Tren Tindak Kriminal: Indonesia Produsen Narkoba?

“Pemantauan Evello menunjukkan isu narkoba dan penipuan paling mewarnai tren tindak kriminal jelang akhir November 2019. Isu penangkapan sejumlah warga asal China terlibat penipuan online, kabar rehabilitasi pelawak Nunung hingga penggerebekan pabrik narkoba masing-masing menduduki top level isu. Maraknya pabrik narkoba di dalam negeri memicu opini publik bahwa Indonesia ternyata potensial dijadikan “negara produsen narkoba”.

Pemantauan dimulai dengan melihat sebaran berita dan percakapan tindak kejahatan narkoba dan penipuan, di mana kedua target ini tertinggi dibanding ragam isu kriminalitas lainnya seperti pembunuhan dan penganiayaan. Percakapan publik terdeteksi meningkat pada linimasa twitter seputar ragam tindak penipuan, sedang berita online justru dihiasi isu-isu seputar narkoba.

Riset ini pada akhirnya hanya akan menyasar isu narkoba saja, fokus narkoba mengulas sisi rehabilitasi dan pemberantasan narkoba menarik perhatian publik paling besar. Data terpantau juga menunjukkan kejahatan narkoba kian memprihatinkan, di mana Indonesia masih saja sulit menutup pintu masuk peredaran narkoba.  

Gambar 1. Indeks Percakapan dan Pemberitaan Tren Tindak Kriminal

Data sebaran percakapan pada gambar 1 di atas, memperlihatkan sejumlah akun unik terlibat perbincangan bertema penipuan sebesar 182 kali, sementara tema narkoba berada tipis di peringkat kedua mengemas 86 percakapan.

Pada isu penipuan, tren tindak kriminal menampilkan ulasan berita bertema penipuan kacamata ray ban di Instagram menjalar ke Indonesia. Publik pun dihebohkan berita belasan driver ojol tertipu ‘order fiktif’, dengan kabar Wagub Jabar dilaporkan ke Polda, serta terbongkarnya sindikat penipuan online asal China paling memberi efek viral isu ini.

Sementara itu, isu narkoba justru mendapat tempat tertinggi porsi pemberitaan di media online dengan 650 lebih diberitakan dibanding isu penipuan sebanyak 428 berita sepanjang tiga hari sejak 24-27 November 2019.

Data seputar isu narkoba ini didapat dari ulasan berita tentang Anggota DPR RI Hinca Panjaitan kenalkan terapi narkoba dengan minum tuak. Kabar lain memuat penggerebekan pabrik narkoba di Jabar-Jateng, hingga seorang gadis Indonesia ditahan 14 jam oleh Polisi Singapura karena bedak ketiaknya dikira narkoba menjadi penyumbang berita viral pada target narkoba.

Gambar 2. Engagement Narkoba

Ragam berita viral tindak kriminal tersebut menunjukkan bahwa pada kedua isu ini memang mendapat ruang besar perhatian publik, namun menilik tingginya jumlah berita dibagikan dan engagement pada isu narkoba (pada gambar 2), pastinya ada suatu tema hangat dan menarik tengah diperbincangkan warganet. Apa saja tema perbincangannya, berikut petikannya:

Gambar 3. Percakapan Narkoba di Twitter

Pada gambar 3 di atas, warganet terlihat mempertanyakan keseriusan pemerintah Jokowi dalam hal pemberantasan narkoba. Rencana Komisi III DPR RI membentuk Panja pemberantasan narkoba karena kinerja BNN dinilai belum maksimal, serta munculnya sosok Duterte (Duterte dikenal bertangan besi dalam hal pemberantasan narkoba).

Cuplikan percakapan warganet tersebut sekaligus mewakili konsentrasi publik lebih tertuju pada isu-isu bertema pemberantasan narkoba.

Fokus Narkoba: Rehabilitasi dan Pemberantasan Narkoba

Beranda rehabilitasi narkoba dihiasi kabar vonis hukuman terhadap artis/pelawak Nunung Srimulat dan suaminya. Nunung akhirnya dijatuhi hukuman 1,5 tahun rehabilitasi di RSKO Cibubur, Nunung hanyalah satu dari sekian banyak publik figure/tokoh masyarakat terjerat kasus narkoba di negeri ini.

Indonesia masih terus dilirik sebagai pasar potensial peredaran narkoba, hingga menarik para pelaku kejahatan narkoba jaringan internasional tergiur memasok/menyelundupkan barang haram tersebut ke dalam negeri.   

Isu rehabilitasi narkoba dalam pemantauan kali ini, dengan Nunung berada di top isu media online, nyaris tidak mendapat perhatian masyarakat sama sekali. Padahal rehabilitasi paska penyalahgunaan narkoba punya peran penting dalam kerangka memutus rantai peredaran besar narkoba. Simak artikel terkait.

Bandingkan dengan isu pemberantasan narkoba. Percakapan bertema pemberantasan narkoba menuai hingga 6 juta lebih engagement dengan hanya melibatkan 7 akun unik saja. Benar-benar angka fantastis untuk suatu besaran perhatian publik terhadap suatu isu.

Gambar 4. Unique Account vs Engagement Pemberantasan Narkoba

Ramainya perhatian publik terhadap isu pemberantasan narkoba salah satunya terdorong kabar Komisi III DPR RI berencana membentuk Panja Narkoba. Kabar pembentukan Panja Narkoba ini sempat diulas laman republika pada Senin 25/11 lalu.

“Saya kira memang tidak terlalu berlebihan rapat ini untuk memutuskan segera membuat panja pemberantasan narkoba. Jadi rapat Komisi III hari ini mengusulkan pembentukan panja dan kita akan minta persetujuannya di rapat pleno Komisi III,” ujar Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11).

Pihak BNN pun menyambut baik rencana Komisi III tersebut.  “Oh kita sangat welcome (usulan dibentuk Panja narkoba),” kata Humas BNN, Sulistyo Pudjo Hartono belum lama ini.

Kabar Komisi III dan BNN serta ragam berita terkait menjadi pendorong besaran isu pemberantasan narkoba paling menarik perhatian publik. Publik sejatinya menaruh harapan besar pada upaya-upaya menekan angka kejahatan narkoba, namun sayangnya ditengah genjarnya pemerintah menutup masuknya narkoba dari luar negeri, di dalam negeri sendiri justru marak bermunculan pabrik/rumah industri penghasil narkoba.

Maraknya pabrik/rumah industri narkoba, tentu sangat merisaukan semua kalangan. Ancaman narkoba bagi bangsa Indonesia kini tak lagi sekedar muncul dari luar negeri saja tapi juga dari dalam negeri sendiri. Bagaimanapun keberhasilan jajaran aparat Polri dan BNN menggerebek pabrik produksi narkoba di Jateng-Jabar serta di Pekanbaru sangat perlu diapresiasi.

Bayangkan saja bila pabrik/rumah industri narkoba tersebut tak berhasil diungkap aparat, bukankah 1,5 juta pil PCC tersebut tentu telah beredar luas di tengah masyarakat kita? (pil PCC diduga dapat menyebabkan cacat syaraf permanen bagi penggunanya).

Sementara itu, respon publik atas berita-berita pabrik narkoba tersebut, tentu memungkinkan munculnya anggapan bahwa masih adanya pabrik-pabrik serupa di banyak lokasi lain dan hingga kini masih memproduksi narkoba.  

Arah perkembangan opini seputar isu-isu ini sangat perlu perhatian serius dari semua pihak guna upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Publik bahkan telah melihat bahwa jaringan narkoba internasional berada dibalik maraknya pabrik produksi narkoba, adalah cara “murmer” bagi kaki tangan mereka mengedarkan narkoba dengan memproduksi narkoba di dalam negeri. Ragam isu ini sekaligus mewakili potensi bahwa Indonesia kedepannya dapat dijadikan “negara produsen narkoba”.

Ahok Masih Penuh Pesona

Ahok Masih Penuh Pesona

Namanya kembali ramai diperbincangkan publik. Bukan karena Ia ingin. Melainkan karena pemanggilan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Konon Erick menginginkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menempati pos sebagai petinggi di salah satu BUMN.

Sontak nama Ahok ramai tersorot publik kembali. Maklum, beberapa saat lalu, Ia juga ramai menjadi perhatian publik setelah mencuat perbincangkan kontroversi belanja pada APBD DKI Jakarta.

Pada Kamis, 14 November 2019, Ahok diperbincangkan sebanyak lebih dari 35 ribu kali di Twitter. Padahal, disaat bersamaan Presiden Jokowi dipercakapkan hanya 25 ribu kali kicauan.

Demikian dengan media berita daring. Sepanjang Kamis, 14 November 2019 Ahok diberitakan sebanyak 609 kali. Jauh mengungguli berita Menkopolhukam baru, Mahfud MD pada periode yang sama.

Di media sosial, pemanggilan Ahok mengundang kontroversi. Bagi para pendukungnya, kembalinya Ahok ke panggung jabatan publik disambut riang gembira.

“Maling dan penganut khilafah pasti gak suka kalau Ahok di BUMN. Karena BUMN bakal sehat.” ujar salah satu pendukung Ahok melalui akun twitter.

Sebaliknya tidak sedikit yang kontra. Selain partai Gerindra dan petinggi Partai Demokrat Marzuki Alie, konon penolakan juga muncul dari serikat pekerja PT. Pertamina TBK.

“Sudah mulai beredar Spanduk Penolakan dari mereka yang mengklaim Serikat Pekerja Pertamina atas rencana penunjukan Ahok di BUMN ini.” ujar pemilik akun @kurawa melalui linimasa twitter.

Pesona Ahok di Twitter

Terlepas dari pro dan kontra Ahok, kami di Evello menyebutnya sebagai pesona sebuah brand. Tidak banyak tokoh publik dengan brand image sangat kuat. Mengacu pada pengamatan Evello, selain Ahok ada Jokowi, Prabowo dan Anies yang selalu ramai menjadi perhatian publik.

Ahok sepanjang periode pantauan 1 Oktober – 15 November 2019 diperbincangkan oleh lebih dari 85 ribu akun twitter. Darimana ramainya keterlibatan akun unik twitter tersebut? Tentu publik masih mengingat ramainya percakapan tentang anggaran APBD DKI beberapa waktu lalu. Ahok adalah obyek pasif, tetapi terseret dalam ramainya percakapan.

Tidak hanya itu, pemanggilan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir membuat netizen ikut ramai “berkerumun” mempercakapkan Ahok.

Gambar 1. Posisi Ahok dalam kuadran percakapan di linimasa twitter dibandingkan sejumlah tokoh pada periode 1 Oktober – 15 November 2019.

Menilai Ahok Dari Sebaran Berita

Lalu apa pesona Ahok? Untuk mengetahuinya evello dapat menelusuri berita-berita mana saja yang paling banyak dibagikan melalui Facebook. Mengapa? media sosial satu ini memiliki jumlah pengguna terbesar di Indonesia. Tak heran, lembaga peneliti Amerika Serikat, PEW Research Center menyebutkan 52% remaja Amerika mendapatkan berita melalui jejaring facebook.

Gambar 2. 2.654 berita tentang Ahok tersebar sebanyak 18 ribu kali di kanal Facebook.

Berdasarkan pada Gambar 2 di atas, Ahok sepanjang periode 1 Oktober – 15 November 2019 diberitakan sebanyak 2.654 kali. Cukup tinggi untuk seseorang yang sedang dalam posisi tidak memiliki jabatan publik.

Jumlah ini lebih besar dibandingkan jumlah pemberitaan yang dimiliki oleh Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo dan Khofifah Indar Parawangsa pada periode pantauan yang sama. RK diberitakan 1.327 berita, Ganjar 1.057 berita dan Khofifah sebanyak 1.272 berita.

Sebaran berita Ahok juga terbilang sangat tinggi. Penelusuran evello menemukan berita-berita Ahok tersebar sebanyak 18 ribu kali. Jumlah komentar pun ramai dilayangkan pengguna medsos terbesar di dunia ini, lebih dari 21 ribu komentar. Jumlah emoticon yang disampaikan publik sebagai bentuk reaksi terhadap pemberitaan Ahok mencapai jumlah lebih dari 81 ribu. Sekali lagi, tidak mudah mencapai angka lebih dari 81 ribu hanya kurang dari dua bulan.

Lalu tema berita apakah yang paling ramai menarik perhatian publik? Gambar 3 berikut memperlihatkan tiga berita dengan jumlah kelekatan paling tinggi dengan warganet. Dari tiga berita tersebut dapat diketahui, isu APBD DKI Jakarta dan jabatan baru di BUMN merupakan pemicu utama ramainya perhatian publik kepada pria kelahiran Belitung Timur 53 tahun silam.

Gambar 3. Berita dengan kelekatan (sebaran, komentar dan reaksi) tertinggi di kalangan warganet mengkonfirmasi isu APBD DKI Jakarta dan jabatan di BUMN sebagai isu pemicu ramainya perhatian publik pada mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama.

Kesimpulan

Ahok adalah sedikit diantara tokoh publik dengan pesona tinggi. Selain Ahok, Anies Baswedan, Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah tokoh yang berdasarkan pengamatan data evello selalu ramai diperbincangkan publik. Baik perbincangan pro dan kontra.

Berdasarkan pantauan evello, Ahok selalu memiliki persebaran berita yang tinggi di media sosial dan sebaliknya keramaian di media sosial memicu tingginya pemberitaan mengenai Ahok. Pesonanya masih cukup kuat bagi para pendukungnya dan mereka-mereka yang tidak berada dalam barisan Ahok untuk saling berkomentar dan berpendapat.

Menag vs Menhan, Siapa Terpopuler?

Peta distribusi percakapan Menteri Kabinet Jokowi menunjukkan adanya persaingan ketat angka popularitas Menteri Pertahanan dan Menteri Agama di sejumlah wilayah persebaran. Prabowo unggul pada sebagian Sumatera, Kalimantan, dan seluruh wilayah Indonesia bagian timur. Sebaliknya, Fachrul Razi memimpin wilayah barat dan tengah Indonesia dengan puncaknya menyapu bersih pulau Jawa. Bila corong ‘radikalisme Menag vs nasionalisme Prabowo’ saling berhadapan, siapakah terpopuler?

Pemantauan Evello kali ini akan mengulas popularitas dua target menteri lewat pemantauan Menteri Kabinet Jokowi, dengan Prabowo Subianto sebagai Menhan dan satunya Menteri Agama Fachrul Razi. Fachrul Razi mengawali popularitasnya lewat “saya bukan menteri agama islam”, sedang Prabowo yang oposisi rela merendahkan hati demi bangsa dan negara dengan menjadi “pembantu Jokowi”, sontak membuat mata publik ‘terbelalak’.

Gambar 1. Grafik Prabowo vs Fachrul Razi Periode 26-02 November 2019

Big Data Evello menunjukkan grafik  percakapan di media dan media online pekan pertama November 2019 menempatkan Menag unggul lewat riuhnya pengguna twitter. Prabowo terbanyak diulas media online dengan 1,130 berita sedang Fahrul Razi berkisar 800 pemberitaan. Meski berselisih tipis pada total keseluruhan data, publik nyatanya menaruh perhatian lebih pada Menag dibanding Menhan.

Mengawali karirnya sebagai Menag baru, Fachrul Razi langsung menyatakan dirinya “saya bukan hanya menteri agama islam saja”. Ia pun bergegas menancap bendera lawas isu radikalisme hingga mengibarkan “larangan cadar dan celana cingkrang”. Buntutnya, Evello mencatatkan adanya reaksi warganet soal “DPR panggil Menag” karena dinilai telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Menag pun terdorong populer dengan isu radikalisme kian menempel.   

Gambar 2. Total Shared News Periode 26-02 November 2019

Unggul jumlah pemberitaan tak serta merta membuat Prabowo lebih populer, angka total berita dibagikan seputar Prabowo tak lebih tinggi dibanding Fachrul Razi. Perhatikan bahwa jumlah besaran komentar, reaksi hingga engagement Menag bahkan mencapai 111,434 dengan hanya berawal dari 800 berita saja. Angka ini terbilang fantastis untuk sosok baru Menag Fachrul Razi.

“Relawan Projo Cinta Prabowo”

Gambar 3. Ragam Berita Viral Seputar Prabowo Periode 26-02 November 2019

Ragam berita viral Prabowo Subianto terpantau radar Evello mengulas artis cantik Prilly Latuconsina berada di top 3 virality Evello. Prilly yang disebut-sebut penganggum sosok Prabowo itu langsung angkat bicara paska pelantikan Prabowo Subianto sebagai Menteri favoritnya. Kabar ‘relawan Projo cinta Prabowo’, di sisi lain tentu sangat unik dan terbukti viral lewat headline kompas.com.

Prabowo pun dikenal publik sebagai sosok berjiwa nasionalis. Prediksi akan menguatnya lini pertahanan tempur RI, isu Prabowo tak ambil gaji (belakangan dibantah), santunan kepada anak yatim, hingga mobil pribadi dipakai dinas, serta sederat isu lain kian menempelkan isu nasionalisme pada sosok Menhan Prabowo.  

Menag Fachrul Razi “Hanya Hafal Juz Amma”

Menag Fachrul Razi menyasar isu radikalisme, ketegasan “larangan cadar dan celana cingkrang” bagi PNS/ASN kontan memantik reaksi keras publik. Sikap keras Fachrul Razi soal radikalisme di satu sisi dan kabar dirinya sebagai Menag “minder karena hanya hafal Juz Amma”, di sisi lain tentu sangat menggelitik dan berita ini pun terbukti viral dalam pantauan Evello.

Gambar 4. Ragam Berita Viral Seputar Fachrul Razi Periode 26-02 November 2019

Mengapa isu radikalisme diusung Menag Fachrul Razi mendorongnya lebih populer dibanding isu nasionalisme ala Prabowo? Simak ulasannya berikut ini:

“Radikalisme Menag vs Nasionalisme Prabowo”

Gambar 5. Metrics Percakapan Menag vs Menhan Periode 26-02 Oktober 2019

Menilik gambar 5 di atas, posisi Menhan Prabowo berada di kuadran kinerja kanan-bawah. Kondisi ini menunjukkan jumlah ketertarikan publik lebih besar pada isu nasionalisme Prabowo dibanding radikalisme Fachrul Razi. Sebaliknya Fachrul Razi berhasil menyulut keterlibatan akun-akun unik lebih tinggi soal radikalisme yang didengungkannya, selain dapat dipastikan akun-akun pro dan kontra tersebut tengah terlibat saling serang.

Lebih jauh, awan tema menyelimuti isu Menhan Prabowo masih berkutat seputar sosok Prabowo dan dirinya sebagai Menhan, tidak terlihat adanya pergerakan atau gebrakan signifikan terkait kinerja Prabowo selaku Menhan. Hal ini berindikasi terhadap nasionalisme sosok Prabowo mulai mengarah kejenuhan publik.

Gambar 6. Akun-akun Unik Terlibat Saling Serang Seputar Isu Fachrul Razi

Sebaliknya, awan tema Fachrul Razi diselimuti isu larangan cadar dan celana cingkrang. Isu “radikal-radikul” dikibarkan Menag baru ini benar-benar berhasil menarik perhatian publik. Keterwakilan publik pada akun-akun unik seperti msaid_didu, ChristWamea, andre_rosiade, hingga Dennysiregar7 terlibat saling serang terhadap sosok Fachrul Razi, kondisi ini menjadi kunci terdorongnya isu radikalisme Menag lebih populer dibanding Menhan Prabowo.

Gambar 7. Data Rilis Evello Soal Anggaran APBD DKI

Sekedar tambahan, kondisi serupa popularitas Menag juga terjadi pada Mendagri Tito Karnavian. Tito dalam rencana awal kinerjanya menyatakan berencana akan “menyisir Pemda seluruh Indonesia”. Dampak pernyataan Tito selaku Mendagri baru, memicu lonjakan besar popularitas isu anggaran APBD DKI melibatkan Anies Baswedan. Rilis Evello pada gambar 7 di atas, dapat diartikan bahwa keterlibatan publik dan akun-akun unik sangat berpengaruh besar terhadap popularitas suatu isu.