Popularitas Anies ‘Bak Gedung Pencakar Langit’

0
652

Sebaran percakapan public tentang Anies merata hampir diseluruh wilayah provinsi di Indonesia, semua isu apakah menjurus sebutan “Goodbener” atau bahkan “Gabener”, terlihat sama nilainya. Seluruhnya, hanyalah pendorong kuat sosok Anies Baswedan hingga raihan popularitasnya bak gedung pencakar langit.

Pemantauan Evello kali ini akan mengulas empat nama target kepala daerah. Keempatnya adalah Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, Ridwan Kamil (RK) di Jawa Barat dan Lukas Enembe di Papua. Apa yang menarik dari mengulas nama-nama ini adalah sisi popularitas mereka.

Gambar 1. Grafik Pantauan Gubernur Periode 01-08 September 2019

Big Data Evello menunjukkan grafik pantauan gubernur selama pekan pertama September 2019, menempatkan percakapan tentang Anies di media dan media sosial berada paling tinggi jika dibandingkan Ganjar, RK dan Enembe. Dapat diperjelas bahwa berita-berita dan percakapan mengulas Anies selain berjumlah paling banyak, tersebar paling banyak, juga terbukti paling menarik perhatian publik. Grafik ini membuktikan kepopuleran Anies.

Sementatra itu, Total Shared News mencapai 5 ribu lebih berita dibagikan, dengan sebelumnya terdapat hanya 574 berita memuat isu Anies. Hal ini mengisyaratkan secara signifikan publik tak sekedar ingin membaca informasi tentang Anies, tapi juga berkepentingan untuk berbagi berita tentangnya. Kondisi seperti Anies ini tak terjadi pada isu RK dan Ganjar, lalu pada Enembe terlihat sedikit berbeda karena adanya tren peningkatan jumlah persebaran berita.

Isu Pergolakan Papua Melekat pada Enembe

Gambar 2. Ragam Berita Viral Seputar Lukas Enembe Periode 01-08 September 2019

Nama Lukas Enembe turut mencuat seiring pecahnya pergolakan Papua karena dipicu isu rasisme. Saat kerusuhan terjadi dan paska kerusuhan Enembe terlihat banyak mengambil peran berjibaku sebagai kepala daerah di wilayah konflik tersebut. Kabar rusaknya berbagai fasilitas paska kerusuhan, kabar ribuan orang duduki kantor Gubernur, serta permintaan Enembe kepada aparat agar bersikap persuasif membuat sosok Enembe terdorong kemuka public soal ini.

Ragam berita viral dalam pantauan Evello menunjukkan isu besar pergolakan Papua, dan peran Enembe sebagai Gubernur Papua dalam penyelesaian konflik yang terjadi, segala isu tersebut melekat kuat pada sosok Enembe hingga pekan ini, dan akan terus berpotensi mendongkrak popularitas Enembe di Papua.

Ganjar “Nunut” Mobil ESEMKA

Popularitas isu mobil Esemka kembali santer belakangan ini. Popularitas isu Esemka membuat sang penguasa Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut memetik buahnya. Perhatikan pernyataan Ganjar meminta pejabat Jateng gunakan mobil Esemka hingga berita ini menjadi viral dalam pantauan Evello Virality.

Gambar 3. Ragam Berita Viral Seputar Ganjar Pranowo Periode 01-08 September 2019

Dalam hal ini Ganjar dapat disebut “nunut” popularitas isu Esemka. Selain itu, Ganjar pun ikut angkat suara soal kerusuhan Papua dan kabar lain soal GP Ansor gembleng ratusan kader terbaiknya di Ponpes Asuhan turut mendongkrak popularitas Ganjar di Jateng. Ganjar terlihat jelas menggunakan pola “nunut” isu populer sebagai cara untuk mendompleng popularitas dirinya. Evello pun menilai sejauh ini popularitas Ganjar Pranowo masih sebatas di lingkup wilayah Jawa Tengah saja.

RK Baru Meletakkan Pondasi Kerja

Selanjutnya soal popularitas RK, RK sempat viral ketika dirinya angkat suara terkait rencana pemindahan pusat pemerintahan Jabar, sejauh ini kabar tersebut memang terbukti meningkatkan fokus perhatian publik di wilayahnya. Isu viral lainnya yakni soal kinerja RK selama setahun memimpin Jabar, RK pun menyebut bahwa dirinya masih baru meletakkan pondasi kerja sebagai Gubernur Jabar.   

Gambar 4. Ragam Berita Viral Seputar Ridwan Kamil Periode 01-08 September 2019

Analisa Evello terkait RK pekan ini, utamanya dari sisi popularitasnya terkesan biasa-biasa saja. Padahal RK sendiri selama setahun menjabat Gubernur Jabar tentu telah memiliki segudang informasi penting untuk disebar ke publik. Informasi itu semisal isu terkait kinerja membangun Jabar, yang seharusnya dapat memberikan kontribusi mengangkat popularitasnya. RK belum mengemas hal itu dengan apik.

Anies Diserang Isu Sampah, Trotoar hingga Pawai Obor

Berbeda dengan Enembe, Ganjar dan RK di jabar. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru menuai kritik tajam publik, ragam isu viral menyelimuti Anies terkesan bernuansa negatif. Anies diserang isu sampah dan polusi udara Jakarta, soal pawai obor hingga masalah trotoar.

Gambar 5. Percakapan Warganet dan Berita Viral Anies Baswedan Periode 01-08 September 2019

Perhatikan berita viral pada gambar 5, di mana Anies juga menuai sindiran politikus PDI-P soal isu PKL di trotoar. Tak kurang percakapan pada linimasa twitter menunjukkan intensitas kuat terjadinya saling serang antar warganet seputar isu Anies. Ada komentar dukungan, namun sebaliknya tak sedikit yang bersegera mem-bully Anies.

Lalu mengapakah Anies tetap saja terpopuler dibanding kandidat target lain padahal Anies selalu di-bully? Simak hasil kesimpulan Big Data Evello, berikut:

Popularitas Anies Bak Gedung Pencakar Langit

Gambar 6. Peta Sebaran Percakapan Anies, Ganjar, RK dan Enembe Periode 01-08 September 2019

Bayangkan jika dari ujung rambut hingga ujung kaki seseorang selalu menjadi sorotan khalayak ramai, dari hal terkecil remeh temeh hingga hal besar selalu diperhatikan dan diperbincangkan publik, dan itulah kenyataan terjadi pada Anies Baswedan saat ini.

Perhatikan gambar 6 di atas, terlihat sebaran percakapan tentang Anies nyaris merata pada hampir seluruh provinsi di Indonesia, bahkan Anies berada di posisi kedua terbanyak diperbincangkan di kandang Ganjar Pranowo. Di Jabar, percakapan Anies mengalahkan RK, dan di Papua, Anies mengungguli  Enembe. Di sini, Evello harus membenarkan istilah “Gubenur rasa presiden” disematkan publik pada Anies.

Evello dapat menjelaskan bahwa Anies sebenarnya telah meningkatkan tahapan perhatian dan percakapan warganet dari tahap Awareness, ke tahapan Engagement hingga Advocacy (tahapan ini tak terlihat dimiliki kandidat target lain)

“Tahap aware di sini, di mana publik masih baru mengenal Anies sebagai Gubernur Jakarta (pertanyaan tentang siapa Anies Baswedan menjadi awalnya). Seiring perjalanan waktu, publik pun terpapar informasi lebih dalam mengenai Anies, jika public suka, maka publik akan mencari informasi tentang Anies di media dan media sosial. Jika ada postingan seputar Anies dia like, share dan  memberikan komentar maka nilai engagement dia naik. Tahap Advocacy berarti audien sudah mengenal Anies sampai pada level personal, seolah-olah sudah dalam lingkaran pertemanan terdekat (bagaimana Anies)

Dengan menganalisis isi berita dan percakapan viral seputar Anies, maka level percakapan publik saat pemantauan ini dilakukan telah berada di tahap advocacy. Di mana audien sudah menjadi defender dan akan membela Anies mati-matian. Level ini merupakan yang tertinggi dalam tingkatan perhatian publik. Anies sejauh ini telah berhasil mengobok-obok jantung perhatian publik, dan menariknya hingga mendapat raihan popularitas “Bak Gedung Pencakar Langit”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here