Membedah Akun Robot Disekeliling Wakil Presiden Maruf Amin

Deteksi Akun Robot Pendukung Maruf Amin

Jelang tutup tahun 2019 perangkat analitik big data Evello menemukan keanehan dalam percakapan Wakil Presiden Maruf Amin. 10 akun terbanyak memperbincangkan Maruf Amin terlihat menghasilkan pola interaksi seragam. Melalui ciri dan pola tersebut, evello menyimpulkan akun-akun tersebut adalah robot yang bekerja mendengungkan Maruf Amin.

Berdasarkan gambar 1 dibawah, cara kerja akun-akun tersebut bisa dikatakan seragam. Jumlah tweet perhari selama periode 1-28 Desember 2019 tidak lebih dari 6 tweet. Tak hanya itu, waktu bekerja akun-akun tersebut terlihat seragam. Polanya memperlihatkan adanya penjadwalan kerja.

Wired.com dalam artikel berjudul What Is a Bot? menyebutkan adanya ciri yang disebut sebagai “bot-like activity”. Wired menyebutkan setidaknya tiga ciri untuk menentukan adanya akun robot atau bot. Ciri pertama adalah adanya puluhan bahkan ratusan aktivitas retweet dalam sehari. Ciri kedua membanjiri linimasa dengan puluhan bahkan ratusan pesan, konten dan tautan yang sama. Sementara ciri ketiga adalah penggunaan banyak akun untuk melakukan kedua aktivitas di atas.

Gambar 1. Deteksi penggunaan akun-akun robot yang digunakan untuk mendengungkan Wakil Presiden Maruf Amin periode 1-28 Desember 2019.

Jika ditelisik lebih jauh, 10 akun-akun tersebut memang memiliki tingkat keaktifan sangat tinggi. Jumlah status (tweet, retweet, mention) masing-masing akun mencapai jumlah yang sama dengan pengikut terbilang kecil.

Gambar 2. Tabel biodata 10 akun terbanyak berkicau tentang Maruf Amin. Jumlah status tinggi dengan pengikut kecil.

Untuk memastikan bahwa akun-akun tersebut adalah akun robot, penulis melakukan pengecekan terhadap konten dua akun, yaitu @FujiHans dan @RahayuShintta.

Gambar 3. Konten akun FujiHans keseluruhan hanya bercerita tentang Maruf Amin. Tidak ada interaksi diluar topik Maruf Amin.

Kicauan @RahayuShintta juga memperlihatkan konten serupa dengan akun @FujiHans. Tema percakapan keduanya tidak bergeser dari upaya mendengungkan Maruf Amin.

Gambar 4. Konten kicauan akun @RahayuShintta identik dengan kicauan konten akun @FujiHans

Menariknya, konten yang digunakan oleh akun-akun tersebut terindikasi berkaitan dengan pelaksanaan pemilu Presiden dan Wakil Presiden lalu. Dengan kata lain, akun-akun bot tersebut telah bekerja sejak Pilpres 2019 lalu.

Membandingkan Presiden dan Wakil Presiden

Wakil Presiden Maruf Amin memang tidak setenar di jagad maya dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo. Pada periode pantau 1-28 Desember 2019, di ranah twitter, Maruf Amin berbagi Share Index dengan Jokowi sebanyak 4,7%. Di media pemberitaan, Maruf diberitakan hanya 9,8% dibandingkan Jokowi. Kedua ukuran berbanding Jokowi hanya mencapai kurang dari 10%.

Berita-berita tentang Maruf Amin menimbulkan kemelekatan dengan pengguna facebook sebesar 17.601. Sementara di saat yang sama, Jokowi memiliki nilai lekatan dengan netizen sebanyak 137.972.

Di Youtube, hanya 85.744 jempol disematkan kepada Maruf Amin. Sementara pada saat bersamaan, jempol dilayangkan untuk Jokowi mencapai 1.342.854 likes.

Kesimpulan

Posisi Wakil Presiden adalah modalitas luar biasa bagi seorang Maruf Amin untuk membangun persepsi publik organik di jagad maya. Aktivitas harian Maruf Amin adalah sumber konten unik untuk diekspos lebih jauh kepada publik. Penggunaan akun robot untuk mendengungkan Maruf Amin kepada publik sebaiknya dihentikan. Ganti dengan metode kreatif, menarik dan tentu saja berbobot untuk dikonsumsi rakyat Indonesia.

HIV/AIDS Rajai Percakapan Isu Penyakit Jelang Tutup Tahun 2019

“Analisa Bigdata Evello menunjukkan isu penyakit paling mendapat perhatian masyarakat jelang tutup tahun 2019.  Asam urat, darah tinggi, dan kolesterol sepi perhatian publik, sebaliknya kanker, diabetes dan HIV/AIDS justru berada di top level isu. Diabetes mendominasi isu sepanjang tahun 2019 tumbang seiring naiknya isu kanker pada medio Desember, dan menariknya HIV/AIDS ternyata mengalahkan isu kanker di sisi jumlah reaksi dan komentar warganet dalam tujuh hari pemantauan”.

Pemantauan ini diawali dengan melihat sebaran berita dan percakapan warganet seputar penyakit asam urat, darah tinggi, kolesterol, HIV/AIDS, diabetes, dan kanker. Percakapan publik terdeteksi meningkat pada linimasa twitter terhadap isu HIV/AIDS, sedang berita online cukup banyak diisi isu diabetes. Seluruh isu di media dan media online dengan isu kanker berada paling atas.

Riset ini pada akhirnya hanya akan menyasar isu penyakit terpopuler saja, isu kanker mengulas penyanyi pop Vidi Aldiano terserang kanker ginjal menarik perhatian publik paling besar. Data terpantau misalnya, menunjukkan tingkat reaksi publik merespon kabar Vidi Aldiano, dan HIV/AIDS terkait meningkatnya angka penularan  HIV di berbagai daerah menaikkan besaran reaction dan engagement target isu tersebut. Fokus isu penyakit HIV/AIDS akan menarik diulas.

Gambar 1. Indeks Percakapan dan Pemberitaan Isu Penyakit

Data sebaran percakapan pada gambar 1 di atas, memperlihatkan sejumlah akun unik terlibat perbincangan bertema kanker sebesar 233 kali, sementara tema HIV/AIDS 51 percakapan, dan diabetes dengan 16 cuitan. Diabetes tak lebih populer dibanding HIV/AIDS pada linimasa twitter.

Sebaliknya, isu diabetes justru mendapat porsi pemberitaan di media online dengan 351 lebih tinggi dibanding isu HIV/AIDS sebanyak 202 berita, dengan kanker mencapai 1,043 pemberitaan. Kanker begitu mendominasi isu-isu penyakit pada media online.

Pada isu diabetes, ulasan berita seputar makanan yang perlu dihindari bagi para penderita diabetes menarik perhatian warganet. Kabar lain mengulas mitos-mitos tentang diabetes tak perlu dipercayai, serta kabar pria 11 tahun kena diabetes dan gagal ginjal diceramahi Ustad Dhanu karena perilakunya. Publik pun menaruh perhatian pada isu Singapura tarik obat diabetes terkontaminasi zat penyebab kanker NDMA, hingga memberi efek viral pada isu diabetes ini.

Selanjutnya, data seputar isu kanker didapat dari ulasan berita tentang cerita vokalis Roxette Marie Frediksson yang sekaligus menjadi survivor kanker otak. Kabar lain memuat kisah seorang wanita mengidap kanker stadium 4 di usia 22 tahun, hingga berita artis Vidi Aldiano mengungkapkan kondisi terkini dirinya lewat sebuah video menjadi penyumbang berita viral pada target kanker.

Gambar 2. Reaction dan Engagement Isu Penyakit

Ragam berita viral isu penyakit tersebut dengan sebelumnya diabetes merajai isu sepanjang Januari hingga November 2019 akhirnya tumbang bersama naiknya isu kanker minggu ini. Namun bila menilik tingginya jumlah reaction dan engagement isu HIV/AIDS (pada gambar 2), terlihat bahwa warganet paling bereaksi terhadap HIV/AIDS sangat tinggi hingga berpotensi menyalip popularitas isu kanker. Apa saja tema perbincangan HIV/AIDS, berikut petikannya:

Gambar 3. Awan Tema Berita HIV/AIDS di Media Online

Pada gambar 3 di atas,warganet terlihat menyoroti berita angka pengidap HIV dan penyebab penularan HIV. Berita tentang ODHA di daerah Tasikmalaya bertambah 100 orang setiap tahun, serta isu tentang calon pengantin baru di Cianjur bakal dites HIV mulai tahun depan. Cuplikan ragam berita ini sekaligus mewakili konsentrasi publik lebih tertuju pada isu-isu bertema “penularan HIV/AIDS”.

Penularan HIV ini ternyata menjadi frasa kunci kertarikan publik bila dilihat dari besaran jumlah komentar. Lalu, apa penyebabnya publik begitu antusias memperbincangkan kasus HIV/AIDS, simak fokus isu penyakit mengulas HIV/AIDS, berikut:

Fokus Isu Penyakit: Penularan HIV/AIDS

Beranda HIV/AIDS diantaranya dihiasi kabar dengan jumlah percakapan publik meningkat terkait angka penularan HIV/AIDS di berbagai daerah.Salah satunya lewat laman media Republika pada tanggal 10 Desember lalu menurunkan isu seputar HIV/AIDS ini di Sukabumi.

Kasus HIV/AIDS di Kota Sukabumi disebutkan dalam ulasannya paling besar berasal dari kalangan lelaki seks lelaki (LSL). Angka LSL sebagai penyumbang terbesar penyebab HIV/AIDS mewakili hingga 35 persen dari 155 orang. Padahal sebelumnya kasus terbesar berasal dari pengguna narkoba suntik (penasun) dan heteroseks.

Gambar 4. Total Reaction vs Total Comment Isu HIV/AIDS

Berita bahwa HIV/AIDS di Sukabumi dengan penularan terbesar lewat LSL tersebut memang terbukti memicu besaran reaksi dan percakapan isu HIV/AIDS hingga popularitasnya terdorong ke kuadran kinerja sebelah kanan (simak gambar 4). Bandingkan dengan isu kanker dan diabetes masih berada di sebelah kiri kuadran. Isu HIV/AIDS bahkan mendapat total percakapan tertinggi dengan 775 komentar.

Selain itu respon publik terkait meningkatnya angka penularan HIV/AIDS juga terpantau melalui metrics Evello. Di sini, keprihatinan publik terlihat jelas dengan membengkaknya angka engagement dan impression mencapai 6 juta lebih dalam percakapan melibatkan hanya 46 akun unik twitter. Benar-benar angka fantastis untuk popularitas isu HIV/AIDS.

Gambar 5. Unique Account  vs Engagement Isu HIV/AIDS

Besarnya angka penularan HIV/AIDS yang terjadi di Sukabumi dikabarkan telah disikapi oleh KPA dan Pemkot Sukabumi. Melalui langkah-langkah edukasi pencegahan HIV/AIDS ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi pada Senin (9/12).  Publik pun menaruh perhatian dan harapan besar pada upaya-upaya pencegahan HIV/AIDS seperti dilakukan Pemkot Sukabumi tersebut.

Riset Evello menghasilkan kesimpulan bahwa publik begitu menaruh perhatian terhadap ragam isu penyakit terutama HIV/AIDS jelang tutup tahun 2019. Publik terlihat bereaksi, memberikan komentar, membesarkan engagement dan impression dalam ranah percakapannya seputar HIV/AIDS, dengan keprihatinan dan kekhawatiran terhadap angka penularan HIV/AIDS diberbagai daerah akan terus meningkat di tahun 2020 mendatang. Gaya hidup generasi muda dan masyarakat di berbagai daerah kini menjadi sorotan utama warganet terkait isu HIV ini.

Pemimpin Paling Disukai

Seperti artikel sebelumnya, bahwa alasan pemilih suka atau tidak suka atau memutuskan memilih kandidat peserta pemilu, bisa digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Performa individu dalam memimpin/bekerja
  2. Faktor Personal (agama, suku, karakter, latar belakang, dll)
  3. Respon terhadap isu-isu spesifik

Ternyata alasan memilih ini juga bisa menjadi indikator seberapa besar engagement antara pemilih dan kandidat. Engagement yang tinggi bertransformasi menjadi aksi advokasi pendukung. Salah satu cara menidentifikasi advokat adalah dengan adanya alasan emosional atau evaluasi terhadap faktor personal (poin pertama). Misalnya saat pilpres kemarin, untuk Joko Widodo ada sabar dan sederhana, sedangkan Prabowo Subianto tegas dan nasionalis.

Dengan bantuan Evello Big Data Analitik, kita mencoba mencari siapakah kepala daerah yang paling disukai. Pertama dengan menemukan siapa gubernur yang paling populer? Kemudian, dominan topik apa yang diperbincangkan? apakah positif atau negatif? Dari analisis aspek sentimen, bisa diketahui tingkat kedalaman engagement terhadap kandidat. Pada kesempatan ini, kami batasi hanya memilih dari lima kepala daerah, yakni:

  1. Anies Baswedan
  2. Ridwan Kamil
  3. Ganjar Pranowo
  4. Sri Sultan Hamengkubuwono X
  5. Khofifah Indar Parawansa

Dari data Map Evello di gambar 1, periode pemantauan 1 Januari-19 November 2019, Anies Baswedan tampak tersohor di ranah digital dari Sabang sampai Merauke. Namun Jawa Tengah masih tetap milik Ganjar Pranowo, seperti yang terlihat pada Map. Pemilihan periode monitor yang panjang guna mendapatkan data yang cukup mewakili untuk setiap kontestan.

Gambar 1. Distribusi percakapan di media sosial, Anies Baswedan sejak Januari menguasai opini publik, kecuali di Jawa Tengah

Sejak Januari sampai November 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik perhatian masyarakat. Isu di Jakarta kerap menjadi isu nasional, misalnya saat gaduh anggaran DKI, anggaran lem aibon dan ketika pelepasan atap JPO Sudirman. Menariknya, hal yang berbeda terjadi di Jawa Tengah, warna merah menandakan Ganjar Pranowo dominan menjadi bahasan publik. Map Evello diatas waktu penarikan datanya, sejak Januari sampai November 2019. Bagaimana dengan data pada 25/Nov/2019 – 02/Dec/2019, apakah sama?

Gambar 2. Pada pemantauan 25 November s.d. 2 Desember, Ganjar Pranowo masih berpengaruh di Jawa Tengah dan justru dominasinya melebar ke daerah lain

Gambar 2 menunjukkan hasil yang sama, Gubernur Jawa Tengah tetap mentereng di kandang banteng. Pada beberapa provinsi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi & Maluku terlihat merah. Menandakan Ganjar Pranowo, pengaruhnya menguat dan melebar keluar dari Jawa Tengah.

Gambar 3. Jumlah percakapan yang melibatkan gubernur di setiap daerah

Gambar 3 memperlihatkan bahwa warga Jawa Tengah kurang tertarik dengan isu nasional dan lebih suka membincangkan topik yang melibatkan kepala daerahnya sendiri, akibatnya sejak Januari s.d November Ganjar Pranowo memuncaki percakapan Jawa Tengah.

Warga Ibukota, tentu saja ramai membahas Anies Baswedan. Di Jawa Barat, masih unggul Anies Baswedan bukan Ridwan Kamil yang utama dibicarakan. Khofifah Indar Parawansa urutan ke-4 dalam menarik animo penduduk Jawa Timur. Sri Sultan Hamengkubuwono X, sepi dari atensi publik Yogyakarta dan berada di urutan ke-5.

Analisis Aspek Sentimen

Gambar 4. Komparasi jumlah aspek sentimen positif & negatif tiap kandidat dari media online

Jika diadu dengan seluruh kandidat, Anies Baswedan paling banyak mengoleksi jumlah aspek sentimen positif dan negatif. Posisinya berada di kuadran kanan-atas berarti jumlah sentimen negatif hampir sama banyak dengan aspek sentimen positif. Agregat aspek sentimen ini sangat besar selisihnya sehingga tampak Anies terpisah sendiri di sebelah kanan, sementara kandidat lain berada di sebelah kiri kuadran. Kondisi jumlah aspek sentimen dari setiap gubernur lebih jelas terlihat pada gambar 4 di atas.

Berada di kiri kuadran berarti, publikasi di media massa yang melibatkan Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Sultan Hamengkubuwono X & Khofifah Indar Parawansa lebih banyak mengandung berita positif daripada berita negatif.

Salah satu cara menemukan figur yang disukai adalah dengan melakukan analisis terhadap aspek sentimen. Kita coba mengenali apa saja sentimen yang muncul di media online.

Pengungkapan tabiat terhadap seseorang ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang dimulai dari aware, engagement sampai akrab. Apabila kepercayaan sudah tinggi dan memiliki visi yang sejalan, engagement ini bisa berubah menjadi advokasi. Meskipun tidak pernah bertatap muka secara langsung, orang dengan persona yang kuat akan mampu memunculkan alasan emosional.

Anies Baswedan

Gambar 5. Sentimen Anies Baswedan, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Pada 26 November s.d. 3 Desember 2019, aspek sentimen pemberitaan Anies Baswedan tidak cukup baik. Publikasi negatif 17,2% dari seluruh pemberitaan Anies Baswedan. Pada periode ini terdapat isu besar yang berpengaruh pada sentimen negatif Anies Baswedan secara keseluruhan.

Gambar 6. Aspek sentimen positif & negatif Anies Baswedan dari publikasi media

Isi berita jika di pecah akan menghasilkan aspek sentimen seperti pada diagram funnel di gambar 6. Reuni 212 menjadi sentimen positif terbesar bagi Anies. Sedangkan aspek sentimen negatif selain macet ada rencana pembangunan hotel di kawasan Taman Ismail Marzuki. Seluruh aspek ini merupakan evaluasi terhadap kinerja Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta dan respon masyarakat terhadap suatu isu, belum muncul penilaian terhadap karakter/faktor emosional. Sumber media asal publikasi positif & negatif bisa dilihat pada gambar 7.

Gambar 7. Sumber berita Anies Baswedan dengan tone berita negatif (PKL, Macet & TGUPP) dan berita positif (Reuni 212)

Ridwan Kamil

Gambar 8. Sentimen Ridwan Kamil, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, periode 26/11 s.d. 3/12 mempunyai agregat sentimen positif lebih banyak (9,87%) daripada sentimen negatif (0,519%). Perpindahan 100 pabrik ke Jawa tengah menjadi penyumbang sentimen negatif bagi Ridwan Kamil. Minggu sebelumnya media sempat gaduh dengan pembangunan kolam renang di rumah dinas gubernur Jawa Barat yang menelan biaya 1,5 M. Kolam renang ini menjadi berita negatif bagi Ridwan Kamil. Secara keseluruhan sentimen positif jauh lebih banyak dari artikel yang mengandung berita negatif. Semua aspek sentimen ini, belum ada yang menyebut sifat/persona Ridwan Kamil, penanda munculnya advokat. Masih berkisar pada evaluasi publik pada program kerja/cara memerintah Jawa Barat.

Ganjar Pranowo

Gambar 9. Sentimen Ganjar Pranowo, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara umum mempunyai publikasi yang baik. Tulisan media bermuatan negatif sebesar 10,748%, sedangkan artikel positif 4,673%.

Gambar 10. Sentimen Ganjar Pranowo, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Media ramai dengan pencemaran Sungai Bengawan Solo, 27 November 2019. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Amerta Blora, Jawa Tengah yang mengambil air sungai itu sebagai bahan baku sudah menghentikan pengambilan dari Bengawan Solo.

Aliran air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu berwarna merah gelap akibat tercemar limbah. Akibatnya, PDAM Tirta Amerta menghentikan pengambilan air baku dari Bengawan Solo. “Akhirnya 12.000 pelanggan tidak teraliri,” ujar Direktur PDAM Tirta Amerta, Yan Riya Pramono kepada tempo.com. Publikasi tercemarnya Bengawan Solo menjadi penyumbang sentimen negatif bagi Ganjar Pranowo, disusul teror tawon vespa dan isu kemiskinan.

Pemberitaan positif berasal dari media yang menurunkan tulisan tentang produktivitas pekerja Jateng tinggi, Ganjar himbau warga Solo stop makan daging anjing, wisata investasi Jawa Tengah dan adanya perpindahan pabrik dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.

Gambar 11. Publikasi positif Ganjar Pranowo

Pada waktu 26 November s.d. 3 Desember, semua aspek sentimen Ganjar Pranowo belum ada yang merupakan evaluasi karakter/emosional. Semua aspek adalah evaluasi kinerja dan respon pada suatu isu.

Khofifah Indar Parawansa

Gambar 12. Agregat sentimen Khofifah Indar Parawansa, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Orang Nomor 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapatkan publikasi media sangat baik. Periode 26 Desember-3 November terdapat 1,205% artikel positif, dan netral 98,795%, tanpa publikasi negatif. Pemberitaan positif ini berasal dari liputan media saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menggelar Pendampingan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Penanganan Isu Strategis di Jatim Melalui Optimalisasi Dana Desa Tahun Anggaran 2019, di Hotel Utami, Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan alokasi dana desa untuk penurunan angka kemiskinan yang yang ada di Jatim. Penurunan kemiskinan ini mencakup yang terjadi di perdesaan maupun perkotaan.

Gambar 13. Publikasi positif Khofifah Indar Parawansa

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Gambar 14 Publikasi media untuk Sultan HB X yang hanya memuat artikel bermuatan netral

Media coverage untuk Sri Sultan Hamengkubuwono X hanya memuat publikasi netral. Tidak ada artikel media pada masa monitor 26 November s.d. 3 Desember yang negatif maupun positif untuk Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Kesimpulan

  1. Anies Baswedan sejak Januari sampai November 2019 menguasai opini publik, kecuali di Jawa Tengah. Bahkan pada periode pemantauan 25 November s.d. 2 Desember, Anies masih mendominasi. Aspek Sentimen negatif dari pemberitaan media hampir seimbang dengan sentimen positif. Sentimen berkisar pada kinerja dan respon terhadap suatu isu.
  2. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah merupakan satu-satunya kepala daerah yang tetap menjadi sentral perhatian masyarakatnya. Warganet Jawa tengah lebih suka membincangkan permasalahan daerahnya dibandingkan isu nasional. Aspek sentimen negatif Ganjar Pranowo membesar karena adanya publikasi tercemarnya Bengawan Solo.
  3. Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, yang selama ini cukup aktif di media sosial ternyata masih kalah pamornya dengan Anies Baswedan dimata netizen Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat lebih tertarik dengan isu nasional dibandingkan isu daerahnya sendiri. Perpindahan 100 pabrik ke Jawa tengah menjadi penyumbang sentimen negatif bagi Ridwan Kamil. Secara keseluruhan pemberitaan Ridwan Kamil cukup baik pada periode 26 November s.d. 3 Desember.
  4. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur dimasa pemantauan 26 November s.d. 3 Desember tidak mempunyai pemberitaan negatif. Tulisan positif media terkait penurunan angka kemiskinan Jawa Timur.
  5. Pemberitaan Sri Sultan Hamengkubuwono X di minggu pertama Desember tidak ada artikel yang supporting, maupun tulisan yang negatif.

Ganjar Pranowo adalah pemimpin yang paling disukai warganya. Secara konsisten di Jawa Tengah menjadi episentrum pembicaraan sejak Januari sampai November. Bahkan pada periode pemantauan yang lebih pendek, 25 November s.d. 2 Desember, Ganjar tetap mendominasi. Pilihan topik pembicaraan dimedia sosial menunjukkan kedekatan masyarakat Jawa Tengah dengan isu kedaerahan dibandingkan isu nasional. Tema lokal yang menjadi bahan perbincangan sehari-hari selama sebelas bulan menunjukkan besarnya engagement. Tahapan ini sudah bisa dikatakan sebagai awalnya muncul advokasi warga. Audience Jawa Tengah siap berperan aktif untuk terlibat menjalankan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selamat untuk Pak Ganjar.

 Jika pembaca memiliki pendapat yang berbeda, kita bisa berdiskusi dikolom komentar.

#Reuni212: Anies Dilirik Facebooker 79% Dibanding Rizieq Shihab

Perbandingan Anies Baswedan vs Habib Rizieq Shihab

Berdasarkan catatan @evellocorp, pemberitaan acara Reuni 212 pada 2-3 Desember 2019 mencapai 1.871 berita. Hasil penelusuran terhadap sebaran berita-berita di media sosial facebook pada Senin 2 Desember 2019 didominasi oleh acara Reuni 212. Media Republika menguasai tiga berita dengan sebaran paling tinggi di facebook dengan berita mengabarkan reuni 212.

Gambar 1. Media Republika menguasai tiga berita dengan persebaran tertinggi di facebook. Ketiga berita bertemakan reuni 212

Kutipan tentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam acara reuni 212 menempati posisi pertama berita terbanyak dibagikan facebooker. Pendapat Anies bahwa reuni 212 cerminan persatuan Indonesia menempati berita pertama dengan sebaran sebanyak 7.336 kali di facebook pada 2 Desember 2019.

Soal sampah juga masih menjadi perhatian facebooker. Berita kedua terbanyak dibagikan menceritakan peserta reuni 212 meninggalkan lokasi acara sambil memungut sampah.

Penelusuran berdasarkan jumlah komentar facebooker terhadap berita-berita yang tersebar menemukan acara reuni 212 masih dominan. Gambar 2 berikut menunjukkan 2 dari 3 berita terbanyak dikomentar pengguna facebook masih berasal dari aksi reuni 212. Dua berita tersebut memunculkan dua orang tokoh. Masing-masing Anies Baswedan dan Rizieq Shihab.

Gambar 2. Dua berita tentang reuni 212 terbanyak dikomentar pengguna facebook. Dua orang tokoh hadir dalam berita dengan komentar terbanyak.

Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara reuni 212 ternyata mengundang reaksi terbesar dibandingkan sejumlah tokoh yang menghiasi pemberitaan. Berita Republika dengan judul Anies: Reuni 212 Cerminan Persatuan Indonesia menjadi berita terbesar mengundang reaksi pengguna facebook. Sepanjang Senin 2 Desember 2019, jumlah reaksi untuk Anies mencapai angka 77.558 kali.

Gambar 3. Anies Baswedan menuai reaksi paling banyak dari pengguna facebook dibandingkan tokoh lainnya yang diberitakan berkaitan dengan acara reuni 212.

Sementara itu, berdasarkan total skor engagement dengan netizen pengguna facebook, skor Anies lebih besar dibandingkan dengan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab. Berdasarkan Gambar 4, Anies dilirik oleh pengguna facebook 79% lebih banyak dibandingkan Rizieq Shihab.

Gambar 4. Perbandingan total skor engagement antara Anies Baswedan dan Habib Rizieq Shihab berdasarkan sebaran, komentar dan reaksi pengguna facebook terhadap berita-berita reuni 212.

Dari 10 berita dengan skor engagement tertinggi di media sosial facebook, evello mencatat hanya ada tiga tokoh yang muncul. Ketiganya berturut-turur adalah Anies Baswedan, Sobri Lubis dan Rizieq Shihab.