Setelah ramai menuai sentimen negatif publik, kisah pembunuh begal yang menjadi tersangka, Amaq Sinta berpotensi berakhir happy ending. Melalui analisa terhadap tiga peristiwa yang mengiringi perjalanan kasus ini, Evello menangkap kecenderungan sentimen negatif turun.
Saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lombok Tengah, kasus ini bersentimen negatif sangat besar. Sejalan dengan ramainya komentar satire publik, Evello mendapatkan skor bersentimen negatif mencapai 79,99%.
Sentimen negatif cenderung turun saat kasus ini diambil alih oleh Kepolisian Daerah (Polda) NTB. Skor negatif pun turun dari semula 79,99% menjadi 75,28%. Walaupun cenderung turun, kondisi ini tidak membuat publik puas. Hal ini terlihat dari emosi Joy yang tidak berubah serta penurunan skor sentimen yang tidak signifikan.
Skor sentimen negatif turun cukup tinggi saat Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto meminta kasus korban begal yang berujung menjadi tersangka untuk dihentikan. Respon public cukp kuat dengan skor sentimen negatif turun menjadi 66,69%.
Pendapat Kabareskrim jika kasus ini diteruskan akan membuat masyarakat takut melawan pelaku kejahatan menjawab ramainya komentar satire publik melalui media sosial.
Dukungan Kabareskrim untuk menghentikan kasus ini meningkatkan emosi Joy publik yang tadinya tetap bertahan pada skor 9% naik menjadi 11%. Sebelumnya saat kasus ini dilimpahkan ke Polda NTB, tidak ada perubahan skor emosi Joy.
Turunnya skor sentimen negatif dan meningkatnya kegembiraan publik pada kasus Amaq Sinta mendorong evello menyimpulkan jika kasus ini akan memenuhi keinginan publik.
Selengkapnya? #TanyaEvello


