HIV/AIDS Rajai Percakapan Isu Penyakit Jelang Tutup Tahun 2019

“Analisa Bigdata Evello menunjukkan isu penyakit paling mendapat perhatian masyarakat jelang tutup tahun 2019.  Asam urat, darah tinggi, dan kolesterol sepi perhatian publik, sebaliknya kanker, diabetes dan HIV/AIDS justru berada di top level isu. Diabetes mendominasi isu sepanjang tahun 2019 tumbang seiring naiknya isu kanker pada medio Desember, dan menariknya HIV/AIDS ternyata mengalahkan isu kanker di sisi jumlah reaksi dan komentar warganet dalam tujuh hari pemantauan”.

Pemantauan ini diawali dengan melihat sebaran berita dan percakapan warganet seputar penyakit asam urat, darah tinggi, kolesterol, HIV/AIDS, diabetes, dan kanker. Percakapan publik terdeteksi meningkat pada linimasa twitter terhadap isu HIV/AIDS, sedang berita online cukup banyak diisi isu diabetes. Seluruh isu di media dan media online dengan isu kanker berada paling atas.

Riset ini pada akhirnya hanya akan menyasar isu penyakit terpopuler saja, isu kanker mengulas penyanyi pop Vidi Aldiano terserang kanker ginjal menarik perhatian publik paling besar. Data terpantau misalnya, menunjukkan tingkat reaksi publik merespon kabar Vidi Aldiano, dan HIV/AIDS terkait meningkatnya angka penularan  HIV di berbagai daerah menaikkan besaran reaction dan engagement target isu tersebut. Fokus isu penyakit HIV/AIDS akan menarik diulas.

Gambar 1. Indeks Percakapan dan Pemberitaan Isu Penyakit

Data sebaran percakapan pada gambar 1 di atas, memperlihatkan sejumlah akun unik terlibat perbincangan bertema kanker sebesar 233 kali, sementara tema HIV/AIDS 51 percakapan, dan diabetes dengan 16 cuitan. Diabetes tak lebih populer dibanding HIV/AIDS pada linimasa twitter.

Sebaliknya, isu diabetes justru mendapat porsi pemberitaan di media online dengan 351 lebih tinggi dibanding isu HIV/AIDS sebanyak 202 berita, dengan kanker mencapai 1,043 pemberitaan. Kanker begitu mendominasi isu-isu penyakit pada media online.

Pada isu diabetes, ulasan berita seputar makanan yang perlu dihindari bagi para penderita diabetes menarik perhatian warganet. Kabar lain mengulas mitos-mitos tentang diabetes tak perlu dipercayai, serta kabar pria 11 tahun kena diabetes dan gagal ginjal diceramahi Ustad Dhanu karena perilakunya. Publik pun menaruh perhatian pada isu Singapura tarik obat diabetes terkontaminasi zat penyebab kanker NDMA, hingga memberi efek viral pada isu diabetes ini.

Selanjutnya, data seputar isu kanker didapat dari ulasan berita tentang cerita vokalis Roxette Marie Frediksson yang sekaligus menjadi survivor kanker otak. Kabar lain memuat kisah seorang wanita mengidap kanker stadium 4 di usia 22 tahun, hingga berita artis Vidi Aldiano mengungkapkan kondisi terkini dirinya lewat sebuah video menjadi penyumbang berita viral pada target kanker.

Gambar 2. Reaction dan Engagement Isu Penyakit

Ragam berita viral isu penyakit tersebut dengan sebelumnya diabetes merajai isu sepanjang Januari hingga November 2019 akhirnya tumbang bersama naiknya isu kanker minggu ini. Namun bila menilik tingginya jumlah reaction dan engagement isu HIV/AIDS (pada gambar 2), terlihat bahwa warganet paling bereaksi terhadap HIV/AIDS sangat tinggi hingga berpotensi menyalip popularitas isu kanker. Apa saja tema perbincangan HIV/AIDS, berikut petikannya:

Gambar 3. Awan Tema Berita HIV/AIDS di Media Online

Pada gambar 3 di atas,warganet terlihat menyoroti berita angka pengidap HIV dan penyebab penularan HIV. Berita tentang ODHA di daerah Tasikmalaya bertambah 100 orang setiap tahun, serta isu tentang calon pengantin baru di Cianjur bakal dites HIV mulai tahun depan. Cuplikan ragam berita ini sekaligus mewakili konsentrasi publik lebih tertuju pada isu-isu bertema “penularan HIV/AIDS”.

Penularan HIV ini ternyata menjadi frasa kunci kertarikan publik bila dilihat dari besaran jumlah komentar. Lalu, apa penyebabnya publik begitu antusias memperbincangkan kasus HIV/AIDS, simak fokus isu penyakit mengulas HIV/AIDS, berikut:

Fokus Isu Penyakit: Penularan HIV/AIDS

Beranda HIV/AIDS diantaranya dihiasi kabar dengan jumlah percakapan publik meningkat terkait angka penularan HIV/AIDS di berbagai daerah.Salah satunya lewat laman media Republika pada tanggal 10 Desember lalu menurunkan isu seputar HIV/AIDS ini di Sukabumi.

Kasus HIV/AIDS di Kota Sukabumi disebutkan dalam ulasannya paling besar berasal dari kalangan lelaki seks lelaki (LSL). Angka LSL sebagai penyumbang terbesar penyebab HIV/AIDS mewakili hingga 35 persen dari 155 orang. Padahal sebelumnya kasus terbesar berasal dari pengguna narkoba suntik (penasun) dan heteroseks.

Gambar 4. Total Reaction vs Total Comment Isu HIV/AIDS

Berita bahwa HIV/AIDS di Sukabumi dengan penularan terbesar lewat LSL tersebut memang terbukti memicu besaran reaksi dan percakapan isu HIV/AIDS hingga popularitasnya terdorong ke kuadran kinerja sebelah kanan (simak gambar 4). Bandingkan dengan isu kanker dan diabetes masih berada di sebelah kiri kuadran. Isu HIV/AIDS bahkan mendapat total percakapan tertinggi dengan 775 komentar.

Selain itu respon publik terkait meningkatnya angka penularan HIV/AIDS juga terpantau melalui metrics Evello. Di sini, keprihatinan publik terlihat jelas dengan membengkaknya angka engagement dan impression mencapai 6 juta lebih dalam percakapan melibatkan hanya 46 akun unik twitter. Benar-benar angka fantastis untuk popularitas isu HIV/AIDS.

Gambar 5. Unique Account  vs Engagement Isu HIV/AIDS

Besarnya angka penularan HIV/AIDS yang terjadi di Sukabumi dikabarkan telah disikapi oleh KPA dan Pemkot Sukabumi. Melalui langkah-langkah edukasi pencegahan HIV/AIDS ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi pada Senin (9/12).  Publik pun menaruh perhatian dan harapan besar pada upaya-upaya pencegahan HIV/AIDS seperti dilakukan Pemkot Sukabumi tersebut.

Riset Evello menghasilkan kesimpulan bahwa publik begitu menaruh perhatian terhadap ragam isu penyakit terutama HIV/AIDS jelang tutup tahun 2019. Publik terlihat bereaksi, memberikan komentar, membesarkan engagement dan impression dalam ranah percakapannya seputar HIV/AIDS, dengan keprihatinan dan kekhawatiran terhadap angka penularan HIV/AIDS diberbagai daerah akan terus meningkat di tahun 2020 mendatang. Gaya hidup generasi muda dan masyarakat di berbagai daerah kini menjadi sorotan utama warganet terkait isu HIV ini.

Tren Tindak Kriminal: Indonesia Produsen Narkoba?

“Pemantauan Evello menunjukkan isu narkoba dan penipuan paling mewarnai tren tindak kriminal jelang akhir November 2019. Isu penangkapan sejumlah warga asal China terlibat penipuan online, kabar rehabilitasi pelawak Nunung hingga penggerebekan pabrik narkoba masing-masing menduduki top level isu. Maraknya pabrik narkoba di dalam negeri memicu opini publik bahwa Indonesia ternyata potensial dijadikan “negara produsen narkoba”.

Pemantauan dimulai dengan melihat sebaran berita dan percakapan tindak kejahatan narkoba dan penipuan, di mana kedua target ini tertinggi dibanding ragam isu kriminalitas lainnya seperti pembunuhan dan penganiayaan. Percakapan publik terdeteksi meningkat pada linimasa twitter seputar ragam tindak penipuan, sedang berita online justru dihiasi isu-isu seputar narkoba.

Riset ini pada akhirnya hanya akan menyasar isu narkoba saja, fokus narkoba mengulas sisi rehabilitasi dan pemberantasan narkoba menarik perhatian publik paling besar. Data terpantau juga menunjukkan kejahatan narkoba kian memprihatinkan, di mana Indonesia masih saja sulit menutup pintu masuk peredaran narkoba.  

Gambar 1. Indeks Percakapan dan Pemberitaan Tren Tindak Kriminal

Data sebaran percakapan pada gambar 1 di atas, memperlihatkan sejumlah akun unik terlibat perbincangan bertema penipuan sebesar 182 kali, sementara tema narkoba berada tipis di peringkat kedua mengemas 86 percakapan.

Pada isu penipuan, tren tindak kriminal menampilkan ulasan berita bertema penipuan kacamata ray ban di Instagram menjalar ke Indonesia. Publik pun dihebohkan berita belasan driver ojol tertipu ‘order fiktif’, dengan kabar Wagub Jabar dilaporkan ke Polda, serta terbongkarnya sindikat penipuan online asal China paling memberi efek viral isu ini.

Sementara itu, isu narkoba justru mendapat tempat tertinggi porsi pemberitaan di media online dengan 650 lebih diberitakan dibanding isu penipuan sebanyak 428 berita sepanjang tiga hari sejak 24-27 November 2019.

Data seputar isu narkoba ini didapat dari ulasan berita tentang Anggota DPR RI Hinca Panjaitan kenalkan terapi narkoba dengan minum tuak. Kabar lain memuat penggerebekan pabrik narkoba di Jabar-Jateng, hingga seorang gadis Indonesia ditahan 14 jam oleh Polisi Singapura karena bedak ketiaknya dikira narkoba menjadi penyumbang berita viral pada target narkoba.

Gambar 2. Engagement Narkoba

Ragam berita viral tindak kriminal tersebut menunjukkan bahwa pada kedua isu ini memang mendapat ruang besar perhatian publik, namun menilik tingginya jumlah berita dibagikan dan engagement pada isu narkoba (pada gambar 2), pastinya ada suatu tema hangat dan menarik tengah diperbincangkan warganet. Apa saja tema perbincangannya, berikut petikannya:

Gambar 3. Percakapan Narkoba di Twitter

Pada gambar 3 di atas, warganet terlihat mempertanyakan keseriusan pemerintah Jokowi dalam hal pemberantasan narkoba. Rencana Komisi III DPR RI membentuk Panja pemberantasan narkoba karena kinerja BNN dinilai belum maksimal, serta munculnya sosok Duterte (Duterte dikenal bertangan besi dalam hal pemberantasan narkoba).

Cuplikan percakapan warganet tersebut sekaligus mewakili konsentrasi publik lebih tertuju pada isu-isu bertema pemberantasan narkoba.

Fokus Narkoba: Rehabilitasi dan Pemberantasan Narkoba

Beranda rehabilitasi narkoba dihiasi kabar vonis hukuman terhadap artis/pelawak Nunung Srimulat dan suaminya. Nunung akhirnya dijatuhi hukuman 1,5 tahun rehabilitasi di RSKO Cibubur, Nunung hanyalah satu dari sekian banyak publik figure/tokoh masyarakat terjerat kasus narkoba di negeri ini.

Indonesia masih terus dilirik sebagai pasar potensial peredaran narkoba, hingga menarik para pelaku kejahatan narkoba jaringan internasional tergiur memasok/menyelundupkan barang haram tersebut ke dalam negeri.   

Isu rehabilitasi narkoba dalam pemantauan kali ini, dengan Nunung berada di top isu media online, nyaris tidak mendapat perhatian masyarakat sama sekali. Padahal rehabilitasi paska penyalahgunaan narkoba punya peran penting dalam kerangka memutus rantai peredaran besar narkoba. Simak artikel terkait.

Bandingkan dengan isu pemberantasan narkoba. Percakapan bertema pemberantasan narkoba menuai hingga 6 juta lebih engagement dengan hanya melibatkan 7 akun unik saja. Benar-benar angka fantastis untuk suatu besaran perhatian publik terhadap suatu isu.

Gambar 4. Unique Account vs Engagement Pemberantasan Narkoba

Ramainya perhatian publik terhadap isu pemberantasan narkoba salah satunya terdorong kabar Komisi III DPR RI berencana membentuk Panja Narkoba. Kabar pembentukan Panja Narkoba ini sempat diulas laman republika pada Senin 25/11 lalu.

“Saya kira memang tidak terlalu berlebihan rapat ini untuk memutuskan segera membuat panja pemberantasan narkoba. Jadi rapat Komisi III hari ini mengusulkan pembentukan panja dan kita akan minta persetujuannya di rapat pleno Komisi III,” ujar Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11).

Pihak BNN pun menyambut baik rencana Komisi III tersebut.  “Oh kita sangat welcome (usulan dibentuk Panja narkoba),” kata Humas BNN, Sulistyo Pudjo Hartono belum lama ini.

Kabar Komisi III dan BNN serta ragam berita terkait menjadi pendorong besaran isu pemberantasan narkoba paling menarik perhatian publik. Publik sejatinya menaruh harapan besar pada upaya-upaya menekan angka kejahatan narkoba, namun sayangnya ditengah genjarnya pemerintah menutup masuknya narkoba dari luar negeri, di dalam negeri sendiri justru marak bermunculan pabrik/rumah industri penghasil narkoba.

Maraknya pabrik/rumah industri narkoba, tentu sangat merisaukan semua kalangan. Ancaman narkoba bagi bangsa Indonesia kini tak lagi sekedar muncul dari luar negeri saja tapi juga dari dalam negeri sendiri. Bagaimanapun keberhasilan jajaran aparat Polri dan BNN menggerebek pabrik produksi narkoba di Jateng-Jabar serta di Pekanbaru sangat perlu diapresiasi.

Bayangkan saja bila pabrik/rumah industri narkoba tersebut tak berhasil diungkap aparat, bukankah 1,5 juta pil PCC tersebut tentu telah beredar luas di tengah masyarakat kita? (pil PCC diduga dapat menyebabkan cacat syaraf permanen bagi penggunanya).

Sementara itu, respon publik atas berita-berita pabrik narkoba tersebut, tentu memungkinkan munculnya anggapan bahwa masih adanya pabrik-pabrik serupa di banyak lokasi lain dan hingga kini masih memproduksi narkoba.  

Arah perkembangan opini seputar isu-isu ini sangat perlu perhatian serius dari semua pihak guna upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Publik bahkan telah melihat bahwa jaringan narkoba internasional berada dibalik maraknya pabrik produksi narkoba, adalah cara “murmer” bagi kaki tangan mereka mengedarkan narkoba dengan memproduksi narkoba di dalam negeri. Ragam isu ini sekaligus mewakili potensi bahwa Indonesia kedepannya dapat dijadikan “negara produsen narkoba”.

Menag vs Menhan, Siapa Terpopuler?

Peta distribusi percakapan Menteri Kabinet Jokowi menunjukkan adanya persaingan ketat angka popularitas Menteri Pertahanan dan Menteri Agama di sejumlah wilayah persebaran. Prabowo unggul pada sebagian Sumatera, Kalimantan, dan seluruh wilayah Indonesia bagian timur. Sebaliknya, Fachrul Razi memimpin wilayah barat dan tengah Indonesia dengan puncaknya menyapu bersih pulau Jawa. Bila corong ‘radikalisme Menag vs nasionalisme Prabowo’ saling berhadapan, siapakah terpopuler?

Pemantauan Evello kali ini akan mengulas popularitas dua target menteri lewat pemantauan Menteri Kabinet Jokowi, dengan Prabowo Subianto sebagai Menhan dan satunya Menteri Agama Fachrul Razi. Fachrul Razi mengawali popularitasnya lewat “saya bukan menteri agama islam”, sedang Prabowo yang oposisi rela merendahkan hati demi bangsa dan negara dengan menjadi “pembantu Jokowi”, sontak membuat mata publik ‘terbelalak’.

Gambar 1. Grafik Prabowo vs Fachrul Razi Periode 26-02 November 2019

Big Data Evello menunjukkan grafik  percakapan di media dan media online pekan pertama November 2019 menempatkan Menag unggul lewat riuhnya pengguna twitter. Prabowo terbanyak diulas media online dengan 1,130 berita sedang Fahrul Razi berkisar 800 pemberitaan. Meski berselisih tipis pada total keseluruhan data, publik nyatanya menaruh perhatian lebih pada Menag dibanding Menhan.

Mengawali karirnya sebagai Menag baru, Fachrul Razi langsung menyatakan dirinya “saya bukan hanya menteri agama islam saja”. Ia pun bergegas menancap bendera lawas isu radikalisme hingga mengibarkan “larangan cadar dan celana cingkrang”. Buntutnya, Evello mencatatkan adanya reaksi warganet soal “DPR panggil Menag” karena dinilai telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Menag pun terdorong populer dengan isu radikalisme kian menempel.   

Gambar 2. Total Shared News Periode 26-02 November 2019

Unggul jumlah pemberitaan tak serta merta membuat Prabowo lebih populer, angka total berita dibagikan seputar Prabowo tak lebih tinggi dibanding Fachrul Razi. Perhatikan bahwa jumlah besaran komentar, reaksi hingga engagement Menag bahkan mencapai 111,434 dengan hanya berawal dari 800 berita saja. Angka ini terbilang fantastis untuk sosok baru Menag Fachrul Razi.

“Relawan Projo Cinta Prabowo”

Gambar 3. Ragam Berita Viral Seputar Prabowo Periode 26-02 November 2019

Ragam berita viral Prabowo Subianto terpantau radar Evello mengulas artis cantik Prilly Latuconsina berada di top 3 virality Evello. Prilly yang disebut-sebut penganggum sosok Prabowo itu langsung angkat bicara paska pelantikan Prabowo Subianto sebagai Menteri favoritnya. Kabar ‘relawan Projo cinta Prabowo’, di sisi lain tentu sangat unik dan terbukti viral lewat headline kompas.com.

Prabowo pun dikenal publik sebagai sosok berjiwa nasionalis. Prediksi akan menguatnya lini pertahanan tempur RI, isu Prabowo tak ambil gaji (belakangan dibantah), santunan kepada anak yatim, hingga mobil pribadi dipakai dinas, serta sederat isu lain kian menempelkan isu nasionalisme pada sosok Menhan Prabowo.  

Menag Fachrul Razi “Hanya Hafal Juz Amma”

Menag Fachrul Razi menyasar isu radikalisme, ketegasan “larangan cadar dan celana cingkrang” bagi PNS/ASN kontan memantik reaksi keras publik. Sikap keras Fachrul Razi soal radikalisme di satu sisi dan kabar dirinya sebagai Menag “minder karena hanya hafal Juz Amma”, di sisi lain tentu sangat menggelitik dan berita ini pun terbukti viral dalam pantauan Evello.

Gambar 4. Ragam Berita Viral Seputar Fachrul Razi Periode 26-02 November 2019

Mengapa isu radikalisme diusung Menag Fachrul Razi mendorongnya lebih populer dibanding isu nasionalisme ala Prabowo? Simak ulasannya berikut ini:

“Radikalisme Menag vs Nasionalisme Prabowo”

Gambar 5. Metrics Percakapan Menag vs Menhan Periode 26-02 Oktober 2019

Menilik gambar 5 di atas, posisi Menhan Prabowo berada di kuadran kinerja kanan-bawah. Kondisi ini menunjukkan jumlah ketertarikan publik lebih besar pada isu nasionalisme Prabowo dibanding radikalisme Fachrul Razi. Sebaliknya Fachrul Razi berhasil menyulut keterlibatan akun-akun unik lebih tinggi soal radikalisme yang didengungkannya, selain dapat dipastikan akun-akun pro dan kontra tersebut tengah terlibat saling serang.

Lebih jauh, awan tema menyelimuti isu Menhan Prabowo masih berkutat seputar sosok Prabowo dan dirinya sebagai Menhan, tidak terlihat adanya pergerakan atau gebrakan signifikan terkait kinerja Prabowo selaku Menhan. Hal ini berindikasi terhadap nasionalisme sosok Prabowo mulai mengarah kejenuhan publik.

Gambar 6. Akun-akun Unik Terlibat Saling Serang Seputar Isu Fachrul Razi

Sebaliknya, awan tema Fachrul Razi diselimuti isu larangan cadar dan celana cingkrang. Isu “radikal-radikul” dikibarkan Menag baru ini benar-benar berhasil menarik perhatian publik. Keterwakilan publik pada akun-akun unik seperti msaid_didu, ChristWamea, andre_rosiade, hingga Dennysiregar7 terlibat saling serang terhadap sosok Fachrul Razi, kondisi ini menjadi kunci terdorongnya isu radikalisme Menag lebih populer dibanding Menhan Prabowo.

Gambar 7. Data Rilis Evello Soal Anggaran APBD DKI

Sekedar tambahan, kondisi serupa popularitas Menag juga terjadi pada Mendagri Tito Karnavian. Tito dalam rencana awal kinerjanya menyatakan berencana akan “menyisir Pemda seluruh Indonesia”. Dampak pernyataan Tito selaku Mendagri baru, memicu lonjakan besar popularitas isu anggaran APBD DKI melibatkan Anies Baswedan. Rilis Evello pada gambar 7 di atas, dapat diartikan bahwa keterlibatan publik dan akun-akun unik sangat berpengaruh besar terhadap popularitas suatu isu.

Denny Siregar vs Permadi Arya & Guntur Romli, Siapa Terpopuler?

“Isu pemerintahan, isu politik, radikalisme, nasionalisme, khilafah, komunisme hingga separatisme, masih saja bertahan sebagai top level isu hingga kini. Para pegiat medsos, sosok dan keberadaannya telah mengambil peran penting penyemarak ragam isu itu pada ranah perhatian publik. Publik pun sempat melabeli mereka dengan istilah ‘buzzer’, ‘buzzer istana’, atau ‘apalah istilahnya’, hingga sosok para aktivis media sosial ini kian populer dan sepak terjangnya pun layak untuk diulas”.

Pemantauan Evello kali ini akan menyasar tiga nama pegiat medsos paling dekat dengan isu-isu panas tersebut di atas, targetnya adalah Guntur Romli dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Permadi Arya alias Abu Janda, serta Denny Siregar.

Gaung mereka selalu kuat di media dan media sosial, secara spesifik sebabnya didapat dari sepak terjang mereka dalam membela dan menghalau siapapun penyerang kebijakan pemerintah. Menariknya adalah, mencari tahu siapa aktivis medsos terpopuler?

Gambar 1. Grafik Sebaran Percakapan dan Pemberitaan

Berdasar grafik sebaran percakapan dan pemberitaan pada gambar 1 di atas, terlihat popularitas Guntur Romli lebih rendah dibanding Permadi Arya, dengan Denny Siregar memimpin paling atas. Denny Siregar memperoleh sebaran dengan total 16,741 percakapan sedang Permadi Arya 10,481 percakapan. Data ini menunjuk Denny Siregar keluar sebagai paling populer.

Sebelum mengulas lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui isu-isu apa saja membuat publik menaruh perhatian pada aktivitas mereka. Simak ulasan berita viral dan video terbanyak ditonton pemirsa Youtube, berikut:

Guntur Romli Kritik Anies Baswedan

Pada isu seputar Guntur Romli, popularitasnya meningkat terutama muncul dengan ulasan berita bertema politisi muda Faldo Maldini loncat ke partai PSI, dengan isu Puan Maharani dan keterwakilan perempuan di DPR RI menjadi berita paling viral di mata publik. Kritik Guntur Romli terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kian memberi efek viral tokoh ini.

Gambar 2. Ragam Berita Viral dan Video Seputar Guntur Romli

Permadi Arya vs Andre Rosiade Soal Separatisme dan Khilafah

Gambar 3. Ragam Berita Viral dan Video Seputar Permadi Arya

Sementara untuk Permadi Arya didapat lewat kabar berita kompas.com mengulas isu penelusuran jejak buzzer Indonesia yang “ditendang”. Kabar viral lain memuat tema ILC “siapa yang bermain buzzer?’, dan tak kalah ramai soal ribut-ribut Abu Janda vs Andre Rosiade bertema separatisme dan khilafah turut menghiasi ranah perhatian publik saat pemantauan sosok ini.

Lewat ragam berita viral dan video tersebut, isu seputar Guntur Romli dan Permadi Arya menempati ruang besar perhatian publik karena menyentuh isu-isu besar seperti khilafah dan separatisme, selain itu bersinggungan langsung dengan tokoh populer Anies Baswedan dan Andre Rosiade.

Denny Siregar dan Isu ‘Buzzer Istana’

Top 3 berita viral mengulas Denny Siregar bertema ‘buzzer/buzzer istana’. Publik pun tergelitik angkat bicara saat munculnya isu ‘buzzer istana’ ini hingga mendorong Denny Siregar mencuat populer. Denny juga terlihat diulas menyentuh tokoh populer lain seperti Rocky Gerung (tokoh RG ini terkenal dengan sikap kritisnya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah), juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Ustad Tengku Zul.  

Sementara itu video Denny Siregar terbanyak ditonton mencapai 137,359 views mengulas kritik soal ‘Bela Agama vs Bela Negara’. Video lain berkontribusi mendorong popularitas Denny berisi tema kematian mahasiswa dan isu tentang Wamena.

Gambar 4. Peta Distribusi Percakapan (Data Twitter @EvelloCorp)

Meski seluruh berita viral dan video terbanyak ditonton pemirsa pada ketiga tokoh ini nampak sama alias serupa, namun pada kenyataanya ‘distribusi pengaruh kicauan akun Denny Siregar ternyata memiliki  jangkauan lebih tinggi’ dan nyaris merata di seluruh wilayah Indonesia jika dibanding akun Permadi Arya dan Guntur Romli, kondisi ini seperti diungkap akun twitter @EvelloCorp beberapa hari lalu. Apa penyebab sebenarnya Denny Siregar terpopuler, simak penjelasannya berikut ini:

Awan Tema Denny Siregar Bersentuhan Langsung Dengan Jokowi

Awan tema pada linimasa Twitter menunjukkan akun-akun unik telah terlibat dalam percakapan isu dan berkontribusi besar memberi pengaruh terhadap popularitas ketiga tokoh pegiat medsos ini. Akun GunRomli misalnya terpantau bersinggungan langsung dengan akun aniesbaswedan, akun lain terlihat muncul dan membayangi seperti psi_id, TsamaraDKI, AntoniRaja juga grace_nat. Dapat disimpulkan bahwa lingkup dan skala percakapan seputar Guntur Romli berkutat pada isu- isu seputar partainya.

Gambar 5. Denny Siregar Dilingkupi Awan Tema Jokowi

Sementara pada akun permadiaktivis terlihat berawan tema andre_rosiade. Permadi Arya mendapat suntikan popularitas atas kritiknya ke Gerindra soal separatisme dan khilafah, tantangan itu direspon Andre Rosiade. Awan tema lain muncul lewat akun hanumrais dan wiranto1947 dalam isu penusukan Wiranto, juga Div Humas Polri dan Puspen TNI. Keterlibatan seluruh akun pada awan tema Permadi Arya cukup berkontribusi besar mendongkrak popularitasnya lebih tinggi dibanding Guntur Romli, namun kalah dibanding Denny Siregar.

Pada akun dennysiregar7 seperti terlihat melalui gambar 5 di atas, akun Denny ternyata bersentuhan langsung dengan awan tema jokowi, prabowo dan rockygerung. Dapat diperjelas bahwa seluruh akun unik dalam skala besar perbincangan isu Jokowi, Prabowo, dan Rocky Gerung juga tertarik memperbincangkan isu Denny Siregar di twitter, kondisi inilah yang menjadi kunci pendorong popularitas Denny Siregar lebih tinggi dibanding Guntur Romli dan Permadi Arya. Selain itu video-video seputar Denny Siregar juga mendapat jumlah suka dan komentar sangat tinggi dengan tema Rocky Gerung.

Tren Pergeseran Isu Ninoy Karundeng ke Arah PA 212

“Gelembung awan tema menampilkan frasa PA 212 kian membesar, sementara akun-akun unik pendukung Ninoy Karundeng dan PA 212 masih terlibat saling serang. Seluruhnya, menjuruskan tren percakapan publik tentang isu penganiayaan Ninoy Karundeng ke arah PA 212”

Pemantauan Evello kali ini akan mengulas isu tindak kriminal, di mana tren penganiayaan melibatkan Ninoy Karundeng dan PA 212 melonjak pada linimasa twitter. Sebaran tinggi berita-berita bertema narkoba dan pembunuhan, ternyata tak menyurutkan percakapan publik tentang kasus penganiayaan ini tetap mencuat ke permukaan. Mengapa animo perhatian publik demikian tinggi?

Gambar 1. Indeks Percakapan Tren Tindak Kriminal

Data sebaran percakapan public pada gambar 1, terdeteksi sebanyak 7.777 akun unik terlibat memperbincangkan tema penganiayaan, sementara popularitas narkoba dan pembunuhan hanya berada di peringkat kedua dan ketiga. Data ini membuktikan adanya ketertarikan sangat besar oleh warganet pada isu penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng.

Porsi besar popularitas isu ini di twitter terbilang unik mengingat tema narkoba dan pembunuhan mendapat tempat tertinggi porsi pemberitaan di media online. Perhatikan bahwa isu narkoba dan pembunuhan berada pada angka seribu lebih diberitakan dibanding isu penganiayaan dengan hanya mendapat 660 berita.

 Berita Viral Narkoba dan Pembunuhan

Gambar 2. Ragam Berita Viral Seputar Narkoba dan Pembunuhan

Pada isu pembunuhan, tren tindak kriminal meningkat terutama muncul dengan ulasan bertema kerusuhan Wamena. Publik paling menyoroti dampak kerusuhan Wamena soal rusaknya fasilitas umum, korban jiwa, hingga kabar eksodus warga pendatang, dengan isu kondisi di pengungsian paling memberi efek viral.  

Sementara untuk tema narkoba didapat dari ulasan berita tentang penggerebekan narkoba 1 kg sabu disebuah hotel di Banjarmasin yang melibatkan napi lapas. Kabar lain memuat seorang perempuan asal Indonesia tertangkap di bandara Filipina bawa narkoba 14 miliar menjadi penyumbang berita viral pada target narkoba.

Ragam berita viral tersebut membuktikan bahwa isu pembunuhan dan narkoba memang mendapat ruang besar perhatian publik di media online, namun demikian tidak signifikan dalam perhatian dan percakapan warganet di twitter, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3. Unique Account vs Engagement Penganiayaan

Besaran isu penganiayaan juga diperkuat dengan tingginya sebaran percakapan publik terkait kasus Ninoy Karundeng di wilayah kota-kota besar. Isu Ninoy Karundeng bagaimanapun telah tersorot dalam skala nasional, apalagi dengan ditambah munculnya isu PA 212 pada rangkaian kronologis peristiwanya, kian menarik diperbincangkan.

Berkaitan besarnya distribusi percakapan isu Ninoy ini, dapat dikatakan bahwa dominasi perhatian publik terhadap isu penganiayaan dan kematian Mahasiswa dalam aksi demo DPR, isu Pawai Mujahid 212 beberapa waktu lalu, perlahan tumbang.

Tren isunya pun terlihat bergeser, dari percakapan panas tentang Ninoy Karundeng menjadi mengerucut ke arah PA 212 dalam grafik pemantauan. Seperti apa pergeserannya dan mengapa isu penganiayaan ini menarik perhatian warga twitter? Simak hasil analisa Evello berikut ini:

Percakapan Publik Mengarah ke PA 212

Percakapan kasus penganiayaan terhadap Ninoy ini paling menarik di mata publik terutama karena ‘pentolan PA 212’ dikabarkan telah menjadi tersangka. Perhatian publik sontak tertuju pada isu penangkapan Sekjen PA 212 sebagai tersangka penganiaya Ninoy Karundeng.

Gambar 4. Berita Viral dan Video Terbanyak Ditonton Memuat PA 212

Perhatikan bahwa pada tanggal 8, berita tentang penetapan tersangka Sekjen PA 212 sebagai penganiaya Ninoy disebar sebanyak 728 kali, lebih banyak dibanding kabar memuat kronologis penganiayaan Ninoy dengan 140 dibagikan. Demikian video terbanyak ditonton pemirsa juga terlihat mengulas Sekjen PA 212 dibanding video tentang Ninoy. Pergeseran isu mulai mengarah ke PA  212.

Gambar 5. Awan Tema Ninoy Karundeng dan PA 212

Tren pergesarannya dapat terpantau lebih jelas melalui gelembung awan tema dan percakapan akun-akun unik. Awan tema memunculkan frasa PA 212 mulai menyelimuti percakapan tentang Ninoy dan mendominasi isu, sementara akun-akun pendukung Ninoy Karundeng dan PA 212 masih terlibat saling serang. Seluruhnya, telah membuktikan bahwa tren isu Ninoy Karundeng kini mengarah ke PA 212.

Kunci Kesaktian Pancasila

“Kecintaan publik yang dalam terhadap Pancasila terbukti menjadi frasa kunci dalam menjaga dan melestarikan Kesaktian Pancasila”.

Pemantauan Evello kali ini akan mengulas seputar isu ideologi dengan Pancasila, Komunis dan Khilafah sebagai targetnya. Menariknya mengulas ketiga isu ini adalah, menurunnya intensitas percakapan publik tentang Pancasila, sementara isu komunis dan khilafah justru kian membesar. Data isu ideologi ini kian bertambah unik karena pertarungan isu ketiganya paling sengit justru terjadi di saat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.   

Gambar 1. Indeks Sebaran Percakapan Isu Ideologi di Twitter

Big Data Evello menunjukkan indeks percakapan isu ideologi ini di twitter pada pekan pertama Oktober 2019, menempatkan percakapan tentang Komunis paling tinggi dibanding Pancasila dan Khilafah. Grafik ini sekaligus membuktikan isu Komunis merajai twitter dengan membelah nyaris 50% perhatian publik ketika membicarakan tentang ideologi.

Meski demikian, porsi isu Pancasila masih mendominasi media online dengan 1,096 pemberitaan, sedang Komunis mendapat 734, dan 52 berita tentang Khilafah. Berikutnya, akan dibahas sisi Virality ketiga isu ini untuk mengetahui mengapa isu ideologi menjadi populer.

Berita Viral Isu Pancasila, Komunis dan Khilafah

Gambar 2. Ragam Berita Viral Seputar Pancasila

Sebaran berita viral berisi presiden Jokowi dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan pimpin upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila memicu perhatian besar publik terkait isu Pancasila. Kabar viral lainnya mengulas tentang tempat-tempat bersejarah untuk mengenang kejadian G30S/PKI di hari Kesaktian Pancasila, juga menjadi fokus perhatian publik.

Sementara itu, isu tentang Komunis menjadi viral lewat ulasan berita memuat pernyataan Anies Baswedan saat berada di podium upacara Hari Kesaktian Pancasila. Anies menyebut “ancaman Komunis nyata”. Berita lain menyebut film ‘pengkhianatan G30S/PKI’ tak lagi wajib disiarkan turut memberi efek viral pada isu Komunis.

Gambar 3. Ragam Berita Viral Seputar Komunis

Lebih jauh soal isu khilafah, warganet terpantau menyoroti berita tentang pernyataan dari peneliti LIPI sebut Pancasila butuh panutan bukan slogan. Ulasan berita lain menjadi viral tentang adanya upaya pelemahan aksi demo mahasiswa lewat isu Khilafah, serta kabar soal tagar Gejayanmemanggil disebut banyak diretweet akun pro khilafah masuk menjadi berita viral Evello.

Gambar 4. Ragam Berita Viral Seputar Khilafah

Ragam berita viral tersebut menunjukkan bukti bahwa isu ideologi mendapat ruang besar dalam perhatian publik. Publik sangat terpicu dengan pernyataan Anies sebut ‘Komunis ancaman nyata’, Peneliti LIPI sebut Pancasila butuh panutan bukan slogan, juga sorotan isu Khilafah dalam demo mahasiswa, dan soal film G30S/PKI tak wajib disiarkan.

Tak hanya melalui ragam berita viral, peta sebaran percakapan publik dalam pemantauan Evello juga menunjukkan besarnya dominasi isu Komunis dibanding Pancasila. Jakarta mendapat nilai tertinggi dibanding kota-kota lain di Indonesia tentang ideologi karena dipicu pernyataan Anies soal komunis. Anies bagaimanapun telah berhasil mengedukasi masyarakat ‘secara sengit’ bahaya mengancam Pancasila.

Gambar 5. Pernyataan Menhan Soal Perang Ideologi Mengancam Indopasifik

Kewaspadaan bahwa ideologi Pancasila berpotensi tergerus ideologi lain, nampaknya juga sejalan dengan pernyataan Menhan soal perang ideologi berpotensi mengancam Indopasifik. Pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu itu disampaikan dalam suatu acara melibatkan negara ASEAN baru-baru ini. Lalu apa sebenarnya yang menjadi kunci Kesaktian Pancasila?

Kunci Kesaktian Pancasila dalam Perspektif Big Data

Kabar bahwa Jokowi dan para petinggi negara memimpin langsung jalannya upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila terbukti viral, hal ini dapat menjadi suri tauladan dan contoh yang baik bagi generasi muda bangsa dalam menjaga ideologi Pancasila. Perhatian serius semua kalangan terhadap Pancasila, dan pernyataan tegas para petinggi negara tentang bahaya ancaman ideologi lain terhadap Pancasila dapat mengedukasi masyarakat.

Perhatikan keterlibatan akun-akun unik pada gambar 6 di bawah, percakapan akun-akun ini memuat impression yang begitu dalam tentang Pancasila. Bangkitnya semangat nasionalisme publik ketika berbicara tentang Pancasila membuat isu ideologi komunis dan khilafah seperti ‘terseok-seok’ di hadapan Kesaktian Pancasila.

Gambar 6. Kecintaan Terhadap Pancasila

Data ini sekaligus membuktikan bahwa kecintaan publik terhadap bangsa ini demikian besar. Kecintaan publik yang dalam terhadap Pancasila terbukti menjadi frasa kunci dan paling penting dalam upaya menjaga dan melestarikan Kesaktian Pancasila berdasar perspektif big data Evello.