Big Data: Masyarakat Indonesia & Vietnam Tertinggi Waspadai Virus Corona

Peningkatan Percakapan Virus Corona di Linimasa Twitter Indonesia (20-27 Januari 2020)

Keganasan virus corona tengah menjadi pergunjingan masyarakat Indonesia pada akhir pekan ini (25-26 Januari 2020). Data yang dilansir evello selama sepekan (20-27 Januari 2020) terhadap percakapan virus corona meningkat signifikan. Evello menemukan naiknya percakapan itu salah satunya dipicu masuknya ratusan wisatawan asal China ke Sumatera Barat.

Pada pekan yang sama, percakapan bertema virus corona di linimasa twitter Indonesia mencapai 96.832 tweet. Jumlah ini menunjukkan isu virus corona 51% lebih tinggi dibandingkan keramaian percakapan isu penyakit lainnya seperti kanker, diabetes, darah tinggi, asam urat, HIV/Aids dan kolesterol.

Berdasarkan perhitungan evello, jumlah akun yang terlibat dalam percakapan tentang virus corona mencapai 68.499 akun twitter. Keterlibatan ribuan akun twitter memperbincangkan virus corona jauh lebih tinggi dibandingkan isu penyakit lainnya seperti diabetes dengan 32.475 akun dan kanker 32.961 akun. Semakin tinggi keterlibatan akun unik menunjukkan adanya peningkatan atensi dari pengguna media sosial.

Gambar 1.Peta kuadran menunjukkan jumlah akun unik di twitter yang ikut memperbicangkan isu penyakit pada periode pantau 20-27 Januari 2020.

Tren Berita Virus Corona Sepekan

Pantauan evello selama sepekan (20-27 Januari 2020) menunjukkan jumlah berita di tanah air dengan tema virus corona mencapai angka 5.767 artikel berita. Data pada gambar 2 menunjukkan bahwa pemberitaan virus corona di tanah air cenderung naik sejak Selasa (21 Januari 2020).

Melihat tren pemberitaan tersebut, diperkirakan intensitas pemberitaan tentang virus corona tetap akan meningkat/ramai dalam beberapa hari kedepan. Apalagi Presiden Joko Widodo juga telah memperlihatkan perhatiannya dengan mencuit isu ini melalui akun twitternya.

Disaat yang sama, artikel berita internasional membahas virus corona mencapai 56.823 berita. Dengan demikian, artikel pemberitaan di Indonesia tentang virus corona mencapai hampir 10% jumlah artikel dunia dengan tema yang sama.

Gambar 2. Tren pemberitaan virus corona di Indonesia cenderung meningkat selama sepekan pantauan (20-27 Januari 2020).

Membaca Perilaku Sebaran Berita di Facebook

Evello memiliki temuan menarik terhadap perilaku pembaca berita dalam membagi dan menyebarkan berita virus corona di facebook. 30 berita teratas dengan sebaran tertinggi di facebook ternyata berbahasa Indonesia dan Vietnam.

Hanya 2 berita dari 30 berita dengan sebaran tertinggi di facebook terdeteksi oleh evello menggunakan bahasa Inggris. Kedua berita tersebut berasal dari nbcnews.com dengan judul berita “Coronavirus U.S. case confirmation: 1st coronavirus case is in Seattle”. Berdasarkan penelusuran evello, artikel ini telah dibagikan sebanyak 37.707 sebaran, dikomentari 35.608 komentar dan menimbulkan 82.571 reaksi.

Sementara, berita berbahasa Inggris kedua berasal dari sciencealert.com dengan judul berita “Snakes Are The Likely Source of China’s Deadly Coronavirus. Here’s Why”. Artikel ini telah dibagikan 24.369 sebaran, menuai 24.505 komentar dan mencapai 63.132 reaksi pengguna facebook.

Selain berita berbahasa Inggris, satu berita dengan sebaran tertinggi berasal dari media berbahasa India dan Malaysia. Media India, jagran.com mengangkat berita berjudul “हैरतअंगेज: चीन अगले 6 दिनों में कोरोना वायरस से पीड़ितों के लिए बना देगा 1000 बेड का अस्पताल” dengan sebaran sebanyak 6.859 kali, menuai 1.455 komentar dan reaksi sebanyak 57.179.

Media Malaysia ohmedia.my dengan judul artikel “Penyekatan Kemasukan Pelancong China Akan Jejaskan Kempen Melawat Malaysia 2020?” telah dibagikan sebanyak 7.770 kali, dikomentari 19.234 kali dan menuai 44.681 reaksi pengguna facebook.

Selain media berbahasa Inggris, Malaysia dan India, 26 artikel dengan sebaran tertinggi dikuasai oleh bahasa Indonesia dan Vietnam. Total sebaran berita berbahasa Indonesia dan Vietnam tercatat mencapai 265.738 sebaran. Jumlah komentar facebooker mencapai 269.910 dan reaksi pengguna facebook mencapai angka 1.309.903.

Dari 26 berita dengan sebaran tertinggi di facebook, jumlah media berbahasa Indonesia dominan dibandingkan media berbahasa Vietnam. Total artikel media berbahasa Indonesia mencapai 15 artikel berita. Sementara jumlah artikel berbahasa Vietnam mencapai 11 berita.

Gambar 3. Perbandingan jumlah shared, comment dan reaction media berbahasa Indonesia dan Vietnam

Mengacu pada Gambar 3 di atas, pembaca media berbahasa Vietnam lebih banyak menyebarkan artikel di facebook dibandingkan pembaca media berbahasa Indonesia. Meskipun demikian, jumlah komentar yang dilayangkan pembaca media berbahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan media berbahasa Vietnam. Jumlah reaksi pembaca media berbahasa Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan dengan reaksi pembaca media berbahasa Vietnam.

Kedua pembaca berita, baik berbahasa Indonesia dan Vietnam memiliki atensi lebih tinggi dibandingkan dengan pembaca media berbahasa lainnya dalam menanggapi penyebaran virus corona.

Kesimpulan

Seperti diketahui, facebook sampai saat ini masih menjadi platform sebaran berita terbesar dibandingkan platform atau media sosial lainnya. Dengan mengetahui jenis berita dan bahasa media yang disebar, evello menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia dan Vietnam memiliki perhatian paling tinggi menanggapi penyebaran virus corona dibandingkan masyarakat negara lainnya.

Jangan Remehkan Kemampuan Cebong: Perspektif Big Data

Perbandingan Komentar Facebooker

Dipercakapkan sebanyak 801.738 kali sejak 1 Januari hingga 16 Januari 2020 menyebabkan banjir di awal tahun 2020 menjadi momen paling spesial. Puncak percakapan bertemakan banjir 2020 terjadi pada Kamis 2 Januari 2020 dengan jumlah percakapan mencapai 161.791 tweet di media sosial twitter.

Banjir memang menjadi topik paling ramai memasuki tahun 2020 diluar percakapan Natuna, skandal asuransi Jiwasraya dan Asabri. Di kanal twitter, banjir dipercakapkan oleh 260.730 akun twitter.

Jika diperbandingkan dengan jumlah keterlibatan akun twitter, tema banjir diperbincangkan 69,90% lebih banyak dibandingkan isu Natuna dan Jiwasraya. Natuna dipercakapkan 59,522 akun twitter dan skandal Jiwasraya dipercakapan 52,717 akun twitter (Gambar 1)

Gambar 1. Perbandingan jumlah akun twitter yang terlibat dalam perbincangan bertema banjir, natuna dan jiwasraya periode 1-16 Januari 2020.

Sejumlah pihak menuding keramaian percakapan tentang banjir tak melulu obyektif. Perbincangan soal banjir dituding banyak pihak digunakan untuk kepentingan politik. Terutama untuk menjatuhkan Gubernur DKI saat ini, Anies Baswedan oleh kelompok yang kontra bernama cebong. Tentang kecurigaan ini, Evello pernah menyampaikan analisanya pada Kamis 2 Januari 2020 (Gambar 2).

https://twitter.com/EvelloCorp/status/1212544785447145472
Gambar 2. Kicauan Evello pada Kamis 2 Januari 2020

Mengacu pada Gambar 2, data yang dilansir pada 1 Januari 2020 memperlihatkan perbandingan antara keramaian percakapan banjir dan Anies.

Pada data terlihat meskipun banjir menerjang wilayah Jawa Barat, percakapan tentang Ridwan Kamil tidak signifikan. Keramaian percakapan lebih banyak membahas seputar kejadian di Jakarta dan tentu saja Gubernurnya, Anies Baswedan.

Lebih jauh data Evello memperlihatkan politisasi kasus banjir tak hanya menimpa Anies Baswedan, Presiden RI Joko Widodo juga terseret. Munculnya nama Jokowi dalam lautan tema percakapan banjir memperlihatkan pertempuran cebong vs kampret memang terjadi.

Dalam artikel Saat Prabowo Mulai Dilupakan, evello menemukan fakta bahwa pertempuran cebong dan kampret justru makin seru dan spesifik dalam konteks perebutan pengaruh di DKI Jakarta. Posisi Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadi lahan baru pertikaian cebong dan kampret.

Data evello menunjukkan bahwa banjir awal tahun 2020 tak hanya meramaikan jagad media sosial Indonesia. Pemberitaannya pun masif bertebaran di internet. Pada periode 1-16 Januari 2020 jumlah berita dengan tema banjir mencapai 23.813 artikel berita.

Di kanal facebook, berita-berita bertema banjir telah tersebar alias dibagikan oleh pengguna facebook sebanyak 77,597 kali. Adapun jumlah reaksi diberikan oleh pengguna facebook terhadap berita-berita banjir mencapai angka 134.474. Total nilai engagement untuk berita-berita banjir di facebook mencapai angka 180.372.

Jelinya Kelompok Cebong Bertarung Opini

Ada banyak tema menarik yang bisa diamati dalam pantauan mesin big data evello berkaitan dengan banjir awal tahun 2020. Salah satunya mengamati perilaku kelompok cebong dalam peperangan opini memanfaatkan isu banjir.

Sesaknya pertarungan opini tentang tanggung jawab banjir di kanal twitter dimanfaatkan oleh kelompok cebong dengan memanfaatkan cara lain. Menyebarkan berita dengan sentimen emosi ke kanal facebook.

Seperti diketahui, metode ini sangat efektif dilakukan di era yang disebut sebagai Post-truth. Post-truth sendiri merujuk pada keadaan di mana emosi dan keyakinan pribadi lebih berpengaruh membentuk opini publik daripada fakta-fakta objektif. Hal ini terlihat dari 3 berita terbanyak disebar pengguna facebook tentang Anies periode 1-16 Januari 2020. Ketiga berita seperti pada Gambar 3 memiliki nilai sentimen yang tinggi. Baik menguntungkan ataupun merugikan Anies.

Gambar 3. Tiga berita terbanyak disebar pengguna facebook tentang Anies Baswedan memiliki sentimen tinggi, baik sentimen positif buat Anies (berita ke-2) dan sentimen negatif (berita 1 dan 3).

Berdasarkan gambar 3 di atas, artikel kompasiana berjudul “Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta” dengan gambar Jokowi menempati berita terbanyak disebar facebooker berkaitan dengan Anies dan banjir Jakarta. Artikel ini sendiri telah dibaca sebanyak 106.255 kali hingga berita ini dimuat.

Jika ditelaah lebih jauh, artikel ini tidak memuat sumber yang dapat dipercaya bahwa penanganan banjir Jakarta memang diambil alih oleh pemerintah pusat. Isi artikel lebih banyak mengulas pendapat pribadi dari penulisnya soal penanganan banjir. Judul dari tulisan inilah yang menarik disebar untuk membentuk opini bahwa Anies tidak bisa menangani banjir Jakarta. Gambar berikut memperlihatkan bahwa artikel tersebut menjadi bahan propaganda bagi kelompok kontra Anies (cebong).

Gambar 4 memperlihatkan bagaimana artikel tersebut disebar di facebook dengan narasi kegagalan Anies menangani banjir Jakarta. Komentar yang bertebaran sebagian besar menganggap Anies telah gagal. Seperti kutipan salah satu komentar akun facebook bernama Tumiran: “Itu bukti pusat gak percaya dgn anis sebagai gubernur DKI. Jika punya muka mending anis mundur”. Jika ditelisik berdasarkan biodata yang ada, akun Tumiran mengaku tinggal di Jember Jawa Timur.

Gambar 4. Sebaran artikel kompasiana yang dilakukan oleh kelompok cebong di kanal Facebook. Artikel ini mendapat dukungan luas dari kelompok kontra Anies sebagai bahan pembentukan opini.

Judul artikel ini menarik. Pada 3 Januari 2020, artikel ini selain dibagikan sebanyak 3.448, dikomentari sebanyak 15.460 dan menuai 38.384 reaksi facebooker. Total nilai engagement artikel ini pada 3 Januari 2020 mencapai 57.292.

Jika dilakukan perbandingan sebaran artikel tersebut per tanggal 3 Januari hingga 16 Januari 2020, persebaran artikel tidak berhenti. Pengguna facebook tetap membagikan artikel tersebut di dinding akun dan atau grup facebook seperti terlihat pada Gambar 5 berikut.

Gambar 5. Perbandingan sebaran artikel berjudul Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta per 3 Januari dan 16 Januari 2020.

Pada periode 3 Januari 2020, artikel kompasiana berjudul “Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta” merupakan berita dengan jumlah komentar terbanyak di facebook untuk kategori kata kunci pencarian “banjir” dan “anies baswedan”. Gambar 5 memperlihatkan adanya sebaran lebih dari 2000 akun facebook untuk antara tanggal 3 hingga 16 Januari 2020.

Gambar 6. Artikel kompasiana berjudul Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta per 3 Januari 2020 menuai 15.460 komentar pengguna facebook.

Tingginya sebaran artikel kompasiana seperti pada Gambar 6 di atas mendorong tingginya jumlah komentar pengguna facebook. Pantauan pada periode 16 Januari 2020 jumlah komentar pengguna facebook meningkat menjadi 31.457 komentar dari sebelumnya 15.460 komentar.

Jumlah reaksi pengguna facebook terhadap artikel kompasiana “Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta” juga ramai sepanjang periode 3 hingga 16 Januari 2020. Reaksi tersebut menunjukkan berita tersebut viral di facebook ditengah ramainya saling serang soal banjir Jakarta di twitter (Gambar 7).

Gambar 7. Perbandingan reaksi pengguna facebook untuk artikel berjudul Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta per 3 Januari dan 16 Januari 2020.

Kesimpulan

  1. Banjir pada awal Januari 2020 menjadi alat politis bagi kelompok cebong vs kampret untuk saling menjatuhkan. Data evello menunjukkan adanya penyerangan dari kelompok cebong terhadap Anies Baswedan dan pembelaan sekaligus penyerangan balik terhadap kelompok cebong.
  2. Hasil penelusuran terhadap fasilitas Virality Effect menemukan adanya artikel kompasiana dengan judul berita Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta per 3 Januari 2020 dengan sebaran sangat tinggi di Facebook.
  3. Sebaran ini menunjukan kemampuan kelompok cebong dalam menggeser opini dari riuhnya pertarungan di kanal twitter untuk menjangkau warganet lainnya melalui kanal facebook.
  4. Sebaran artikel kompasiana Akhirnya Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Banjir Jakarta menguntungkan Jokowi sebagai obyek kampanye dan sekaligus menyebarkan opini kegagalan Anies di DKI Jakarta.

Ketika Korban Banjir Minta Bantuan di Medsos

Linimasa media sosial ramai dengan permintaan tolong untuk korban banjir di awal Januari 2020. Netizen menyampaikan informasi darurat korban yang belum tertolong atau permintaan donasi di twitter seperti pada Gambar 1 di di atas.

Cara ini di tempuh karena nomor telepon contact center bantuan tidak dapat dihubungi. Sebagaimana petikan pengguna twitter @yasnnin: “Gak tau ada yang baca atau enggak. Tapi mohon dgn sangat kalo ada yg punya nomor darurat yg bisa dihubungi (nomor SAR, Damkar, BPBD selalu sibuk) untuk evakuasi teman saya sekeluarga kejebak banjir. Alamat: pisangan Tambun Utara, Bekasi.#Banjir

Dari pemantauan Evello, 1-3 Januari 2020, akun resmi pemerintah penanganan bencana bukanlah akun yang paling aktif dalam memberikan informasi terkait bencana banjir, bantuan banjir dan korban banjir. Absennya akun itu menandakan jalur media sosial belum dimaksimalkan pemerintah sebagai salah satu saluran berkomunikasi saat terjadi bencana.

Misalnya di Jakarta-merupakan demografi pengguna internet terbesar di Indonesia-sebenarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta telah memiliki akun resmi di twitter. Namun seperti terlihat pada gambar 1, sebagian warga Jakarta lebih memilih meminta bantuan melalui jaringan pertemanan mereka, daripada langsung me-mention @DKIJakarta atau @BPBDJakarta. Bisa jadi warganet tidak aware dengan kehadiran dua akun ini atau informasi yang disebarkan ke masyarakat tidak mencantumkan kontak pengaduan melalui akun media sosial. Seperti informasi dari media massa yang hanya mencantumkan nomor telepon darurat yang bisa dihubungi ketika menghadapi banjir.

Adapun 10 akun yang paling aktif terkait banjir, bisa dilihat pada gambar 2 di bawah ini. Akun resmi milik instansi pemerintah yang aktif hanya milik @TMCPoldaMetro, dengan 214 cuitan. Akun lainnya milik pribadi dan media massa, seperti @RadioElshinta, @komps.com dan @okezonenews.com

Gambar 2. Akun utama yang paling berpengaruh berdasarkan jumlah cuitan, terkait bencana banjir periode 1-3 Januari 2020

Penggunaan media sosial untuk bencana bisa mengacu pada Wendling, C., J. Radisch and S. Jacobzone (2013), tentang “The Use of Social Media in Risk and Crisis Communication”, OECD], disebutkan fungsi media sosial saat bencana, selain meningkatkan kesiapsiagaan dan meningkatkan kesadaran publik tentang risiko dan krisis, media sosial dalam manajemen risiko bencana dapat digunakan untuk:

  1. Sebagai media pengawasan, pemantauan, kewaspadaan situasi dan sistem peringatan dini
  2. Memberikan informasi dan instruksi, dengan peringatan real time.
  3. Memobilisasi sukarelawan selama dan setelah bencana.
  4. Mengidentifikasi survivor dan korban, membantu mengetahui kondisi keluarga dan teman-teman apakah aman dan selamat.
  5. Untuk men-counter liputan pers tidak akurat, sebagai sumber informasi pembanding.
  6. Menggalang donasi dan bantuan
  7. Membangun kepercayaan dengan memberikan informasi yang akurat
  8. Meningkatkan manajemen pemulihan
  9. Pasca bencana, mengidentifikasi di mana manajemen stres paling dibutuhkan dalam fase pemulihan
Gambar 3. Akun Twitter yang paling banyak terlibat pada target pemantauan bencana banjir periode 1-3 Januari 2020

Gambar 3 menunjukkan akun twitter yang paling banyak terlibat dengan bencana banjir pada periode 1-3 Januari 2020. Tampak akun twitter @DKIJakarta hanya terdapat pada 3.010 post, masih kalah besar dari akun-akun milik personal, sebagai pertanda akun ini kurang dikenal masyarakat. Pada fitur Theme Cloud Evello ini terdapat akun milik pemerintah yang sudah dikenal netizen. Terlihat akun @BNPB_Indonesia, yang dimention sebanyak 4.084 kali dan akun @TMCPoldaMetro yang cuitkan Tweaps sebanyak 9.624 kali.

Kesimpulan :

  1. Institusi yang menangani korban bencana harus mempunyai akun media sosial yang aktif, selain telepon. Karena saat terjadi keadaan darurat, ribuan orang akan menelpon call center, akibatnya telpon menjadi tidak bisa dihubungi. Akun media sosial menjadi solusi untuk menerima ribuan pengaduan.
  2. Akun resmi @DKIJakarta dan @BPBDJakarta kurang dikenal masyarakat, sehingga saat terjadi bencana 1-3 Januari 2020, masyarakat lebih banyak meminta bantuan dijaringan pertemananan, daripada langsung ke akun resmi tersebut
  3. Akun resmi media sosial yang menangani keadaan darurat harus terus disosialisasikan-selain no telpon, agar jangkauan badan pemerintah penanganan bencana lebih besar.