangga, protes M Adil ramai dicari warga Tiktok. Pantauan Evello menunjukkan video-video tiktok Bupati Meranti bahkan dibagikan ke jejaring Whatsapp sebanyak 2,9 ribu kali dengan jumlah unduhan mencapai 1,2 ribu kali.

Sebaran ke jejaring tiktok juga tinggi dengan 4,5 ribu kali dibagikan dengan interaksi mencapai 131 ribu Diggs. Adapun protes Bupati Meranti ini dipercakapan melalui kolom komentar hingga 4,5 ribu kali.

Sementara itu, dalam waktu kurang dari 24 jam, video-video Bupati Meranti telah ditonton warga Tiktok sebanyak 4 juta kali tayang.

Selengkapnya? #TanyaEvello

#Kemenkeu #DBHMInyak @kemenkeuri #Meranti #kepulauanmeranti

Bagi Pengguna Instagram, Ferdy Sambo Paling Berpengaruh Pada Citra Polri

Dengan Share Index 24% atau setara dengan 162.979.712 kali tayang menunjukkan besarnya perhatian publik Indonesia melalui Instagram terhadap kasus Ferdy Sambo. Pada periode yang sama, Polri di Instagram telah tayang sebanyak 515.869.556 kali ditonton untuk beragam kasus dan isu. Jumlah tayang sebanyak ini menunjukkan Polri menjadi institusi negara paling banyak ditonton publik .
Polri juga menuai interaksi sangat besar di Instagram. Jumlah tombol likes untuk beragam tema Kepolisian mencapai 102.383.793 likes. Adapun pada periode yang sama, Share Index kasus Ferdy Sambo dibandingkan Kepolisian RI mencapai 17% atau setara dengan 21.380.596 likes.
Obrolan netizen melalui Instagram untuk kasus Ferdy Sambo juga terbilang sangat besar. Jumlahnya mencapai Share Index 21% atau setara dengan 1.320.157 percakapan. Sementara pada periode pantau yang sama, Polri diperbicangkan sebanyak 4.941.820 percakapan.
Dari ketiga metric yang diukur terlihat jika kasus Ferdy Sambo akan menjadi salah satu top of mind publik tentang Kepolisian RI.

#ferdysambo #polri #kepolisian #bharadae #brigadirj

Persepsi Frustrasi Mendominasi Ingatan Publik Tentang Perilaku Kendaraan Berpelat RF

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan jika mobil berpelat RF paling sering melanggar aturan berlalu lintas dengan menggunakan bahu jalan tol. Bahkan Kepolisian mempersilahkan masyarakat untuk memberikan sangsi sosial kepada mobil berpelat RF sepanjang sangsi tersebut tidak melanggar hukum.
Di Media Sosial, perilaku pelanggaran hukum kendaraan pelat RF memang kerap menjadi bulan-bulanan protes. Walhasil, protes tersebut terbaca oleh sistem evello menuai sentiment negatif sangat besar dengan skor mencapai 83%.
Melalui deteksi emosi, terlihat jika protes tersebut didominasi bobot marah hingga 13% dan skor 10% menyebutkan jika kondisi ini menyedihkan. Ingatan publik akan akan perilaku pelanggaran pelat RF juga terbilang tidak bagus.
Dominasi persepsi Frustrasi dengan skor 33% menguasai top of mind publik tentang kendaraan pelat RF yang kerap melanggar lalu lintas. Tak hanya itu, persepsi sedih juga menguasai top of mind publik tentang perilaku pelanggaran lalu lintas kendaraan berpelat RF.
Dari Taxonomy Analyzer, evello berkesimpulan jika perilaku pelanggaran Lalu Lintas oleh kendaraan pelat RF adalah persoalan hukum. Skor taksonomi terbaca evello hingga 69%.

Selengkapnya? #TanyaEvello

Membaca Kenangan Evan Dimas Tentang Lanyalla Menggunakan Teknologi AI

Bintang sepakbola Indonesia, Evan Dimas Darmono ternyata punya kesan tersendiri tentang sosok Ketua DPD RI Lanyalla Mattalitti. Evan yang sukses bersama Timnas U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 pada 2013 menyebutkan peran besar Lanyalla.

Evan juga menyebutkan secara pribadi menyukai sosok dan kepemimpinan Lanyalla. “Saya secara pribadi sangat suka dengan Pak LaNyalla. Mungkin orang hanya tahu luarnya saja soal Pak Nyalla, tapi di dalam atau hatinya sangat baik. Pak LaNyalla juga memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik.”

Berdasarkan quote analyzer yang dimiliki, Evello melakukan analisa terhadap pernyataan Evan Dimas. Hasilnya ditemukan sentiment positive dengan skor sangat tinggi. Mencapai 86%, skor ini menunjukkan sosok Lanyalla sangat positif dimata Evan.

Emosi kegembiraan juga terlihat mendominasi pernyataan ini dengan skor Joy 57%. Tingginya skor Joy menunjukkan jika kenangan akan capaian Timnas U-19 pada AFF 2013 membawa kebahagiaan tersendiri.

Berdasarkan penyataan Evan, evello membaca reputasi Lanyalla dalam dunia sepakbola dengan skor Polite 47%. Dalam hal ini, tingginya skor Polite dalam Brand Perception menunjukkan penghargaan yang diberikan oleh Evan kepada Lanyalla.

Menariknya, pernyataan Evan terdeteksi evello sebagai murni pendapat pribadi. Pandangannya tentang sosok dan kepemimpinan Lanyalla terdeteksi dengan skor Self-Revealing 98%.

Lebih jauh, evello menangkap kesan mendalam dalam diri Evan tentang Lanyalla. Pernyataannya seperti dimuat pada beberapa media daring terdeteksi menunjukkan sisi emosional Evan Dimas. Dengan skor Personality Traits Emotional 96%, menunjukkan sisi emosional Evan saat berkomentar dibandingkan karakter rasionalitasnya.