Dengan Share Index 24% atau setara dengan 162.979.712 kali tayang menunjukkan besarnya perhatian publik Indonesia melalui Instagram terhadap kasus Ferdy Sambo. Pada periode yang sama, Polri di Instagram telah tayang sebanyak 515.869.556 kali ditonton untuk beragam kasus dan isu. Jumlah tayang sebanyak ini menunjukkan Polri menjadi institusi negara paling banyak ditonton publik .
Polri juga menuai interaksi sangat besar di Instagram. Jumlah tombol likes untuk beragam tema Kepolisian mencapai 102.383.793 likes. Adapun pada periode yang sama, Share Index kasus Ferdy Sambo dibandingkan Kepolisian RI mencapai 17% atau setara dengan 21.380.596 likes.
Obrolan netizen melalui Instagram untuk kasus Ferdy Sambo juga terbilang sangat besar. Jumlahnya mencapai Share Index 21% atau setara dengan 1.320.157 percakapan. Sementara pada periode pantau yang sama, Polri diperbicangkan sebanyak 4.941.820 percakapan.
Dari ketiga metric yang diukur terlihat jika kasus Ferdy Sambo akan menjadi salah satu top of mind publik tentang Kepolisian RI.
Persepsi Frustrasi Mendominasi Ingatan Publik Tentang Perilaku Kendaraan Berpelat RF
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan jika mobil berpelat RF paling sering melanggar aturan berlalu lintas dengan menggunakan bahu jalan tol. Bahkan Kepolisian mempersilahkan masyarakat untuk memberikan sangsi sosial kepada mobil berpelat RF sepanjang sangsi tersebut tidak melanggar hukum.
Di Media Sosial, perilaku pelanggaran hukum kendaraan pelat RF memang kerap menjadi bulan-bulanan protes. Walhasil, protes tersebut terbaca oleh sistem evello menuai sentiment negatif sangat besar dengan skor mencapai 83%.
Melalui deteksi emosi, terlihat jika protes tersebut didominasi bobot marah hingga 13% dan skor 10% menyebutkan jika kondisi ini menyedihkan. Ingatan publik akan akan perilaku pelanggaran pelat RF juga terbilang tidak bagus.
Dominasi persepsi Frustrasi dengan skor 33% menguasai top of mind publik tentang kendaraan pelat RF yang kerap melanggar lalu lintas. Tak hanya itu, persepsi sedih juga menguasai top of mind publik tentang perilaku pelanggaran lalu lintas kendaraan berpelat RF.
Dari Taxonomy Analyzer, evello berkesimpulan jika perilaku pelanggaran Lalu Lintas oleh kendaraan pelat RF adalah persoalan hukum. Skor taksonomi terbaca evello hingga 69%.
Selengkapnya? #TanyaEvello
Membaca Kenangan Evan Dimas Tentang Lanyalla Menggunakan Teknologi AI
Bintang sepakbola Indonesia, Evan Dimas Darmono ternyata punya kesan tersendiri tentang sosok Ketua DPD RI Lanyalla Mattalitti. Evan yang sukses bersama Timnas U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 pada 2013 menyebutkan peran besar Lanyalla.
Evan juga menyebutkan secara pribadi menyukai sosok dan kepemimpinan Lanyalla. “Saya secara pribadi sangat suka dengan Pak LaNyalla. Mungkin orang hanya tahu luarnya saja soal Pak Nyalla, tapi di dalam atau hatinya sangat baik. Pak LaNyalla juga memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik.”
Berdasarkan quote analyzer yang dimiliki, Evello melakukan analisa terhadap pernyataan Evan Dimas. Hasilnya ditemukan sentiment positive dengan skor sangat tinggi. Mencapai 86%, skor ini menunjukkan sosok Lanyalla sangat positif dimata Evan.
Emosi kegembiraan juga terlihat mendominasi pernyataan ini dengan skor Joy 57%. Tingginya skor Joy menunjukkan jika kenangan akan capaian Timnas U-19 pada AFF 2013 membawa kebahagiaan tersendiri.
Berdasarkan penyataan Evan, evello membaca reputasi Lanyalla dalam dunia sepakbola dengan skor Polite 47%. Dalam hal ini, tingginya skor Polite dalam Brand Perception menunjukkan penghargaan yang diberikan oleh Evan kepada Lanyalla.
Menariknya, pernyataan Evan terdeteksi evello sebagai murni pendapat pribadi. Pandangannya tentang sosok dan kepemimpinan Lanyalla terdeteksi dengan skor Self-Revealing 98%.
Lebih jauh, evello menangkap kesan mendalam dalam diri Evan tentang Lanyalla. Pernyataannya seperti dimuat pada beberapa media daring terdeteksi menunjukkan sisi emosional Evan Dimas. Dengan skor Personality Traits Emotional 96%, menunjukkan sisi emosional Evan saat berkomentar dibandingkan karakter rasionalitasnya.
