Prabowo & Jokowi Bersatu, Apa Kabar Cebong & Kampret

Selepas momen pilpres 2019-bahkan sampai saat ini, kita bisa menyaksikan betapa hebatnya kekuatan cebong dan kampret. Bagaimana perseteruan “mati-matian” mereka membela pilihannya. Mereka merupakan advocate bagi figur kesukaannya. Level keterlibatan (engagement) disini sangat tinggi sehingga mencapai advokasi.

Advocate atau promotor akan mendukung, membela dan membagikan hal yang positif tentang pilihannya melalui akun media sosial, serta mengajak /mempengaruhi orang lain agar sejalan dengan pikirannya. Sedangkan lawan promotor adalah detractor atau pencela, merupakan kritikus buruk dan mampu mempengaruhi banyak orang untuk menjauhi pilihan lawannya. Seseorang yang tidak suka dengan pemerintah dan secara terus menerus menyuarakan hal yang buruk pada pemerintah, mulai dari pajak, pembangunan, kebijakan, maka dia merupakan detractor pemerintah. Asal usul kata detractor merujuk pada kata Latin detrahere, yang bermakna “jatuhkan, tarik ke bawah, atau diremehkan.”

Tidak semua pengkritik merupakan detractor, misalnya yang tidak termasuk adalah kritik dengan tujuan membangun, memberikan opsi solusi bukan menjatuhkan. Sejarah munculnya kelompok cebong dan kelompok kampret, bisa dibaca pada hasil riset Evello sebelumnya.

Bagaimanakah pergerakan kelompok cebong dan kelompok kampret pasca dijadikannya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan oleh Presiden Joko Widodo? Tanggal 21 Oktober 2019 Prabowo menyatakan kabar dirinya siap membantu pemerintah di bidang pertahanan. Pada momen Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah orang untuk mengisi kabinetnya. Apakah kampret merupakan promotor sejati, yang benar-benar mencintai Prabowo?

Kelompok Akun Cebong

Evello mendeteksi sepuluh akun paling aktif di Twitter milik kelompok cebong yang isinya menyerang kelompok kampret sebagai berikut :

Gambar 1. Sepuluh akun Twitter kelompok cebong yang paling aktif. Akun @Yunianti404 saat ini berstatus ‘Account suspend’. Sumber data : Pemantauan Evello Periode 1 Januari-20 Oktober 2019 di Twitter

Sepuluh akun ini konsisten mencela kelompok kampret dan Prabowo, sejak 1 Januari-20 Oktober 2019; walaupun ada beberapa akun yang postingan terakhirnya bulan Agustus 2019.

Menariknya, jika dilihat dari timeline postingan, akun-akun ini terlihat seragam waktu post-nya, atau dikenal sebagai akun bot; akun Twitter yang bekerjanya dikendalikan oleh software. Ya, Evello mampu mendeteksi akun bot ini, jelasnya bisa di lihat pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Postingan akun kelompok cebong yang cenderung seragam dan berpola.
Sumber data : pemantauan cebong dan kampret periode 1 Januari – 20 Oktober 2019

Akun ini sebelumnya di setting untuk melakukan post konten pada suatu periode waktu, misalnya sehari 3 kali post pada jam 06:00, 12:00, & 18:00. Dari pola yang seragam bisa dikatakan akun-akun ini dikendalikan orang yang sama. Dibuktikan lagi dari isi postingan yang juga sama.

Gambar 3. isi postingan kelompok cebong yang seragam. Sumber data: Pemantauan Evello Periode 1 Januari-20 Oktober 2019 di Twitter

Bagaimana reaksi kelompok cebong dengan merapatnya Prabowo ke istana, karena undangan Presiden Joko Widodo? Bisa kita lihat bersama dari capture tweap kelompok cebong periode 21-28 Oktober 2019, berikut.

Gambar 4. Isi cuitan kelompok cebong yang masih konsisten bermusuhan dengan kampret dan berisi dukungan ke Joko Widodo, pasca merapatnya Prabowo ke istana

Kelompok Akun Kampret

Gambar 5. Sepuluh akun twitter paling aktif milik kelompok kampret, rekaman data Evello periode 1 Januari – 20 Oktober 2019

Pemantauan data Evello Evello periode 1 Januari – 20 Oktober 2019, menunjukkan akun-akun paling aktif milik kelompok kampret. Namun dari sepuluh akun ini ada empat akun yang disuspend, seperti akun @muslichsolo, @Elang_Sutajaya1, @hadman96 dan @muslich_amuskan yang kini sudah tidak aktif. Tercatat sebelum di suspend, akun @muslichsolo membuat cuitan sebanyak 503 kali sejak 1 Januari 2019, atau sehari 2 kali post. Pola yang terlihat dari timeline semua akun dari kelompok kampret ini, sporadis, dan random post waktunya, tidak seragam, seperti terlihat pada Gambar 6 di bawah ini

Gambar 6. Pola post dari kelompok kampret yang acak dan waktunya seperti tidak terjadwal, sejak 1 Januari sampai 20 Oktober 2019.

Berbeda dengan pola postingan akun kelompok cebong, akun kelompok kampret ini terlihat random waktu postnya dan tampak tidak beraturan jumlah postnya. Pada periode pemantauan 1 Januari-20 Oktober 2019, akun ini post konten tidak seragam seperti ditunjukkan pada gambar 7 di bawah ini.

Gambar 7. Isi postingan kubu kampret berbeda satu dengan lainnya, seperti tidak ada kordinator aksi dan cenderung sporadis

Pasca 21 Oktober, postingan kelompok kampret ada yang mendukung Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, ada juga yang pasif. Berikut rekaman Evello dari twitter periode 21-28 Oktober 2019.

Gambar 8 Respon kelompok kampret beragam menyikapi merapatnya Prabowo ke istana.

Epilog

Promotor tumbuh dari rasa sekadar aware menjadi kesukaan yang sangat, sampai rela berkorban demi junjungannya. Sebaliknya detractor hadir karena adanya rasa tidak suka pada sebuah figur/institusi. Ketidaksukaan ini bisa berasal dari perfoma individunya, ketidakpuasan kinerja atau respon terhadap suatu isu. Evello merekam semuanya dalam perseteruan kelompok cebong vs kelompok kampret; yang kini juga disebut sebagai togog & kadrun (kadal gurun).

  1. Top ten postingan terbanyak dari kubu Cebong menggunakan akun yang diprogram untuk merilis post Twitter dengan konten yang seragam. Berbeda dengan kelompok kampret yang terlihat tidak dikordinir dimana waktu, konten serta jumlah post dilakukan secara acak.
  2. Kejadian penting yang bisa dianggap sebagai upaya rekonsiliasi
    • Presiden Joko Widodo dan rivalnya di Pilpres 2019 Prabowo Subianto akhirnya bertemu. Pertemuan terjadi di stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019)
    • Dimintanya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Jokowi yang pertama kali resmi di sampaikan di halaman istana negara tanggal 21 Oktober 2019
  3. Dua peristiwa ini tidak mampu meredam perseteruan cebong-kampret. Tidak terbukti bahwa kelompok cebong dan kelompok kampret melebur dan bergandengan tangan, pasca 21 Oktober.
  4. Poin ke-4 dibuktikan dari isi postingan kedua kubu pasca 21 Oktober, dimana kedua kubu masih saling serang. Isi cuitan kelompok cebong masih konsisten bermusuhan dengan kampret dan berisi dukungan ke Joko Widodo, pasca merapatnya Prabowo ke istana. Begitu juga dengan respon kelompok kampret ada yang mendukung Prabowo menjadi menteri pertahahan dan tetap istiqomah menyerang kelompok cebong.
  5. Mengamati dari tanggapan kubu kampret pasca 21 Oktober, golongan ini terpecah jadi dua; faksi yang memang cinta Prabowo dan pihak yang benci Joko Widodo. Tampak dari tidak masifnya dukungan terhadap keputusan Prabowo. Jadi siapapun nanti yang berseberangan dengan Joko Widodo, dalam hal ini pemerintah, akan mendapat dukungan sebagian golongan kampret.
  6. Dua kubu ini memiliki die hard promotor yang sangat solid, akan sangat menguntungkan bagi pihak yang bisa mengambil benefit.

Nia Ramadhani dan Kabinet Jokowi

Channel Youtube Dengan Konten Jokowi Periode Sepekan

“Selamat kepada Presiden @jokowi atas permulaan masa jabatan Presiden kedua kalinya di Indonesia, tetangga dekat maritim kita. Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinannya yang dinamis, persahabatan kita dan Kemitraan Strategis Komprehensif kita akan semakin dalam.” (Narendra Modi, Perdana Menteri India)

Tentu tak hanya Modi, ucapan selamat atas pelantikan Jokowi untuk periode yang kedua sebagai Presiden RI terus mengalir. Tak hanya ucapan selamat, banyak opini bertebaran di media sosial menolak pelantikan Joko Widodo dan Prof Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Intinya, media sosial kita heboh soal pelantikan Jokowi-Maruf Amin.

Selain pelantikan, pembentukan kabinet kerja Presiden Jokowi juga paling ramai menarik perhatian publik. Bahkan tagar #KabinetJokowi pada Senin (21/10/2019) memuncaki trending topik twitter Indonesia selama beberapa jam. Melalui tagar ini, netizen membahas kedatangan beberapa nama seperti Nadiem Makarim, Mahfud MD, Erick Thohir dan Wishnutama.

Hadirnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana Negara pada Senin (21/10/2019) menjadi puncak kehebohan pembentukan kabinet Jokowi. Prabowo digadang-gadang menjadi Menteri Pertahanan.

“Keputusan kami dari Partai Gerindra, apabila diminta kami siap membantu. Dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu,” kata Prabowo usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

Di twitter, Prabowo diperbincangkan lebih dari 39 ribu akun twitter. Berita tentang Prabowo Subianto juga meningkat. Tercatat 3.392 artikel memberitakan mantan Danjen Koppassus tersebut. Kabar Prabowo sebagai menhan Joko Widodo juga menarik perhatian publik youtube. Ada 88.153 komentar dihamburkan netizen untuk Prabowo. Masih kurang heboh? evello mencatat 212.003 jempol memberikan tanda suka untuk Prabowo.

Gambar 1. Tren pemberitaan dan percakapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pemanggilan Prabowo ke istana oleh Jokowi memuncaki perhatian publik pada Senin (21/10/2019)

Walau ramai menarik perhatian publik, netizen Indonesia ternyata tidak mudah dijejali oleh konten bernuansa politik. Sepanjang Senin (21/10/2019), evello mendeteksi berita dengan sebaran tertinggi di kanal facebook justru datang dari Nia Ramadhani.

Berita istri pengusaha Ardi Bakrie ini menempati puncak berita terbanyak dibagikan di facebook. Tak hanya ramai dibagikan, berita Nia Ramadhani tidak bisa mengupas buah salak juga menjadi berita terbanyak dikomentari pengguna media sosial terbesar di Indonesia ini.

Gambar 2. Dua berita Nia Ramadhani tidak bisa mengupas buah salak menjadi berita terbanyak dibagikan pengguna Facebook pada Senin (21/10/2019).

Dalam pantauan evello, tiga berita terbanyak dibagikan netizen Indonesia di Facebook tidak bernuansa politik. Dua berita berasal dari kabar Nia tidak tahu cara kupas salak dan satu berita mengabarkan bahaya mi instan.

Nia juga masuk dalam berita terbanyak dikomentari netizen Indonesia sepanjang Senin kemarin (21/10/2019). Disaat netizen sedang heboh membicarakan siapa saja yang akan menjadi Menteri Jokowi, Nia menempatkan dua beritanya terbanyak dikomentari netizen.

Berdasarkan ukuran berita terbanyak dibagikan dan dikomentari, tidak satu pun berita tentang pembentukan kabinet Presiden Joko Widodo masuk dalam tiga besar.

Gambar 3. Dua berita Nia Ramadhani terbanyak memperoleh komentar pengguna facebook disaat netizen lainnya ramai membericakan kabinet Jokowi

Kesimpulan

Netizen Indonesia memang unik. Disaat kontentasi Pilpres 2019 mencapai puncaknya dengan pembentukan kabinet kerja Joko Widodo – Maruf Amin, mereka justru asyik menyebarkan berita seorang wanita cantik tidak dapat mengupas buah salak. Temuan ini menunjukkan bahwa politik tidak selalu menjadi pusat perhatian publik.

Denny Siregar vs Permadi Arya & Guntur Romli, Siapa Terpopuler?

“Isu pemerintahan, isu politik, radikalisme, nasionalisme, khilafah, komunisme hingga separatisme, masih saja bertahan sebagai top level isu hingga kini. Para pegiat medsos, sosok dan keberadaannya telah mengambil peran penting penyemarak ragam isu itu pada ranah perhatian publik. Publik pun sempat melabeli mereka dengan istilah ‘buzzer’, ‘buzzer istana’, atau ‘apalah istilahnya’, hingga sosok para aktivis media sosial ini kian populer dan sepak terjangnya pun layak untuk diulas”.

Pemantauan Evello kali ini akan menyasar tiga nama pegiat medsos paling dekat dengan isu-isu panas tersebut di atas, targetnya adalah Guntur Romli dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Permadi Arya alias Abu Janda, serta Denny Siregar.

Gaung mereka selalu kuat di media dan media sosial, secara spesifik sebabnya didapat dari sepak terjang mereka dalam membela dan menghalau siapapun penyerang kebijakan pemerintah. Menariknya adalah, mencari tahu siapa aktivis medsos terpopuler?

Gambar 1. Grafik Sebaran Percakapan dan Pemberitaan

Berdasar grafik sebaran percakapan dan pemberitaan pada gambar 1 di atas, terlihat popularitas Guntur Romli lebih rendah dibanding Permadi Arya, dengan Denny Siregar memimpin paling atas. Denny Siregar memperoleh sebaran dengan total 16,741 percakapan sedang Permadi Arya 10,481 percakapan. Data ini menunjuk Denny Siregar keluar sebagai paling populer.

Sebelum mengulas lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui isu-isu apa saja membuat publik menaruh perhatian pada aktivitas mereka. Simak ulasan berita viral dan video terbanyak ditonton pemirsa Youtube, berikut:

Guntur Romli Kritik Anies Baswedan

Pada isu seputar Guntur Romli, popularitasnya meningkat terutama muncul dengan ulasan berita bertema politisi muda Faldo Maldini loncat ke partai PSI, dengan isu Puan Maharani dan keterwakilan perempuan di DPR RI menjadi berita paling viral di mata publik. Kritik Guntur Romli terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kian memberi efek viral tokoh ini.

Gambar 2. Ragam Berita Viral dan Video Seputar Guntur Romli

Permadi Arya vs Andre Rosiade Soal Separatisme dan Khilafah

Gambar 3. Ragam Berita Viral dan Video Seputar Permadi Arya

Sementara untuk Permadi Arya didapat lewat kabar berita kompas.com mengulas isu penelusuran jejak buzzer Indonesia yang “ditendang”. Kabar viral lain memuat tema ILC “siapa yang bermain buzzer?’, dan tak kalah ramai soal ribut-ribut Abu Janda vs Andre Rosiade bertema separatisme dan khilafah turut menghiasi ranah perhatian publik saat pemantauan sosok ini.

Lewat ragam berita viral dan video tersebut, isu seputar Guntur Romli dan Permadi Arya menempati ruang besar perhatian publik karena menyentuh isu-isu besar seperti khilafah dan separatisme, selain itu bersinggungan langsung dengan tokoh populer Anies Baswedan dan Andre Rosiade.

Denny Siregar dan Isu ‘Buzzer Istana’

Top 3 berita viral mengulas Denny Siregar bertema ‘buzzer/buzzer istana’. Publik pun tergelitik angkat bicara saat munculnya isu ‘buzzer istana’ ini hingga mendorong Denny Siregar mencuat populer. Denny juga terlihat diulas menyentuh tokoh populer lain seperti Rocky Gerung (tokoh RG ini terkenal dengan sikap kritisnya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah), juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Ustad Tengku Zul.  

Sementara itu video Denny Siregar terbanyak ditonton mencapai 137,359 views mengulas kritik soal ‘Bela Agama vs Bela Negara’. Video lain berkontribusi mendorong popularitas Denny berisi tema kematian mahasiswa dan isu tentang Wamena.

Gambar 4. Peta Distribusi Percakapan (Data Twitter @EvelloCorp)

Meski seluruh berita viral dan video terbanyak ditonton pemirsa pada ketiga tokoh ini nampak sama alias serupa, namun pada kenyataanya ‘distribusi pengaruh kicauan akun Denny Siregar ternyata memiliki  jangkauan lebih tinggi’ dan nyaris merata di seluruh wilayah Indonesia jika dibanding akun Permadi Arya dan Guntur Romli, kondisi ini seperti diungkap akun twitter @EvelloCorp beberapa hari lalu. Apa penyebab sebenarnya Denny Siregar terpopuler, simak penjelasannya berikut ini:

Awan Tema Denny Siregar Bersentuhan Langsung Dengan Jokowi

Awan tema pada linimasa Twitter menunjukkan akun-akun unik telah terlibat dalam percakapan isu dan berkontribusi besar memberi pengaruh terhadap popularitas ketiga tokoh pegiat medsos ini. Akun GunRomli misalnya terpantau bersinggungan langsung dengan akun aniesbaswedan, akun lain terlihat muncul dan membayangi seperti psi_id, TsamaraDKI, AntoniRaja juga grace_nat. Dapat disimpulkan bahwa lingkup dan skala percakapan seputar Guntur Romli berkutat pada isu- isu seputar partainya.

Gambar 5. Denny Siregar Dilingkupi Awan Tema Jokowi

Sementara pada akun permadiaktivis terlihat berawan tema andre_rosiade. Permadi Arya mendapat suntikan popularitas atas kritiknya ke Gerindra soal separatisme dan khilafah, tantangan itu direspon Andre Rosiade. Awan tema lain muncul lewat akun hanumrais dan wiranto1947 dalam isu penusukan Wiranto, juga Div Humas Polri dan Puspen TNI. Keterlibatan seluruh akun pada awan tema Permadi Arya cukup berkontribusi besar mendongkrak popularitasnya lebih tinggi dibanding Guntur Romli, namun kalah dibanding Denny Siregar.

Pada akun dennysiregar7 seperti terlihat melalui gambar 5 di atas, akun Denny ternyata bersentuhan langsung dengan awan tema jokowi, prabowo dan rockygerung. Dapat diperjelas bahwa seluruh akun unik dalam skala besar perbincangan isu Jokowi, Prabowo, dan Rocky Gerung juga tertarik memperbincangkan isu Denny Siregar di twitter, kondisi inilah yang menjadi kunci pendorong popularitas Denny Siregar lebih tinggi dibanding Guntur Romli dan Permadi Arya. Selain itu video-video seputar Denny Siregar juga mendapat jumlah suka dan komentar sangat tinggi dengan tema Rocky Gerung.

Pancasila Diberitakan 68% Lebih Banyak Dibanding Komunis dan Khilafah

Tema berita Pancasila selama pantauan periode 1 Januari – 14 Oktober 2019 mencapai 26.975 artikel atau setara dengan 68% berbanding berita tentang Komunis dan Khilafah.

Meskipun demikian, pemberitaan bertemakan Komunis tercatat mencapai 9.302 artikel berita dibandingkan Khilafah dengan 3.384 berita.

Jika mengacu pada grafik pantauan harian selama periode Januari – Oktober 2019, tema khilafah dan komunis cukup aktif mewarnai pemberitaan di media daring Indonesia.

Berdasarkan tren pemberitaan yang ada, percakapan tentang Pancasila, Komunis dan Khilafah tidak terlepas dari situasi politik di tanah air. Pantauan pada medio April 2019 menunjukkan terjadi lonjakan pemberitaan yang cukup tinggi untuk ketiga ideologi yang dipantau, baik Pancasila, Komunis dan Khilafah.

Gambar 1. Pemberitaan bertemakan Pancasila, Komunis dan Khilafah meningkat bersamaan pada periode April 2019.

Dilansir dari Viva.co.id (Kamis, 18 April 2019), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang juga Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko mengakui kekalahan pasangan 01 itu di sejumlah daerah karena isu agama.

Moeldoko juga menyebutkan Isu agama kerap dialamatkan ke Jokowi, seperti kalau terpilih maka azan akan dilarang. LGBT juga diisukan akan dilegalkan, hingga pernikahan sesama jenis. Sebelumnya Jokowi juga dihantam isu sebagai kader PKI.

Sementara itu, dilansir dari media yang sama, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, tegas menyatakan tidak akan memberi ruang terhadap paham komunis untuk hidup di Indonesia. Hal itu diungkapnya di hadapan ratusan ulama dan tokoh lintas etnis di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa 9 April 2019.

Pantauan Evello pada periode 1-22 April juga menemukan hal menarik. Bukan kebetulan jika pada periode pantau tersebut jumlah pemberitaan bertema komunis dan khilafah cenderung sama. Gambar 2 berikut menunjukkan pemberitaan khilafah mencapai 838 artikel. Sementara pemberitaan tentang komunis mencapai 825 artikel.

Gambar 2. Jumlah pemberitaan bertema komunis dan khilafah pada periode 1-22 April 2019.

Kesamaan jumlah berita tidak terlepas dari pertarungan Pilpres 2019. Hal tersebut juga tercermin dalam surat Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Minggu, 7 April 2019. Dalam surat tersebut, SBY menyebutkan bahwa Prabowo Subianto kerap dihubungkan dengan khilafah, sementara Joko Widodo dihubungkan dengan narasi komunis.

Saya berpendapat bahwa juga tidak tepat kalau Pak Prabowo diidentikkan dengan kilafah. Sama tidak tepatnya jika kalangan Islam tertentu juga dicap sebagai kilafah ataupun radikal. Demikian sebaliknya, mencap Pak Jokowi sebagai komunis juga narasi yang gegabah.

Hasil penelaahan terhadap tren berita bertema khilafah sepanjang 2019 menunjukkan bahwa isu ini sangat lekat dengan pelaksanaan Pilpres 2019. Data tren bulanan seperti terlihat pada Gambar 3 berikut menunjukkan bahwa tren berita khilafah meningkat pada bulan Maret – April dan cenderung turun drastis sesudahnya.

Gambar 3. Tren pemberitaan bertema khilafah meningkat signifikan pada Maret-April 2019.

Sejalan dengan tren berita tentang khilafah, pemberitaan bertemakan komunis juga tidak lepas dari pelaksanaan Pilpres 2019. Berbeda dengan khilafah, tren berita komunis sudah tinggi sejak awal tahun 2019 hingga hajat pemilu usai dilakukan. Tren berita tentang komunis meningkat kembali pada akhir Agustus 2019 dipicu oleh peringatan hari kesaktian Pancasila dan G30S/PKI.

Gambar 4. Tren pemberitaan bertema komunis cenderung turun saat Pilpres 2019 dan meningkat kembali karena perayaan Pancasila Sakti dan G30S/PKI

Tren Persebaran Berita di Media Sosial

Berbeda dengan berita komunis dan khilafah, persebaran berita bertemakan Pancasila tidak selalu berkaitan dengan pelaksanaan Pilpres 2019. Meskipun demikian, melalui analisa persebaran berita terbanyak di media sosial dengan tema pancasila, evello menemukan sebagian besar berita dominan karena berkaitan Pilpres 2019.

Hasil pantauan pada 1 Januari hingga 14 Oktober 2019 menemukan tema pancasila kembali ramai dibahas dan disebar netizen Indonesia berkaitan dengan debat Arteria Dahlan dan Prof Emil Salim soal Perppu KPK.

Berita yang dilansir oleh media Republika.co.id mengambil judul “Arteria Dahlan, Emil Salim, dan Krisis Budi Pekerti” menjadi berita ke-6 terbanyak disebar netizen bertemakan Pancasila.

Berita tersebut telah disebar sebanyak 4.861 kali di media sosial, menuai 9.946 komentar dan menimbulkan reaksi sebanyak 24.472.

Pada periode pantau 1 Januari – 14 Oktober 2019 berita bertemakan Pancasila telah tersebar sebanyak 482.960 kali. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan persebaran berita bertema komunis dan khilafah. Gambar 5 berikut menunjukkan kuadran persebaran berita.

Gambar 5. Persebaran berita Pancasila, Komunis dan Khilafah di Media Sosial

Kesimpulan

Berdasarkan analisa terhadap jumlah, tren dan persebaran berita tentang Pancasila, Komunis dan Khilafah dapat disimpulkan bahwa tren berita komunis dan khilafah tidak terlepas dari isu Pilpres 2019. Meskipun demikian, isu Pancasila juga tidak terlepas dari Pilpres 2019 lalu. Isu Pancasila memiliki pemberitaan dan persebaran yang lebih tinggi dibandingkan Komunis dan Khilafah.

Diabetes Terbanyak Diberitakan Media Dibanding Kolesterol

Angka penyakit diabetes di Indonesia semakin meningkat. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), hingga November 2018, angka diabetes naik dari 6,9 persen di 2013, menjadi 8,5 persen di 2018.

Selain angka penyakit yang terus meningkat, pola dan karakteristik penderitanya pun kini telah berubah. Apabila dulu diabetes identik dengan penyakit orang tua, kini diabetes semakin menyasar usia muda atau usia produktif, termasuk kaum milenial.

Situs HelloSehat menyebutkan ada tiga hal yang menjadi penyabab tingginya penderita Diabetes di Indonesia. Pertama karena tingginya konsumsi nasi. Bahkan risiko terkena diabetes akan meningkat untuk mereka yang menkonsumsi nasi 3-4 kali sehari.

Penyebab kedua adalah tingginya konsumsi gula, terutama gula pasir. Tak hanya ditemukan pada teh dan kopi, saat ini hampir semua jajanan mengandung gula yang tinggi.

Penyebab ketiga adalah malas gerak. Hal ini diperparah oleh hasil riset Universitas Stanford yang menyebutkan masyarakat Indonesia kurang gerak.

Diabetes Terbanyak Diberitakan Media

Hasil penelitian Evello pada periode 11 April – 11 Oktober 2019 menemukan bahwa tak hanya diabetes, tema kolesterol, darah tinggi dan asam urat menguasai berita media daring soal kesehatan. Jumlah berita tentang keempat penyakit tersebut mencapai 14.498 artikel berita.

Dari 14.498 artikel berita tersebut, diabetes adalah topik terbanyak diangkat oleh media daring. Jumlah berita tentang diabetes mencapai 7.050 artikel atau 48,6%.

Pemberitaan tentang kolesterol menempati urutan kedua diangkat oleh media daring setelah diabetes. Kolesterol diberitakan sebanyak 3.774 artikel pada periode pantau yang sama. Prosentase pemberitaan tentang Kolesterol mencapai 26%.

Berada pada urutan ketiga adalah tema darah tinggi. Penyakit dengan kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi ini diberitakan sebanyak 2.796 artikel.

Gambar 1. Berita bertema diabetes menguasai jumlah sebaran di media daring pada periode April – Oktober 2019.

Jika berita-berita tentang keempat penyakit tersebut dibagi menjadi satuan mingguan, Evello menemukan tak hanya diabetes terbanyak diberitakan. Pada minggu kedua Juni 2019 dan minggu kedua Agustus 2019 berita tentang kolesterol tertinggi diberitakan mengalahkan berita diabetes.

Pemilu, KPPS dan Darah Tinggi

Pemberitaan tentang darah tinggi sempat menjadi berita terbanyak dibagikan masyarakat, terutama ke media sosial. Hal ini tidak lepas dari meninggalnya petugas KPPS saat pelaksanaan pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Data Evello pada periode April – Oktober 2019 menemukan sebaran berita tentang darah tinggi dipicu wafatnya petugas KPPS seperti diangkat oleh media tribunnews.com.

Gambar 2. Berita tentang darah tinggi ramai disebar netizen setelah kabar wafatnya petugas KPPS diduga karena kelelahan dan mengidap penyakit darah tinggi.

Sebaran Berita di Media Sosial

Hasil penelitian evello juga menunjukkan bahwa berita tentang diabetes tidak hanya unggul dalam hal jumlah, melainkan sebarannya di media sosial. Sebanyak 7.050 berita tentang dibetes telah tersebar sebanyak 55.728 kali di kanal media sosial.

Berada pada urutan kedua adalah darah tinggi. Tema berita darah tinggi tersebar sebanyak 32.229 kali sebaran.

Sementara kolesterol tersebar di media sosial sebanyak 25.027 kali dan asam urat memiliki sebaran sebanyak 15.257 kali.

Gambar 3. Matriks jumlah berita dan sebarannya di media sosial. Diabetes adalah tema penyakit dengan pemberitaan terbanyak dan sebaran tertinggi media sosial.

Tren Pergeseran Isu Ninoy Karundeng ke Arah PA 212

“Gelembung awan tema menampilkan frasa PA 212 kian membesar, sementara akun-akun unik pendukung Ninoy Karundeng dan PA 212 masih terlibat saling serang. Seluruhnya, menjuruskan tren percakapan publik tentang isu penganiayaan Ninoy Karundeng ke arah PA 212”

Pemantauan Evello kali ini akan mengulas isu tindak kriminal, di mana tren penganiayaan melibatkan Ninoy Karundeng dan PA 212 melonjak pada linimasa twitter. Sebaran tinggi berita-berita bertema narkoba dan pembunuhan, ternyata tak menyurutkan percakapan publik tentang kasus penganiayaan ini tetap mencuat ke permukaan. Mengapa animo perhatian publik demikian tinggi?

Gambar 1. Indeks Percakapan Tren Tindak Kriminal

Data sebaran percakapan public pada gambar 1, terdeteksi sebanyak 7.777 akun unik terlibat memperbincangkan tema penganiayaan, sementara popularitas narkoba dan pembunuhan hanya berada di peringkat kedua dan ketiga. Data ini membuktikan adanya ketertarikan sangat besar oleh warganet pada isu penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng.

Porsi besar popularitas isu ini di twitter terbilang unik mengingat tema narkoba dan pembunuhan mendapat tempat tertinggi porsi pemberitaan di media online. Perhatikan bahwa isu narkoba dan pembunuhan berada pada angka seribu lebih diberitakan dibanding isu penganiayaan dengan hanya mendapat 660 berita.

 Berita Viral Narkoba dan Pembunuhan

Gambar 2. Ragam Berita Viral Seputar Narkoba dan Pembunuhan

Pada isu pembunuhan, tren tindak kriminal meningkat terutama muncul dengan ulasan bertema kerusuhan Wamena. Publik paling menyoroti dampak kerusuhan Wamena soal rusaknya fasilitas umum, korban jiwa, hingga kabar eksodus warga pendatang, dengan isu kondisi di pengungsian paling memberi efek viral.  

Sementara untuk tema narkoba didapat dari ulasan berita tentang penggerebekan narkoba 1 kg sabu disebuah hotel di Banjarmasin yang melibatkan napi lapas. Kabar lain memuat seorang perempuan asal Indonesia tertangkap di bandara Filipina bawa narkoba 14 miliar menjadi penyumbang berita viral pada target narkoba.

Ragam berita viral tersebut membuktikan bahwa isu pembunuhan dan narkoba memang mendapat ruang besar perhatian publik di media online, namun demikian tidak signifikan dalam perhatian dan percakapan warganet di twitter, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3. Unique Account vs Engagement Penganiayaan

Besaran isu penganiayaan juga diperkuat dengan tingginya sebaran percakapan publik terkait kasus Ninoy Karundeng di wilayah kota-kota besar. Isu Ninoy Karundeng bagaimanapun telah tersorot dalam skala nasional, apalagi dengan ditambah munculnya isu PA 212 pada rangkaian kronologis peristiwanya, kian menarik diperbincangkan.

Berkaitan besarnya distribusi percakapan isu Ninoy ini, dapat dikatakan bahwa dominasi perhatian publik terhadap isu penganiayaan dan kematian Mahasiswa dalam aksi demo DPR, isu Pawai Mujahid 212 beberapa waktu lalu, perlahan tumbang.

Tren isunya pun terlihat bergeser, dari percakapan panas tentang Ninoy Karundeng menjadi mengerucut ke arah PA 212 dalam grafik pemantauan. Seperti apa pergeserannya dan mengapa isu penganiayaan ini menarik perhatian warga twitter? Simak hasil analisa Evello berikut ini:

Percakapan Publik Mengarah ke PA 212

Percakapan kasus penganiayaan terhadap Ninoy ini paling menarik di mata publik terutama karena ‘pentolan PA 212’ dikabarkan telah menjadi tersangka. Perhatian publik sontak tertuju pada isu penangkapan Sekjen PA 212 sebagai tersangka penganiaya Ninoy Karundeng.

Gambar 4. Berita Viral dan Video Terbanyak Ditonton Memuat PA 212

Perhatikan bahwa pada tanggal 8, berita tentang penetapan tersangka Sekjen PA 212 sebagai penganiaya Ninoy disebar sebanyak 728 kali, lebih banyak dibanding kabar memuat kronologis penganiayaan Ninoy dengan 140 dibagikan. Demikian video terbanyak ditonton pemirsa juga terlihat mengulas Sekjen PA 212 dibanding video tentang Ninoy. Pergeseran isu mulai mengarah ke PA  212.

Gambar 5. Awan Tema Ninoy Karundeng dan PA 212

Tren pergesarannya dapat terpantau lebih jelas melalui gelembung awan tema dan percakapan akun-akun unik. Awan tema memunculkan frasa PA 212 mulai menyelimuti percakapan tentang Ninoy dan mendominasi isu, sementara akun-akun pendukung Ninoy Karundeng dan PA 212 masih terlibat saling serang. Seluruhnya, telah membuktikan bahwa tren isu Ninoy Karundeng kini mengarah ke PA 212.