Membedah Isi Surat Wasiat Pelaku Teror Lewat Deep Learning

Analisa Evello Big 5 Personality

AKSI terorisme yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan dan Mabes Polri, Jakarta dalam waktu hampir berdekatan, menambah panjang aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.
Lembaga riset Big Data, Evello mengungkapkan temuan menarik seputar surat wasiat yang ditinggalkan oleh pelaku teror bom Makassar dan penyerang Mabes Polri.

Melalui analisa menggunakan teknologi deep learning yang dimiliki, Evello mengungkapkan bahwa emosi Joy mendominasi kedua pelaku saat menuliskan surat wasiat tersebut. Namun, di sisi lain, emosi sad (sedih) juga terekam cukup tinggi melalui analisa deep learning. CEO Evello Dudy Rudianto mengungkapkan, emosi joy Muh Lukman Alfahiz (pelaku teror makassar) mencapai skor 62,63% dan Zakiah Aini (penyerang mabes Polri) memiliki skor lebih tinggi untuk emosi Joy, yaitu 65,09%. Untuk emosi sad, Muh Lukman Alfahiz mencapai 43,31% dan Zakiah Aini mencapai 47,57%.

“Emosi joy menunjukkan ketika menulis surat wasiat tanpa tekanan. Sedangkan emosi sadness wajar mengingat mereka memilih untuk meninggalkan keluarga mereka selama-selamanya. Lagi pula berdasarkan analisa Semantic, kata Sayang, Ibadah dan Ibu mendominasi penekanan isi surat wasiat,” papar Dudy dalam keterangannya.

Lebih jauh, melalui analisa menggunakan Big 5 Personality, ditemukan bahwa kedua pelaku memiliki skor Extraversion sangat rendah. Yaitu 29% untuk Zakiah Aini dan 10% untuk Muh Lukman Alfahiz.

“Skor ini menunjukkan jika Muh Lukman Alfahiz adalah pribadi yang lebih pendiam, tertutup dan lebih independen terhadap kehidupan sosial dibandingkan Zakiah Aini” papar Dudy.  Tak hanya itu, Emotional Range kedua pelaku terbilang rendah, yaitu 13% untuk Muh Lukman Alfahiz dan 17% untuk Zakiah Aini.

Semakin rendah skor emotional range menunjukkan jika kedua pelaku tidak mudah takut dan gugup serta tenang.  Analisa karakter pribadi kedua pelaku cenderung sama berdasarkan Big 5 Personality. Hanya saja ada perbedaan dimana Muh Lukman Alfahiz cenderung tradisional dibandingkan Zakiah Aini.

“Hal ini terlihat dari skor Openness Zakiah Aini yang lebih besar jika dibandingkan dengan Muh Lukman Alfahiz” Ujar Dudy.

Indonesia Gawat Darurat Hoaks?

Analisa Konten Hoaks Melalui Trending Video Evello

Sebulan lalu, 26 Mei 2021 tim analis evello tengah terkekeh saat membaca data. Melalui analisa lewat fasilitas Trending Video, kami terkekeh saat menemukan dua buah video yang mengandung konten hoaks. Kebetulan dua video tersebut bercerita tentang tokoh reformasi Amien Rais.

Video pertama terbit pada 24 Mei 2021. Video yang diunggah melalui channel youtube Pojok Dunia mengabarkan bahwa Amien Rais meninggal. Judulnya secara gamblang mengabarkan wafatnya Amien Rais: Berita Terkini ~ Innalillahi! Amien Rais Tak Tertolong ~ Tangis Keluarga Tak Terbendung.

Thumbnail Hoaks Amien Rais Meninggal
Thumbnail Hoaks Amien Rais Meninggal

Video kedua ditemukan sehari setelahnya pada 25 Mei 2021. Video hoaks ini tak kalah bombastis karena mengulas penyebab kematian Amien Rais. “Berita Terkini ~ Meng3jutk4n! Penyebab K3m4ti4n Amien Rais ~ Tak Di Duga Ternyata Karna Ini”. Pada thumbnail juga terlihat Presiden Joko Widodo seolah-olah hadir dalam investigasi penyebab kematian Amien Rais. Video ini juga diproduksi oleh channel youtube Pojok Dunia.

Kedua video memiliki pengaruh yang sangat kuat. Terbukti jumlah penayangan keduanya tembus mencapai angka jutaan tayang. Video pertama telah ditonton lebih dari 2 juta kali tayang dan video kedua lebih dari 1 juta kali tayang.

Dengan jumlah tayang sebesar itu, wajar seminggu kemudian ketika orang tua penulis secara sadar menyebutkan “almarhum Amien Rais” ketika sedang ngobrol via telepon. Saat ditanya, darimana beliau tahu kabar meninggalnya Amien Rais, dengan pasti dijawab dari youtube.

Thumbnail Hoaks Penyebab Amien Rais Meninggal
Thumbnail Hoaks Penyebab Amien Rais Meninggal

Kami di evello mengamati produksi hoaks melalui jejaring berbagi video youtube sangat aktif dilakukan. Bahkan video-video ini mulai menyebar sejak pagi dengan jumlah ditonton (view) yang tinggi. Kami menyimpulkan bahwa penyebar konten hoaks tersebut sangat siap. Baik dari kesiapan SDM dan juga perangkat kerja.

Konten hoaks yang disebar juga bersifat provokasi massa. Sebagai contoh dalam sepekan pemantauan (18-23 Juni 2021), evello menemukan beberapa konteks hoaks dengan seruan turunkan Jokowi, adanya jutaan massa Rizieq Shihab yang turun ke jalan dan SBY siap pasang badan jika terjadi poeple power terhadap Jokowi.

Selain bersifat provokasi massa, konten hoaks yang disebarkan kerap membalikkan fakta. Sebagai contoh, evello menemukan adanya video dengan thumbnail Anies Baswedan dan SBY ditangkap oleh pihak kepolisian. Tidak hanya itu, evello juga menemukan video M Qodari duduk di kursi roda karena kakinya dilumpuhkan kepolisian.

Tidak hanya itu, konten yang disebarkan juga banyak bersifat membenturkan opini dan fisik dari kekuatan sosial politik yang ada. KPK, TNI, Polisi dan Umat Islam adalah kelompok yang kerap dibenturkan dengan pihak lain.

Kesimpulan

  1. Produksi konten hoaks yang disebarkan melalui jejaring berbagi video youtube sebagian besar didominasi oleh konten yang bersifat pembalikan fakta dan provokasi massa.
  2. Sebagian besar konten hoaks diproduksi secara profesional oleh tim dengan kesiapan yang matang mengingat konten-konten tersebut telah diunggah sejak pagi hari.
  3. Dapat dipastikan tidak ada satu hari pun tanpa konten hoaks disebarkan berdasarkan pantauan mesin evello.
  4. Video-video tersebut ditonton dalam jumlah sangat besar sehingga dapat dipastikan jumlah orang yang terpapar konten hoaks tidak sedikit.