Jika mengacu pada pendapat Unesco rasanya suram melihat perkembangan literasi masyarakat Indonesia. Pun demikian, peneluran aplikasi big data evello menemukan fakta bahwa tingkat keaktifan masyarakat Indonesia menulis tidak sesuram itu.
Darimana evello membuat kesimpulan itu? Tentu berdasarkan data yang terlihat melalui monitoring aplikasi big data. Rasa optimis itu muncul melihat tingginya partisipasi warganet menulis melalui media warga bernama kompasiana.
Berdasarkan data penelusuran evello pada periode 1 Januari – 6 Maret 2020, pemberitaan bertemakan Ipoleksosbudhankam mencapai 320.503 artikel berita. Hukum, Sosial dan Ekonomi menjadi tema berita terbanyak muncul di media daring Indonesia. Sementara tema budaya, pertahanan dan ideologi menjadi tema paling kecil diberitakan.

Lalu berapa banyak artikel dihasilkan dari keterlibatan masyarakat melalui media jurnalisme warga bernama kompasiana. Berdasarkan tema pemantauan yang sama, evello menemukan sebanyak 27.208 artikel. Cukup banyak walaupun jika dibandingkan dengan total berita media daring tulisan warga mencapai jumlah 8,4% dari seluruh artikel.
Pada gambar berikut terlihat tema apa saja yang paling banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk ditulis di kompasiana.

Tema sosial, agama dan ekonomi ternyata menjadi topik kontribusi terbesar di media warga kompasiana. Tema Ideologi, keamanan dan pertahanan adalah topik paling bawah menjadi pilihan tulisan para warga jurnalis. Menariknya, tulisan politik tidak dominan menjadi pilihan tema tulisan.
Lebih jauh, tema ideologi terbanyak ditulis dalam media warga kompasiana dibandingkan media berita daring. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa ada peran masyarakat langsung dalam memberikan pelajaran publik mengenai tema ideologi.
Kesimpulan
- Tema Ipoleksosbudhankam pada periode 1 Januari – 6 Maret 2020 diberitakan sangat tinggi dengan jumlah artikel mencapai 320.503 berita. Jika diasumsikan bahwa 1 berita dibaca hingga 100 kali maka jumlah artikel dibaca mencapai 32.050.300 kali.
- Kemampuan masyarakat Indonesia untuk menulis tidak seburuk yang disangkakan, mengingat 27.208 artikel ditulis dalam waktu kurang dari 3 bulan.
